-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://www.antaranews.com/berita/1485292/china-peringatkan-akan-balas-as-terkait-kebijakan-visa-wartawan



China peringatkan akan balas AS terkait kebijakan visa wartawan

Senin, 11 Mei 2020 19:49 WIB

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian (ANTARA/HO-MOFA/mii)
Sekarang mereka menggunakan visa untuk membuat aturan pembatasan yang 
diskriminatif, (sehingga) mengganggu media China membuat laporan secara normal 
di AS, (ini) sangat mengganggu hubungan orang-ke-orang antarnegara
Beijing (ANTARA) - Pemerintah China pada Senin memperingatkan  bahwa pihaknya 
akan membuat kebijakan balasan guna menanggapi keputusan Pemerintah Amerika 
Serikat yang memperketat pemberian visa bagi wartawan China.

Beijing juga  mendesak Washington segera "mengoreksi kesalahannya".

Otoritas di AS pada pekan lalu mengeluarkan aturan baru yang membatasi masa 
berlaku visa bagi wartawan China menjadi 90 hari. Beleid yang berlaku pada hari 
ini (11/5) dibuat dengan mencantumkan aturan perpanjangan.

Umumnya, visa semacam itu tidak dibatasi jangka waktu tertentu sehingga tidak 
perlu diperpanjang, kecuali pihak pekerja pindah ke perusahaan atau bidang 
berbeda.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian, di hadapan wartawan 
saat sesi jumpa pers harian di Beijing, mengatakan China menyesalkan keputusan 
AS. Zhao menyebut langkah itu sebagai tekanan bagi media China.

"Kami menentang keras dan kecewa terhadap kebijakan itu," kata Zhao.

"Kami meminta AS segera mengoreksi kesalahannya, atau China tidak punya pilihan 
lain selain membuat kebijakan balasan," kata dia.

AS dan China dalam beberapa bulan terakhir terlibat dalam aksi saling balas 
mengenai aturan terkait izin bekerja wartawan.

China pada Maret mengusir beberapa wartawan berkebangsaan AS dari tiga koran 
yang berpusat di Amerika Serikat. Satu bulan sebelumnya, AS akan memperlakukan 
lima media milik Pemerintah China dengan aturan yang mirip untuk kantor 
perwakilan/kedutaan asing.

Tidak hanya itu, China juga sempat mengusir tiga wartawan Wall Street Journal, 
dua di antaranya merupakan warga AS dan satu lainnya warga Australia. Tiga 
wartawan itu diusir setelah Wall Street Journal menyiarkan kolom berisi opini 
yang menyebut China "laki-laki sakit di Asia".

Saat mengumumkan peraturan baru pada Jumat (8/5), Departemen Keamanan Dalam 
Negeri AS menyebut China melakukan "tekanan terhadap jurnalisme yang 
independen".

"Untuk jangka waktu tertentu, AS terjebak pada mentalitas perang dingin dan 
bias ideologis, dan (AS) terus meningkatkan tekanan terhadap media China," kata 
Zhao menanggapi aturan baru AS.

"Sekarang mereka menggunakan visa untuk membuat aturan pembatasan yang 
diskriminatif, (sehingga) mengganggu media China membuat laporan secara normal 
di AS, (ini) sangat mengganggu hubungan orang-ke-orang antarnegara," ujar dia.

Sumber: Reuters

Baca juga: China ejek AS lewat animasi mirip lego "Once Upon a Virus"
Baca juga: AS perketat aturan visa bagi wartawan China di saat ketegangan corona

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke