Kalau malas untuk mengomentari yah selesai.

Am Sun, 3 May 2020 08:34:32
-0400 schrieb "'nesare' [email protected] [GELORA45]"
<[email protected]>:

> Oh bung mau lari dari kenyataan bahwa Erizeli lagi ngomong ttg
> oposisi jahat? Gak apa2, tetapi jangan bilang Erizeli tidak
> dialektis, apalagi ngomong kesimpulannya Erizeli salah.
> 
>  
> 
> Kesimpulannya Erizeli salah ini kan pendapat bung yg salah memahami
> tulisan Erizeli saja.
> 
>  
> 
> Mari kita lihat kenapa bung tergopo2 menyalahkan tulisan oposisi
> jahatnya Erizeli:
> 
> 1.    Dengan mengatakan Erizeli menganut aliran absolutism
> sebelum revolusi perancis, bung jelas berargumen bahwa Erizeli salah
> dalam mengurai pendapatnya ttg oposisi jahat. Sedangkan erizeli jelas
> menulis di awal tulisannya bahwa dia hanya lagi ngomong oposisi
> jahat, bukan oposisi baik. Kan sangat jelas bahwa erizeli mengerti
> ada oposisi baik. Bagaimana bisa bung menuding erizeli sbg absolutism
> dalam mengurai istilah oposisi itu? 2.        Hanya 1 alasannya krn
> bung tidak suka dgn uraian erizeli ttg oposisi jahat shg salah dan
> tergopoh2 menyalahkan erizeli sbg absolutism.
> 
>  
> 
> Lucu sekali sebetulnya. Masalah sederhana seperti ini bung bawa2 ke
> absolutism jamannya revolusi perancis.
> 
>  
> 
> Kayaknya bung ini tahu banyak ya ttg absolutism revolusi perancis ini
> ya?
> 
> Kalo iya, saya mau tanya setelah rontoknya absolutism ini, apa yg
> terjadi? Kalau saya bilang kapitalisme yg terjadi setelah absolutism
> ini gimana?
> 
> Sudah tahu belum hubungan kedua ini? Setelah bung tidak suka sama
> absolutism, lalu yg nongol sbg penggantinya adalah: kapitalisme juga
> loh yg bung juga tidak suka. Gimana? Lebih suka yg mana absolutism
> atau kapitalisme?
> 
>  
> 
> Janganlah mencap seseorang seperti erizeli dgn suatu istilah yg tidak
> relevan alias digede2kan. 
> 
> Kalau bung ngomong absolutisme saja, saya masih bisa menerima.
> 
> Tetapi bung ngomong absolutisme sebelum revolusi perancis yg adalah
> suatu istilah dan teori dari suatu ilmu.
> 
> Kalau saya teruskan nanti sebelum absolutism kerajaan perancis pun
> sudah ada absolutism gereja katholik gimana? Koq bisa2nya yg disorot
> adalah absolutismenya perancis? Seakan2 absolutisme itu adalah
> miliknya perancis saja?!!
> 
> Begitu juga kalau saya teruskan kapitalisme yg bukan hanya mulai dari
> jaman adam smith saja dan bisa ditelusuri sejak dulu kapitalisme kala
> sudah.
> 
>  
> 
> Ya kalau diskusi, gak usah diperpanjang kalau gak perlu. Wong hal yg
> sederhana dipanjang2kan. Sedangkan sebetulnya hal sederhana spt salah
> mempersepsikan tulisan erizeli ini, bung bawa2 kesini:
> 
>  
> 
> Sebaliknya dalam sistim kenegaraan republik, pemerintah itu dibayar
> 
> rakyat lewat pajak untuk menjadi kacung suruhan menyelenggarakan
> 
> kemakmuran maupun kesejahteraan rakyat. Bukan atasan untuk
> 
> mendefinisikan oposisi jahat atau tidak. Sementara itu oposisi dibayar
> 
> rakyat untuk mengawasi apakah pemerintah itu benar-benar melaksanakan
> 
> programnya, memanipulasi kepentingan rakyat atau korup apa tidak.
> 
>  
> 
> Saya malas mengomentari tulisan bung yg terakhir ini, dengan alasan:
> pertama tidak relevan dgn kesalahan bung mengjustifikasi oposisi
> jahatnya erizeli dan kedua: tulisan terakhir bung jelas sekali tidak
> bertanggung jawab. Kenapa tidak bertanggung jawab? Karena itu
> hanyalah slogan ketidak puasan bung saja alias maki2. Silahkan kalau
> bung mau terusin, akan saya ladeni. Saya sampai disini malas
> mengomentarinya, ttp bukan berarti tidak bisa mengomentarinya. Kalau
> bung masih penasaran silahkan diteruskan dan saya berjanji akan saya
> layani.
> 
>  
> 
> Nesare
> 
>  
> 
>  
> 
> From: [email protected] <[email protected]> 
> Sent: Saturday, May 2, 2020 11:53 AM
> To: 'nesare' [email protected] [GELORA45] <[email protected]>
> Cc: [email protected]; [email protected]; Chalik
> Hamid [email protected] [nasional-list]
> <[email protected]> Subject: Re: [GELORA45] Re:
> [nasional-list] Oposisi jahat melaksanakan programnya
> 
>  
> 
>   
> 
> Lanjutkan membaca kalimatnya. Yaitu: Pikiran yang dianut Erizeli itu
> termasuk aliran absolutisme yang berdominasi sebelum Revolusi
> Perancis. Sebaliknya dalam sistim kenegaraan republik, pemerintah itu
> dibayar rakyat lewat pajak untuk menjadi kacung suruhan
> menyelenggarakan kemakmuran maupun kesejahteraan rakyat. Bukan atasan
> untuk mendefinisikan oposisi jahat atau tidak. Sementara itu oposisi
> dibayar rakyat untuk mengawasi apakah pemerintah itu benar-benar
> melaksanakan programnya, memanipulasi kepentingan rakyat atau korup
> apa tidak. 
> 
> Am Sat, 2 May 2020 08:30:16 -0400
> schrieb "'nesare' [email protected] <mailto:[email protected]>
> [GELORA45]" <[email protected]
> <mailto:[email protected]> >:
> 
> > Lusi: Metode berfikir Erizeli Jely Bandaro tidak dialektis maka itu
> > 
> > argumentasi dan kesimpulannya salah. Pemerintah itu bukan wakil
> > 
> > kebenaran dalam proses pertikaian politik di negeri ini.
> > 
> > 
> > 
> > Nesare: bung membacanya kurang teliti. Diawal tulisannya Erizeli
> > Bandaro sudah menulis: “Saya katakan oposisi jahat tentu ada pula
> > oposisi baik. Yang saya bicarakan sekarang ini oposisi jahat.”
> > 
> > Erizeli sedang berargumen ttg oposisi jahat. Dia jelas pro Jokowi.
> > Sangat jelas dalam argumennya yg ngomongin: current account,
> > lockdown, global bond dll.
> > 
> > 
> > 
> > Dimana letak tidak dialektis nya itu?
> > 
> > 
> > 
> > Nesare
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > From: [email protected] <mailto:[email protected]>
> > <[email protected] <mailto:[email protected]> > Sent:
> > Saturday, May 2, 2020 4:14 AM To: Al Faqir Ilmi
> > [email protected] <mailto:[email protected]>
> > [nasional-list] <[email protected]
> > <mailto:[email protected]> >;
> > [email protected]
> > <mailto:[email protected]> ; [email protected]
> > <mailto:[email protected]> ; Chalik Hamid
> > [email protected] <mailto:[email protected]>
> > [nasional-list] <[email protected]
> > <mailto:[email protected]> > Subject: [GELORA45] Re:
> > [nasional-list] Oposisi jahat
> > 
> > 
> > 
> > 
> > 
> > Metode berfikir Erizeli Jely Bandaro tidak dialektis maka itu
> > argumentasi dan kesimpulannya salah. Pemerintah itu bukan wakil
> > kebenaran dalam proses pertikaian politik di negeri ini. Pikiran
> > yang dianut Erizeli itu termasuk aliran absolutisme yang berdominasi
> > sebelum Revolusi Perancis.
> > 
> > Am Sat, 2 May 2020 01:41:46 +0000 (UTC)
> > schrieb "Al Faqir Ilmi [email protected]
> > <mailto:[email protected]> <mailto:[email protected]>
> > [nasional-list]" <[email protected]
> > <mailto:[email protected]%20%3cmailto:[email protected]>
> > <mailto:[email protected]>  
> > >:  
> >   
> > > Oposisi jahat
> > > by Erizeli Jely Bandaro
> > > Saya katakan oposisi jahat tentu ada pula oposisi baik. Yang saya
> > > bicarakan sekarang ini oposisi jahat. Mengapa saya katakan jahat,
> > > karena target mereka menciptakan distrust terhadap pemerintah
> > > dengan tujuan rezim jatuh untuk digantikan dengan sistem lain,
> > > yang sesuai maunya mereka. Sekali lagi saya katakan jahat, karena
> > > mereka tanpa solusi konkrit. Kalau ditanya mengapa kritik tanpa
> > > solusi ? jawabnya, tugas kami kritik, bukan sulusi. Solusi itu ada
> > > pemerintah. Kan jahat sekali. Bagaimana orang bebas mengkritik
> > > tampa memberikan solusi. Itu sama dengan teman anda datang,
> > > mengkritik bertubi tubi tanpa memberikan solusi. Saya yakin, anda
> > > akan meninggalkan teman itu. Perhatikan, mereka tahu bahwa ketika
> > > masuk bulan januari 2020, Defisit Current Account kita melebar.
> > > Masuk februari terus melebar. Oposisi jahat itu menekan pemerintah
> > > melakukan lockdown. Abas setiap hari kopres menciptkan kepanikan
> > > dan harus lockdown. Mereka yakin kalau lockdown di lakukan seperti
> > > Wuhan China, Ekonomi Indonesia langsung collapse karena di tengah
> > > defisit harus kasih makan se indonesia dan pada waktu bersamaan
> > > ekonomi shutdown. Tetapi ketika pemerintah menolak lockdown,
> > > mereka teriak bahwa Indonesia bangkrut, engga ada duit, makanya
> > > menolak Lockdown. Tujuannya adalah menciptakan distrust terhadap
> > > pemerintah. Hasilnya ? rupiah jatuh melewati ambang batas
> > > psikologis. Tentu mereka berharap rupiah terus jatuh, dan
> > > peristiwa 1998 terjadi lagi. Tetapi ketika Jokowi mengeluarkan PP
> > > PSBB dan sehari setelah itu mengeluarkan PERPPU 01/2020, sebagai
> > > paket stimulus ekonomi secara menyeluruh dan bergerak cepat
> > > meyerahkan PEPRPU itu ke DPR, langsung respon pasar berbalik
> > > posiitif. Pada waktu bersamaan The Fed menjadikan indonesia
> > > sebagai mitra dalam program stimulus mata uang dollar lewat
> > > REPOline. Seminggu setelah itu trend rupiah menguat karena
> > > Indonesia berhasil menerbitkan Global Bond di bursa Singapore dan
> > > Frankfurt. Artinya, indonesia sudah mengantisipasi penurunan
> > > penerimaan valas lewat financing scheme. Welldone. Tapi apakah
> > > oposisi jahat itu diam? tidak. Mereka tahu bahwa stimulus ekonomi
> > > itu tidak akan efektif bila tidak dibarengi dengan economy
> > > adjustment. Pemerintah sudah persiapkan jauh sebelunya yaitu UU
> > > Cipta Kerja atau Omnibus law. Mereka mengerahkan buruh dan LSM
> > > untuk demo akbar dengan tujuan membatalkan Omnibus Law. Sehingga
> > > yakin pemerintah tidak punya ruang untuk menyiapkan landasan
> > > kokoh atas program stimulus. Artinya walau moneter selamat, namun
> > > dalam jangka panjang Indoensia terancam akibat lemahnya struktur
> > > sektor real. Apalagi mereka mengkritik hutang, dan menyarankan
> > > agar Indonesia cetak uang. Tujuannya agar terjadi distrust
> > > terhadap sistem ekonomi kita. Karena pemerntah sedang terpojok
> > > mengatasi COVID-19, maka terpaksa DPR menunda pembahasan Omnibus
> > > law sampai COVID-19 selesai diatasi. Di tengah ketidakpastian
> > > economy adjustment itu, mereka kini menciptakan provokasi anti
> > > TKA China. Mengapa? mereka tahu satu satunya negara yang masih
> > > konsisten berinvestasi di tengah krisis adalah China. Dan
> > > Investasi ini berkaitan dengan keunggulan daya saing ekonomi
> > > Indonesia sebagai penghasil bateray terbesar di dunia lewat
> > > tambang nikel di Sulawesi. Pasar tahu bahwa kekuatan masa depa
> > > ekonomi setelah era MIGAS adalah Baterai dan bahan baku berupa
> > > nikel kita paling banyak di dunia ini. Mereka tidak mau Ekonomi
> > > Indonesia tumbuh. Mengapa ? Kareka mereka sadar, kekuatan politik
> > > Jokowi ada pada Ekonomi. Maka apapun mereka lakukan agar ekonomi
> > > kita jatuh, dan terutama disaat krisis dan pandemi ini. LIhatlah
> > > bagaimana mereka bicara di MK, delik hukum PERPPU 01/2020 tidak
> > > memenuhi unsur negara dalam keadaan genting dan karenanya harus
> > > dibatalkan. Usir TKA China, dan besok kalau Jokowi tetap
> > > mengizinkan, mereka akan memprovokasi rezim ini pro PKI, dengan
> > > tujuan memancing emosi umat islam marah. Agar chaos 65 terjadi
> > > lagi. Mereka sudah siap dengan lembing untuk menyembelih. Jahat
> > > engga ?
> > > 
> > > Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone   
> > 
> > 
> >   
> 
> 
> 

Kirim email ke