Bung Djie, Selamat pagi,
Sepertinya kalau menjadi calon pecabat tinggi atau calon presiden selain kriteria etnik dan agama harus punya banyak fulus, jadi orang berpendatan cukup "from hand to mouth" sangat sulit atau tak mungkin, tetapi kalau ada yang mau sumbang uang kampanye dan segala macam ongkos, termasuk nasi bungkus untuk pemilih dsbnya., sebab menurut Sandiaga Uno dalam ideo itu untuk capers, dia mengeluarkan uang sebanyak Rp 600 miliar (US$ 60,--juta?) . Kalau tanam modal sekian banyak itu mesti ada laba, jika dipilih. Jadi politik itu juga bisnis pribadi. Salam,
