-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://travel.detik.com/travel-news/d-5010655/wni-kabarkan-kondisi-wuhan-kembali-ramai-usai-lockdown-dihapuskan?tag_from=wp_belt_lifestyle



Senin, 11 Mei 2020 19:05 WIB

TRAVEL NEWS

WNI Kabarkan Kondisi Wuhan Kembali Ramai Usai Lockdown Dihapuskan

Putu Intan
detikTravel
Share 0
Tweet 0
Share 0
1 komentar
Foto: AP
Jakarta -

Sejak dibukanya kembali Wuhan pada 8 April 2020, kegiatan di kota yang diduga 
menjadi awal penyebaran COVID-19 itu perlahan berjalan normal. WNI di sana juga 
mengatakan kondisi di sana mulai ramai kembali.

Salah seorang WNI yang saat ini sedang kuliah di Wuhan, Humaidi Zahid 
mengatakan ia melihat keramaian dari balik gerbang kampusnya. Ia sendiri belum 
diperbolehkan ke luar dari area kampus kendati lockdown sudah usai.

"Ini saya kemarin sempat mengintip ke luar pintu gerbang. Itu di luar sudah 
ramai. Sudah ramai banget, jadi orang-orang itu sudah mulai bekerja normal. 
Jadi kebetulan kampus saya ini dekat dengan pusat-pusat perbelanjaan, itu 
orang-orang sudah ramai," ungkapnya.

Lebih lanjut, tak hanya ramai mobilisasi orang di dalam kota Wuhan, Humaidi 
juga melihat rombongan orang dari luar kota pun saat ini bisa masuk ke Wuhan.

"Jadi awal-awal dibuka status lockdownya itu, banyak orang rombongan balik dari 
kampung kembali ke Wuhan untuk bekerja. Satu mobil isinya 10 orang bawa tas-tas 
gitu," ujarnya.
Foto: AP
Baca juga: Beijing Longgarkan Karantina, Pemesanan Penerbangan Melonjak Tinggi

Saat ini orang-orang Wuhan memang sudah diperkenankan untuk bekerja kembali. 
Selain itu pusat perbelanjaan dan toko-toko pakaian juga sudah dibuka. Tempat 
wisata seperti taman-taman di Sungai Yangtze juga sudah menerima kunjungan dari 
orang-orang yang merindukan udara segar dan sinar matahari.

Meskipun begitu, Humaidi menuturkan, dihapuskannya lockdown ini tidak berarti 
Wuhan benar-benar bebas dari serangan COVID-19. Komisi Kesehatan Nasional China 
melaporkan pada 9 Mei, ditemukan 14 kasus baru di Wuhan. Humaidi juga 
menuturkan mengenai kekhawatiran akan COVID-19 gelombang kedua yang kabarnya 
sempat ia dengar.

"Ada ketakutan gelombang kedua karena ada banyak kasus tanpa gejala," katanya.

Oleh sebab itu, sampai saat ini pun setiap orang di Wuhan harus tetap menaati 
protokol pencegahan penularan COVID-19, seperti wajib mengenakan masker dan 
menjaga jarak sosial. Tak hanya itu, orang-orang Wuhan dan Hubei juga wajib 
memiliki green card yang menunjukkan bahwa orang tersebut sehat ketika hendak 
bepergian.

"Kalau mau naik transportasi itu harus pakai green card, kartu hijau yang 
menunjukkan bahwa kita sehat. (Bentuknya) bisa berupa kartu tapi kebanyakan 
berupa kode-kode QR. Jadi kita mengisi data di database di Provinsi Hubei, ada 
aplikasinya, nanti kita akan dapat kode QR, nanti discan seperti mau naik 
kendaraan umum, seperti bus atau metro atau taksi juga," katanya.
Foto: AP Photo
Baca juga: Negara-negara Ini Perlahan Longgarkan Batasan Sosial

Guna meminimalisir penularan COVID-19, Humaidi juga menceritakan bahwa sistem 
operasi transportasi saat ini belum kembali normal seperti sebelum pandemi. 
Pemerintah memberlakukan pembatasan rute hingga penumpang.

"Umpamanya ada 5 titik pemberhentian bus, itu sekarang dibatasi cuma 3 
pemberhentian. Terus seumpama satu bus itu isinya 12 orang, sekarang dibatasi 
hanya untuk 6 orang," ujarnya.

Wuhan sendiri sudah kembali mengoperasikan kereta, bus, dan pesawat dari Wuhan 
ke pusat kota China. Jalan raya, jembatan, terowongan sampai kapal feri juga 
sudah beroperasi secara normal. Di awal pembukaan lockdown, kondisi lalu lintas 
sempat macet.


Simak Video "WNI di Wuhan Ceritakan Kondisi Setelah Lockdown Dibuka"

(pin/ddn)








Kirim email ke