Saya membodohkan diri??? Buat memperingati 150 tahun Lenin dan menulis
artikel, saya baca kembali tiga karya Lenin... Ha...ha.. sudah tentu
antek remo tidak akan mau buka-buka bukunya Lenin.... Sudah usaaaang!!!
Antek remo menyebut kapitalis yang NAKAL!!! Bayangkan, begitu akrabnya
si antek remo ini dengan kaum kapitalis besar, maka tindakan menghisap
brutal dinilai sebagai tidnakan kapitalis yang HANYA NAKAL doang!!!
Dijewer saja kupingnya... sudah cukup!! Wong Cuma NAKAL KOK!!
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
Windows 10
*From: *Tatiana Lukman <mailto:[email protected]>
*Sent: *Monday, 11 May 2020 18:42
*To: *[email protected] <mailto:[email protected]>;
ChanCT <mailto:[email protected]>
*Subject: *RE: [GELORA45] Buruh China juga kerja 18 jam sehari!
Ya jelas BUKAN FITNAH, MENUNJUK PEMERINTAH CHINA SEKARANG SEBAGAI
IMPERIALISME!!!! Itu adalah kenyataan yang diakui banyak partai-partai
dan organisasi progresif di dunia ini. Mana bias antek remo tahu,
kalau dunianya Cuma China kapitalis !!!!Soalnya antek remo tidak pakai
M-L, karena menganggapnya sudah kuno, maka dia merevisinya. Buat dia
teori yanghebat adalah teori revisionisnya Deng Xiaoping. Ya , sudah
tentu prinsip2 M_L tidak digubris... Jadi justru antek remo ini yang
hidup dalam bayangannya sendiri, negeri yang sudah memperaktekkan
penghisapan brutal masih tetap dianggap sosialis, partai yang sudah
penuh dengan milyuner dan bilyuner tetap partai komunis, negara yang
sudah punya basis militer, punya koloni di Afrika dan negeri tetangga
seperti Laos, export capital, menjarah kekayaan alam rakyat negeri
lain, pinjamkan modal dengan bunga tinggi seperti chino mindring,
SEMUA INI NORMAAAAL....SYAH....PENGHISAPAN DIPERLUKAN....BELUM
A=PERNAH ADA SOSIALISME...SEMUA PEPESAN KOSONG INILAH YANG TAK
JEMU-JEMUNYA DIJAJAKAN... HANYA ORANG YANG IGNORANT DAN PEMABUK YANG
MEMPERCAYAINYA!!!
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
Windows 10
*From: *ChanCT [email protected] [GELORA45]
<mailto:[email protected]>
*Sent: *Monday, 11 May 2020 02:31
*To: *Tatiana Lukman <mailto:[email protected]>;
[email protected] <mailto:[email protected]>
*Subject: *Re: [GELORA45] Buruh China juga kerja 18 jam sehari!
Ini nenek masih juga MEMBODOHKAN diri??? Kalau sudah menuduh
PEMERINTAH Tiongkok sekarang ini sudah menjadi kekuasaan
kapitalisme/imperialisme, BUKANKAH itu FITNAH disiang hari bolong!!!
Lalu, menggunakan kutu-rambut yg bisa ditemukan sebagai fakta. Apa
bedanya dengan sibuta melihat GAJAH, yang kepegang kuping nya,
dibilang itulah gajah, ... TIDAK BERHASIL melihat GAJAH seutuhnya!
TIDAK ADA yang menyangkal, dimana dan kapanpun PASTI ada saja
kapitalis-kapitalis nakal, dan akan terjadi terus sepanjang sejarah
kehidupan manusia! Sebagaimana manusia setiap saat bisa berbuat
KESALAHAN! Sedang setiap pemerintah berkuasa senantiasa diuji bisa dan
mampu tidak menggunakan PENTUNG nya untuk gebuk dan jatuhi HUKUMAN
sesuai HUKUM yang berlaku! Jadi, tidak lalu mengangkat kutu-kutu yang
ditemukan itulah kapitalis-Tiongkok, ... karena kenyataan TIDAK SEMUA
kapitalis di Tiongkok begitu KEJAM dan SERAKAH menghisap dan menindas
pekerja dan buruh nya! Sebaliknya, yang ditahun 2018, lebih 30 ribu
kapitalis-kapitalis di Tiongkok justru BERHASIL digerakkan ikut serta
dalam Gerakan Membebaskan Kemiskinan didesa-desa terbelakang yang
tersisa, ...! Dan, membuktikan KEBERHASILAN mereka,
kapitalis-kapitalis itu ikut membebaskan kemiskinan di desa-desa
terbelakang di Tiongkok! Kenapa kenyataan yang lain ini TIDAK berani
dilihat dan diakui nenek yang satu ini???
Tatiana Lukman 於2020/5/11 上午04:54 寫道:
Ha...ha.. FITNAH??? Siapa di sini yang lagi ngomongin covid 19??
NGACOOO! Jangan mengalihkan soal dan sasaran!! Trup-Pompeo adalah
SAMPAH, tidak ada yang mendebatkan itu!!! Dari dulu kita menghujat
imperialisme tua yang sdh sempoyongan!! Itu sudah pengetahuan
umum... Yang harus diblejeti adalah imperialisme China...dan rezim
penghisapan kejam kaum kapitalis China...Bukan hanya WNnya sendiri
yang menderita penghisapan kejam, warga asing juga!! Kapital tidak
pilih-pilih bangsa untuk menghisap!! Yang dilihat hanya
KEUNTUNGAN!!! Maunya lihat kenyataan kehidupan para milyuner,
bilyuner... tapi menutup mata pada kenyataan penghisapan terrhadap
buruh!!!
Sent from Mail <https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986>
for Windows 10
*From: *ChanCT [email protected] [GELORA45]
<mailto:[email protected]>
*Sent: *Sunday, 10 May 2020 02:23
*To: *Tatiana Lukman <mailto:[email protected]>; GELORA_In
<mailto:[email protected]>
*Subject: *Re: [GELORA45] Buruh China juga kerja 18 jam sehari!
Tak usah apriori dengan main FITNAH begitu! Apa bedanya dengan
cara Trump-Pompeo yang gunakan intrik, bohong dan fitnah hendak
melemparkan KESALAHAN dan Tanggungjawabnya pada Tiongkok?! Dan
akhirnya TERPAKSA merubah tuduhan, ... setelah makin banyak fakta
gejala pasien Covid-19 diberbagai negara termasuk di Amerika
sendiri yang muncul justru SEBELUM merebak di Wuhan!
Kita lihat sajalah bagaimana KENYATAAN yang terjadi,
...bagaimanapun juga TIDAK akan mampu merubah yang putih menjadi
hitam! Yang PUTIH tetap Putih, yang HITAM tetap hitam, ...! Yang
mana kutu-busuk yang mana GAJAH sesungguhnya!!!
Tatiana Lukman 於2020/5/10 上午05:02 寫道:
P.,.... pepesan kosong!! Justru karena masih ada perjuangan
kelas maka Negara juga berwatak kelas....Mengharapkan negara
borjuis/kapitalis China menerapkan hokum yang dia bikin
sendiri dalam hubungannya dengan buruh, itulah mimpi di tengah
hari bolong!!!! Wong keputusan pengadilan internasional
tentang pulau di Lautan Tiongkok Selatan saja dia kentutin,
masih mengharapkan sang Kaisar adil dengan buruh!!! Dasar REMO!!!
Sent from Mail
<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for Windows 10
*From: *ChanCT [email protected] [GELORA45]
<mailto:[email protected]>
*Sent: *Saturday, 9 May 2020 01:59
*To: *[email protected]
<mailto:[email protected]>; Tatiana Lukman
<mailto:[email protected]>
*Subject: *Re: [GELORA45] Buruh China juga kerja 18 jam sehari!
Hehehee, ... ini nenek pencari kutu lagi-lagi membuktikan
dirinya hanya hidup dalam MIMPI! SUDAH TIDAK SADAR dirinya
masih HIDUP didunia nyata sudah sudah ratusan tahun memasuki
jaman KAPITALISME yang harus dilewati dan entah berapa ratus
tahun kedepan lagi baru bisa memasuki jaman Sosialisme, jaman
dimana seperti dalam mimpinya itu yang TIDAK ADA lagi klas dan
perjuangan klas!
KERJA 8 jam/hari adalah juga ketetapan HUKUM di Tiongkok,
kerja lembur dengan upah lembur yang harus diberikan majikan,
adalah KELEBIHAN kerja 8 jam itu! Kelebihan juam kerja,
apalagi TIDAK dibayar adalah PELANGGARAN yang mutlak akan
dijatuhi sanksi HUKUM yang berlaku, ...! Dari sekian buaanyak
kapitalis di Tiongkok, tentu tidak terhindarkan ada yang nakal
dan melanggar ketentuan HUKUM, ... itulah sebab diperlukan
adanya SERIKAT BURUH, adanya KESADARAN masyarakat yang lebih
tinggi untuk membela dan perjuangkan kepentingan hidupnya
sendiri lebih BAIK dan majuu lebih baik lagi,...! PENTUNG
NEGARA untuk mendisiplin kapitalis2 nakal itu TETAP berjalan
dengan cukup baik bisa dibuktikan makin sejahteranya kehidupan
masyarakat Tiongkok, kalau saja tidak hendak melihat ratusan
juta warga Tiongkok yang bertamasya di setiap hari-libur, baik
didalam maupun keluar negeri! Juga boleh melihat kemampuan
masyarakat mentaati disiplin NGEREM dirumah selama lebih 2
bulan dalam melancarkan Perang Rakyat Melawan epidemi Covid-19
itu! Di Tiongkok BISA jalan dengan baik dan penuh disiplin,
yang sulit bisa ditemukan bahkan tidak mungkin bisa terjadi di
negara lain didunia ini! Itukan membuktikan rakyat banyak di
Tiongkok sudah cukup makmur, ngerem dirumah lebih 2 bulan juga
tidak membuat kelaparan dan kebingungan memberi makan keluarga
dirumah!
Kalau saja kapal Liongxin itu betul milik kapitalis Tiongkok
dan harus bertanggungjawab atas pelanggaran HUKUM yg terjadi,
pihak pemerintah Tiongkok PASTI akan gunakan PENTUNG nya untuk
menindak kapitalis nakal itu, ... PASTI dan tak perlu
diragukan lagi!
Sedang bagi pemerintah RI, saya pun berpendapat, hendaknya
bisa mendisiplin dan menindak perusahaan2 yg harus
bertanggungjawab mempekerjakan NELAYAN Ind. keperusahaan asing
itu! Disinilah SB-SB yang ada dan kesadaran masyarakat diuji ,
... sudah mampu memperjuangkan kepeentingan BURUH atau belum?
Tatiana Lukman [email protected]
<mailto:[email protected]> [GELORA45] 於2020/5/9 上午04:22
寫道:
Di bawah ini pengalaman kongkrit seorang buruh di China
kapitalis. Bangun jam 7:20 AM, sarapan semangkok bubur dan
semacam ‘ pancake’ setipis kertas. Seperti juga di
pabrik-pabrik di Indonesia, pengusaha selalu meningkatkan
target. Sama, di China juga. Buruh China ini , pagi hari,
kerja 11 jam tanpa istirahat, bahkan ke WC pun tidak,
karena takut tidak memenuhi target yang harus dibayar
dengan kerja lembur gratis! Oleh karena itu ketika selesai
11 jam kerja dan mau ke WC, orang antri panjang!! Kalau
antriannya buyar, kenalah merreka makian dari pengawas
atau mandor!! Kemudian untuk makan siang, sama...
berdesak-desak untuk dapat duluan, kalua belakangan
datangnya sudah tidak kebagian, karena jumlah makanannya
tidak sesuai dengan jumlah buruhnya...Walaupun makanannya
buruk, tapi harus juga mereka menelannya, kalau tidak,
bagaimana bias dapat sedikit energi untuk meneruskan kerja
sore hari!!! Sore hari mereka kerja 5 jam. Berarti 11 + 5
= 16 jam! Setelah makan malam, masih ada 2 jam lagi kerja
lembur... Artinya 16 + 2 = 18 jam!!!
Apa yang dialami ABK di kapal China, kerja 18 jam dengan
bayaran seperti tertulis dalam berita itu sama sekali
bukan fantasi!! Coba antek remo dan konco-konco pendukung
China kapitalis itu disuruh kerja 18 jam tiap hari,
seperti robot!!!
Gampang sekali ngomong, kapitalis yang nakal, hukum
saja....Selesai perkara, bukan?? Ha...ha... Sudah lupa
ajaran Marx dan Lenin tentang Negara dan mesin Negara
serta fungsinya??? Berapa kasus pelanggaran HAM yang sudah
diselesaikan dengan adil di Indonesia???Ratusan konflik
tanah, bahkan konflik yang dimenangkan di MA pun, tidak
dijalankan. Di AS, segregasi atas dasar ras sudah
dinyatakan ilegal di konstitusi, tapi sampai hari ini,
2020, masih banyak sekali orang kulit hitam yang
didiskriminasi... Di China kapitalis, buruh yang nuntut
diterapkannya hukum yang berlakupun akhirnya di phk,
dipenjara, diculik!! Apa nanti kata antek remo...Ah,ajaran
Marx dan Lenin bukan dogma, kenapa tidak bisa dikritik dan
„ „ ‘”dikembangkan“??? Ya itulah orang remo, kerjanya
merevisi ajaran Marx, lenin dan Mao!!!
*One Day*
by “I Love Cilantro” (/Wo Ai Xiangcai/)
Working in the factory has turned me into a robot. I live
a mechanical existence. Almost every day I repeat my role
in the same scenes.
The alarm clock wakes me up at exactly 7:20 in the
morning. I go to the toilet, wash my face, change my
clothes, no time to brush my teeth, I take my key and run
straight to the factory. I get to the canteen a bit before
7:40, find a bowl, and rush to the window where they serve
food. The aunty on the other side of the window serves me
a bowl of porridge and a pancake about as thin as paper.
This is my breakfast. Because I can’t fill my stomach, and
the canteen won’t give me an extra pancake, I often buy a
couple of steamed buns on the street. It’s the only way I
can make it until noon.
Our workshop is on the fourth floor. We make facemasks.
Each work post has a production quota, determined by
specialized employees who stand behind our backs, timing
us with a stopwatch. They always try to raise the quota by
counting more than we actually produce. Moreover, they do
this in the morning when we have the most energy, forcing
us to repeat that speed for 11 hours. Otherwise we don’t
reach the quota and have to do unpaid overtime. Most
workers can’t meet the monthly quota. Although the
management in this workshop isn’t particularly strict, and
you need no special permission for a leave of absence,
everyone is self-conscious. Some don’t even go to the
toilet—not because they don’t need to go, but because
they’re afraid they won’t meet the production quota if
they do. Most people wait until they finish their work, so
the toilets are always packed at the end of a shift.
When it’s time for our break, the line leader gives the
order to stop the line, then we queue up and wait for him
to tell us when it’s OK to leave. We’re supposed to punch
out one by one in an orderly fashion, but the queue tends
to break up when we’re all eager to get to the canteen as
quickly as possible, so the line instructors usually stand
by the queue—supposedly to enforce discipline, but
generally they just yell at us. By the time I finally
punch out, change my overalls and shoes, and run down from
the fourth floor to the canteen, it’s already packed with
200 people queued up in front of four windows. I grab a
bowl, walk to the end of a queue, and then wait and wait,
peeking into other people’s bowls to see what’s being
served. When my turn finally comes up, I realize the dish
I wanted is long gone, and all that’s left is the stuff
that not only I but everyone dislikes. But I have no
choice, so I take a few scoops of pickled vegetables to
fill my stomach (and complain later). I often complain
about the lack of decent food to my coworkers, but they
blame me for running late, saying if only I hurried up
there would be plenty to eat. Although I don’t argue, I’m
always thinking that with a certain amount of people and a
certain amount of food, it shouldn’t matter who arrives
first or last; even if I came earlier, that would just
mean someone else wouldn’t get to eat.
Although the food is bad, I have to eat something—I’m
thinking about the five hours of work I have to do in the
afternoon, so I manage to gulp it down somehow. The
afternoon shift is the same as the morning one, an endless
stamping of facemasks (that means welding together the
mouth cover and ear straps). Eating dinner feels like
eating a cloned version of lunch: everything is exactly
the same. Sometimes I think my canteen fee is spent
entirely on pickled vegetables—it’s not worth it, but
there’s nothing I can do. Going outside to eat takes too
much time, and I’m sure the street stalls are even less
sanitary than the canteen. Although my coworkers sneer at
hearing this, I keep hoping the canteen will improve.
After dinner, there are two more hours of overtime. This
is the easiest part of the day, since we know it’s almost
over, at least. As we get close to the end, everyone grows
excited, as if we’re about to be “liberated.” That’s why
we work really fast in the evenings and seem incredibly
energetic. We’re finally done, freed, and after walking
out of the factory gate, the fatigue weighing down my body
unconsciously melts away into the noise of the commercial
district. I also forget the repression of the shop floor,
as if all that’s left is the unbearable physical
exhaustion. Only then do I realize that I really spent
myself in the workshop.
I repeat this kind of existence day after day, on the shop
floor, unable to see the sun, seldom going to the toilet
even once. It goes so far that I’m afraid the sunlight
will hurt my eyes! Although this is just one day, perhaps
this will be my entire life as long as I’m “affirming” my
labor-power in the factory.
Sent from Mail
<https://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=550986> for
Windows 10