-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1468425/china-sebut-tiga-vaksin-covid-19-masuki-tahap-uji-klinis



China sebut tiga vaksin COVID-19 masuki tahap uji klinis

Selasa, 5 Mei 2020 17:00 WIB

Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, dalam konferensi pers yang digelar 
secara daring di Jakarta, Selasa (5/5/2020). (ANTARA/Aria Cindyara)
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, menyampaikan 
bahwa saat ini tiga vaksin untuk COVID-19 tengah memasuki tahapan uji klinis, 
dan salah satunya telah mulai uji klinis fase kedua, yakni vaksin vektor 
adenovirus.

Vaksin vektor adenovirus itu dikembangkan oleh tim akademisi Chen Wei, kata 
Dubes Xiao Qian dalam konferensi pers Kedubes China yang digelar secara virtual 
di Jakarta, Selasa.

“Pada awal pandemi COVID-19, China sudah menempatkan pengembangan vaksin 
sebagai salah satu tugas utama, dan menetapkan lima rute teknis (vaksin tidak 
aktif, vaksin asam nukleat, vaksin protein rekombinan, vaksin vektor 
adenovirus, dan vaksin menggunakan virus influenza yang dilemahkan sebagai 
vektor),” ujar dia.

Baca juga: China uji coba sejumlah formula vaksin COVID-19

Tiga dari lima rute teknis vaksin tersebut telah memasuki tahap uji klinis, dan 
salah satunya -- yakni vaksin vektor adenovirus -- telah memasuki uji klinis 
fase kedua. Rute lainnya pun dipercepat.

“Pengembangan vaksin merupakan proyek sistematis. China sedang bekerjasama 
dengan Amerika Serikat, Jerman, Inggris, dan negara-negara lain. Semoga 
penelitian dan pengembangan vaksin berhasil,” ucap Dubes Xiao.

Dia mengatakan faktor keamanan tetap menjadi prioritas meski tugas pengembangan 
vaksin begitu mendesak, mengingat vaksin adalah produk khusus yang digunakan 
oleh mereka yang sehat.

Baca juga: Vaksin COVID-19 diuji coba 60 hari setelah China berbagi data genetik

Baca juga: China setujui 2 vaksin ekperimental corona uji coba pada manusia

Dia juga menyampaikan bahwa China akan terus mengikuti hukum terkait dan secara 
ilmiah untuk standar memajukan pengembangan vaksin sesuai persyaratan teknis.

Negeri tirai bambu itu pun membuka kerja sama dengan negara-negara lain dalam 
penelitian dan pengembangan vaksin. Pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar 
Biasa G20, Presiden Xi Jinping menyatakan China bersedia mengembangkan 
obat-obatan dan vaksin bersama negara lain.

Sementara itu, pada KTT Luar Biasa ASEAN Plus Three Melawan COVID-19, Perdana 
Menteri Li Keqiang mengimbau agar negara-negara berbagi data dan informasi 
penelitian ilmiah, serta aktif dalam bekerja sama untuk pengembangan 
obat-obatan dan vaksin.

Baca juga: AS : China mungkin tahan data corona untuk keuntungan komersial

“China bersedia berkomunikasi dengan Indonesia dalam mengembangkan vaksin 
bersama,” kata dia.

Baca juga: PM China ajak ASEAN kembangkan obat dan vaksin COVID-19

Baca juga: Petugas medis di China diprioritaskan dapat vaksin COVID-19

Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke