https://www.antaranews.com/berita/1495596/pospol-di-paniai-papua-diserang-otk-empat-pucuk-senpi-dibawa-kabur
Pospol di Paniai Papua diserang OTK, empat pucuk senpi dibawa kabur Sabtu, 16 Mei 2020 11:27 WIB [image: Pospol di Paniai Papua diserang OTK, empat pucuk senpi dibawa kabur] Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat ditemui awak media. ANTARA/Evarukdijati/am. Jayapura (ANTARA) - Sekelompok orang tak dikenal (OTK),Jumat malam (15/5), sekitar pukul 22.30 WIT melakukan penyerangan ke pos polisi 99 Ndeotadi, Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai, Papua, dan membawa kabur empat pucuk senjata api. Selain membawa kabur empat pucuk senpi organik Polri, kelompok tersebut juga mencederai Briptu Kristian Paliling yang saat itu sedang menjaga pospol hingga menyebabkan luka serius. Pospol 99 Ndeotadi masuk dalam wilayah Polres Paniai. Baca juga: Karyawan PT WIKA ditembaki OTK di Pegunungan Bintang <https://www.antaranews.com/berita/1332830/karyawan-pt-wika-ditembaki-otk-di-pegunungan-bintang> Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw kepada Antara, Sabtu, mengakui terjadinya insiden penyerangan yang menyebabkan satu anggota Polri terluka serta merampas dan membawa kabur empat pucuk senpi. Belum dapat dipastikan siapa pelaku penyerangan tersebut, aku Irjen Pol Waterpauw seraya menambahkan, saat insiden penyerangan terjadi tiga rekan korban masih sedang menghadiri rapat yang dilakukan warga. Baca juga: Papua Terkini - Kawasan perkantoran milik Pemkab Yalimo dibakar OTK <https://www.antaranews.com/berita/1080496/papua-terkini-kawasan-perkantoran-milik-pemkab-yalimo-dibakar-otk> Saat ini sedang diupayakan untuk mengevakuasi korban agar dapat penanganan terhadap luka-luka yang dideritanya. "Besok, Minggu (17/5) saya akan ke TKP," kata Kapolda Papua Irjen Pol Waterpauw. Pospol 99 Ndeotadi berada di kawasan penambangan emas rakyat dan hanya dapat dijangkau dengan menggunakan helikopter. Baca juga: OTK tembak tukang ojek di Paniai, Papua <https://www.antaranews.com/berita/355984/otk-tembak-tukang-ojek-di-paniai-papua> Pewarta: Evarukdijati Editor: Joko Susilo COPYRIGHT © ANTARA 2020
