Panjaitan sulit jahit mulut orang.......

Op ma 18 mei 2020 om 02:21 schreef ChanCT [email protected] [GELORA45] <
[email protected]>:

>
>
> cebook
> <https://www.facebook.com/sharer.php?u=https://suaraislam.id/berat-beban-luhut-pandjaitan-hadapi-said-didu/>
> Twitter
> <https://twitter.com/intent/tweet?text=Berat%20Beban%20Luhut%20Pandjaitan%20Hadapi%20Said%20Didu&url=https://suaraislam.id/berat-beban-luhut-pandjaitan-hadapi-said-didu/&via=suaraislamID>Bagi
> Via Email
> <?subject=Berat%20Beban%20Luhut%20Pandjaitan%20Hadapi%20Said%20Didu&body=https://suaraislam.id/berat-beban-luhut-pandjaitan-hadapi-said-didu/>
> Cetak
> <https://suaraislam.id/berat-beban-luhut-pandjaitan-hadapi-said-didu/#>
>
> Menyusul laporan Luhut Binsar Pandjaitan (LBP) ke polisi, mantan
> Sekretaris Menteri BUMN Muhammad Said Didu (MSD) sudah diperiksa Bareskrim
> Polri, Jumat (15/5/2020). Pemeriksaan berlangsung 12 jam.
>
> Pak Luhut memberikan teladan yang baik. Dia menempuh jalur hukum untuk
> mencari keadilan. Dia merasa MSD mencemarkan nama baiknya.
>
> Pantas diapresiasi. Pak Luhut memang perlu membela namanya yang selalu
> baik itu. Mungkin baru kali ini beliau merasa ada orang yang merusak nama
> baiknya.
>
> Pak Luhut mulanya menyampaikan somasi. Menuntut permintaan maaf dari Pak
> Said. Supaya tidak dibawa ke polisi.
>
> Tetapi, Pak Said tidak meminta maaf. Dia merasa tidak mencemarkan nama
> baik LBP. Ketika dia dalam obrolan dengan Hersubeno Arief mengatakan: “…di
> dalam kepala Luhut itu hanya ada uang, uang dan uang…”, Pak Said mengatakan
> bahwa yang dia persoalkan adalah perilaku seorang pejabat negara yang hanya
> memikirkan soal ekonomi di tengah kondisi yang sedang sulit. Bukan
> mengatakan bahwa Luhut hanya memikirkan keuntungan pribadi.
>
> Tetapi, bagi Pak Luhut, ucapan MSD itu dianggap sebagai serangan pribadi.
> Karena MSD tidak mau meminta maaf, Pak Menko pun melanjutkannya ke
> Bareskrim.
>
> Sekarang, akan berlangsung pertarungan hukum. Sesuatu yang tentunya sangat
> menarik untuk disaksikan.
>
> Pak Luhut diwakili oleh empat advokat hebat. Sedangkan Said Didu dibela
> oleh puluhan pengacara. Mungkin ratusan. Semuanya pengacara relawan.
>
> Siapakah yang ‘kuat’ diantara kedua pihak yang berperkara ini? LBP atau
> MSD?
>
> Luhut tentu sangat kuat. Karena beliau memang ‘orang kuat’. Pertama, dia
> adalah tangan kanan Presiden. Kekuasaannya di pemerintahan sangat besar dan
> luas. Kedua, dia memiliki jaringan solid yang menjangkau ke seluruh
> penjuru. Ketiga, LBP memiliki ‘unlimited resources’ yang mampu mengirimkan
> pesan kepada semua orang bahwa dia adalah ‘orang kuat’.
>
> Bagaimana dengan Said Sidu? Dia mantan pejabat. Tidak punya kekuasaan.
> Apalagi sekarang dia beroposisi. Tetapi, opini publik ada di belakang Said.
> Sentimen kekinian juga berkubu ke tokoh “Sembilan Oposisi” harapan rakyat
> ini.
>
> Selain itu, paket semangat terbesar dikirimkan oleh 800-an pensiunan
> tentara dan polisi. Dari yang berpangkat rendah sampai yang tertinggi. Ada
> Sersan, ada Peltu, ada Kapten, Mayor, Letkol, Kolonel, AKBP, dlsb.
>
> Di antara yang mendukung itu ada 34 Brigjen dan 14 Mayjen. Ada satu
> jenderal berbintang tiga, dan satu bintang empat AL yaitu Laksamana Slamet
> Subianto (mantan KSAL). Semuanya pensiunan.
>
> Juru Bicara Luhut, Jodi Mahardi, mengatakan nama para jenderal itu
> dicatut. Tetapi, sejauh ini para jenderal tidak mengatakan nama mereka
> dicatut.
>
> Paket semangat juang dari para jenderal ini sangat penting bagi Pak Said.
> Dukungan mereka membuat Pak Luhut seperti mantan jenderal yang tak
> berteman. Terkucil sendirian.
>
> Siapakah yang paling berat bebannya dalam perkara ini? LBP atau MSD?
>
> Yang jelas, Said Didu dipersepsikan memiliki pijakan moral yang kuat.
> Dilihat sebagai pejuang rakyat. Yang menyuarakan aspirasi masyarakat. Dan
> tidak memiliki kepentingan pribadi apa pun. MSD tak punya beban apa-apa.
>
> Sebaliknya, Pak Luhut dianggap memperkarakan Said tanpa landasan moral.
> Dia dipandang sebagai penguasa yang sewenang-wenang. Yang arogan. Tidak
> membela rakyat.
>
> Siapakah yang akan menang? Bagi masyarakat, Said Didu sudah menang sejak
> awal. Masuk penjara pun dia, Said tetap dianggap menang. Bahkan dianggap
> sebagai pahlawan rakyat.
>
> Sebaliknya, Luhut akan dilihat sebagai orang yang kalah sejak awal.
> Meskipun dia nanti berhasil memenjarakan Said.
>
> Yang menjadi masalah, bagaimana kalau MSD tak terbukti mencemarkan nama
> baik LBP? Siapkah Luhut kalah dalam kasus ini?
>
> Tampaknya, dilematis bagi Pak Menko. Sebab, kalau tak terbukti bersalah,
> publik akan menafsirkannya dengan sederhana bahwa Said benar.
>
> Jadi, berat beban Pak Luhut menghadapi Said Didu. []
>
> 17 Mei 2020
>
> *Asyari Usman*
> *(Penulis wartawan senior)*
>
> sumber: *facebook asyari usman
> <https://www.facebook.com/asyari.usman/posts/273421357163522>*
>
> 
>

Kirim email ke