-- 
j.gedearka <[email protected]>




https://mediaindonesia.com/read/detail/311383-kemisikinan-diprediksi-12-pascawabahi-mensos-kami-antisipasi


Jumat 08 Mei 2020, 20:58 WIB

Kemisikinan Diprediksi 12% Pascawabahi, Mensos :Kami Antisipasi

Dhika Kusuma Winata | Humaniora
 
Kemisikinan Diprediksi 12% Pascawabahi, Mensos :Kami Antisipasi

Antara/Arief Firmansyah
Penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) sebagai salah satu jaring pengaman sosial 
di tengan wabah covid-19
 

MENTERI Sosial Juliari Batubara menyatakan pemerintah bersiap mengantisipasi 
prediksi penambahan tingkat kemiskinan pascapandemi covid-19. Pihaknya saat ini 
fokus untuk merealisasikan program jaring pengaman sosial untuk melindungi 
warga miskin.

"Kami akan antisipasi kalau warga miskin akan bertambah setelah covid-19 ini. 
Kami masih mendata karena program jaring pengaman sosial saat ini masih on 
going. Yang jelas kami antisipasi jumlah keluarga miskin pascacovid akan 
bertambah," ungkapnya dalam konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat 
(8/5).

Mengutip sejumlah prediksi, Juliari mengatakan warga miskin di Tanah Air 
berpotensi kembali menjadi dua digit dari posisi saat ini 9,2% penduduk. 
Diperkirakan, warga miskin akan bertambah menjadi 10%-12% setelah pandemi 
berakhir.

Melalui pendataan penerima bansos khusus covid-19 saat ini, imbuhnya, 
pemerintah terus melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak.

"Ada beberapa lembaga memprediksi kemiskinan menjadi 10% persen atau bahkan ada 
yang ekstrem 12%. kami belum bisa memberikan angka pasti, tapi kami antisipasi 
meningkat jumlahnya," ucapnya.

Baca juga : Mendes: BLT Dana Desa Sudah Cair di 10 Ribu Desa

Terkait program jaring pengaman, Juliari menargetkan penyaluran bantuan sosial 
(bansos) khusus untuk penanggulangan dampak pandemi covid-19 akan selesai 
disalurkan sebelum Hari Raya Idul Fitri yang jatuh pada akhir Mei mendatang. 
Pemerintah saat ini sudah menyelesaikan pemberian bansos tahap pertama yakni 
paket sembako untuk 1,3 juta kepala keluarga (KK) di DKI Jakarta.

"Perintah dari Presiden agar tahapan ketiga untuk penyaluran bansos tunai dan 
bansos sembako bisa selesai sebelum Idul Fitri," ucap Juliari.

Menurut Juliari, pihaknya per hari ini tengah menyalurkan bansos sembako untuk 
tahapan kedua yakni di wilayah Kota Bekasi, Kota Depok, Kota Tangerang Selatan, 
Kota Tangerang, dan sebagian Kabupaten Bogor. Jumlah penerimanya total 600 ribu 
KK.

"Tahap pertama kita sudah selesaikan benerapa hari yang lalu yaitu untuk 
Jakarta sudah selesai semua dan hari ini kita mulai untuk Bodetabek 600 ribu KK 
dengan mekanisme yang sama yaitu dua kali penyaluran per bulan dengan nilai 
indeks Rp600 ribu," ungkapnya.

Untuk tahap ketiga, ucap Juliari, pemerintah pusat menyalurkan bansos tunai 
senilai Rp600 ribu untuk warga di luar Jabodetabek. Total penerimanya 
ditargetkan sebanyak 9 juta KK. Sama seperti bansos sembako di Jabodetabek, 
bansos tunai untuk warga di luar Jakarta dan sekitarnya itu akan dibagikan 
selama tiga bulan. (OL-7)
 







Kirim email ke