Bung Sunny, Sandiago Uno itu teman Eric Thohir sejak kecil. Orang tua mereka sama2 kerja di Astra. Haji Thohir dan istrinya dulu pernah jadi juru rawat di rumah sakit Husada. Istri haji Thohir, darin keluarga Tionghoa, teman baik keluarga Tjia Kian Liong dan istri Ir. Teddy Rachmat. Teddy Rachmat tahun lalu dapat gelar doctor dari ITB, dan haji Thohir ditawari pekerjaan di Astra. Mulai dari kerja administrasi, hingga jadi direktur dan salah satu pemegang saham dari Astra. Orangnya terkenal pekerja keras dan jujur. Harap saja Eric Thohir tidak lupa akan pesan bapaknya untuk kerja sungguh2 dan jujur. Sandiaga Uno itu disekolahkan di Amerika oleh anak Tjia Kian Liong. Setelah lulus diberi kerjaan antara lain urusi tanah. Tetapi dia banyak akal, sehingga tanahnya jatuh ke tangan Sandiaga sendiri. Istri Tjia Kian Liong yang sudah tua, hanya berkomentar : Sandiaga itu lihay. Lihay bisa berarti pintar, cerdas, bisa juga berarti licik... Pengusaha memang ada macam2, ada yang dukung orang tertentu supaya nantinya gampang dapat perijinan. Ada juga yang sumbang kedua kubu yang bertentangan.. Cari aman, supaya kalau salah satu menang, tidak dipersulit. Ada juga yang lihat, o, yang ini pasti menang, lalu sumbang pada kubu ini lebih banyak. Ada juga yang punya kesadaran politik, yang diam2 nyumbang dalam jumlah besar dan selalu menyembvunyikan kalau perusahaannya sebenarnya besar luar biasa, tetapi dari dulu selalu low profile, takut diambil Suharto atau anaknya. Dulu ada mahasiswa di ITB, selalu low profile. Duduk di senat mahasiswa tidak diketahui kalau orang CGMI. Pada zaman ORBA tidak diketahui, bisa jadi rektor. Hanya kerja jujur, kerja benar2, jadi teladan di bidangnya. Yang gembar gembor banyak yang langsung tertangkap, disiksa sampai sebut macam2. Salam, Djie
Op zo 17 mei 2020 om 09:32 schreef Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]>: > > > > Bung Djie, > > Selamat pagi, > > Sepertinya kalau menjadi calon pecabat tinggi atau calon presiden selain > kriteria etnik dan agama harus punya banyak fulus, jadi orang > berpendatan cukup "from hand to mouth" sangat sulit atau tak mungkin, > tetapi kalau ada yang mau sumbang uang kampanye dan segala macam ongkos, > termasuk nasi bungkus untuk pemilih dsbnya., sebab menurut Sandiaga Uno > dalam ideo itu untuk capers, dia mengeluarkan uang sebanyak Rp 600 miliar > (US$ 60,--juta?) . Kalau tanam modal sekian banyak itu mesti ada laba, jika > dipilih. Jadi politik itu juga bisnis pribadi. > > Salam, > > >
