Hebat benar tulisannya dan namanya Ichwan Kalimasada.
Wah jimat sakti Kalimasada : https://id.wikipedia.org/wiki/Jamus_Kalimasada
Di Indonesia sampai di Eropa terkenal ilmu tenaga dalam Kalimasada.
Oom saya pernah belajar ilmu tenaga dalam Kalimasada di negeri Belanda,

Op ma 18 mei 2020 om 07:14 schreef Al Faqir Ilmi [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:

>
>
> *Aktivis Makassar Bongkar Kebenaran Dibalik Hoaks TKA China di Marowali*
>
> *Ketulusan seorang Jokowi beserta jajarannya dalam bekerja membuahkan
> hasil. Satu persatu isu yang membuat publik ragu akan tersingkap
> kebenarannya. Kini isu hoaks TKA China yang katanya bekerja jadi buruh
> kasar, demo TKA China, isu pelarangan ibadah dan pekerja wanita tak boleh
> mengenakan jilbab serta isu Jokowi gunakan TKA China untuk kuasai aset
> Indonesia akhirnya terjawab sudah kebenarannya.*
>
> *Seorang aktivis bernama Ichwan Kalimasada membongkar kebenaran dibalik
> berbagai hoaks di Marowali tersebut dengan turun langsung ke lapangan.
> Dalam profilnya disebutkan ia kini bekerja sebagai bussiness connexion dan
> mempelajari sosiologi di Universitas Hasanuddin, Makassar.*
>
> *Selain membagikan utas di twitter yang diretweet hampir 200 kali, diapun
> menulis status serupa di fb miliknya. Berikut statusnya yang kini viral:*
>
>
> *Menyingkap tabir HOAX Morowali.*
>
> Adalah PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) yang disebut-sebut
> dalam hoax Morowali tersebut. Dari yang awalnya sebatas isu Tenaga Kerja
> Asing (TKA) asal Cina, lalu berkembang lebih liar lagi semisal adanya
> larangan beribadah (sholat), dan larangan penggunaan jilbab untuk para
> karyawati yang beragama Islam.
>
> Entah apa tujuan dari isu-isu yang dibuat oleh oknum tidak bertanggung
> jawab tersebut, tapi yang jelas, isu tersebut harus dijernihkan, dan
> diluruskan beritanya. Salah satu caranya adalah dengan melakukan fact check
> ke lapangan, atau observasi langsung ke sumbernya, dan itulah yang saya
> lakukan bersama beberapa kawan aktivis.
>
> Dari hasil penelusuran yang kami lakukan di IMIP, baik melalui pengamatan
> di area kerja, maupun audiensi dengan banyak pihak, mulai dari para pekerja
> hingga ke jajaran direksi, maka saya sampaikan beberapa poin isu dan
> faktanya sebagai berikut:
>
> *1) Isu soal banyaknya TKA asal Cina.*
>
> Fakta >> Jumlah TKA di IMIP adalah 3.148 orang dari total karyawan yang
> berjumlah 30.428. Itu artinya, jumlah TKA hanya sekitar 10% dari
> keseluruhan karyawan, dan itu jelas tidak melanggar batas ketentuan
> peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.
>
> *2) Isu soal adanya pelarangan beribadah (sholat) bagi pekerja. *
>
> Fakta >> Perlu diketahui bahwa di dalam kawasan IMIP itu terdapat 4 masjid
> dan 20 mushola yang setiap bulan mampu mengumpulkan dana infak jamaahnya
> hingga 200 juta rupiah. Nah, bagaimana mungkin dana infak sebesar itu dapat
> terkumpul kl tidak ada jamaah yg sholat di sana?
>
> *3) Isu soal pelarangan jilbab. *
>
> Fakta >> Para pekerja wanita yang kami temui membantah isu tersebut, dan
> kami juga melihat langsung bahwa banyak sekali pekerja wanita yang
> berjilbab. Semua itu bisa dibuktikan melalui foto-foto yang menyertai
> tulisan ini.
>
> *4) Isu soal demo TKA*.
>
> Fakta >> Tidak ada demo TKA, yang melakukan demo kemarin adalah para
> pekerja lokal terkait permintaan kenaikan gaji pokok. Terkait hal ini,
> jajaran direksi mengabulkan angka maksimal kenaikan sebesar 13% dari 20%
> yang dituntut pekerja lokal.
>
> *5) Isu soal TKA yang dipekerjakan pada jenis pekerjaan kasar. *
>
> Fakta >> TKA asal Cina yang berada di sana hampir seluruhnya bekerja
> sebagai operator alat yang memang berteknologi asal Cina. Mereka sekaligus
> bertindak sebagai trainer bagi pekerja lokal dalam rangka alih teknologi.
> Makanya, dari waktu ke waktu jumlah TKA akan semakin berkurang, sehingga
> pada tahun 2023 diproyeksikan hanya akan ada 5% (maksimal) TKA dari total
> karyawan 100.000 orang.
>
> *6) Isu Jokowi mengundang Cina untuk menguasai aset Indonesia (IMIP). *
>
> Fakta >> IMIP berdiri pada 19 September 2013 yang merupakan tindak lanjut
> dari penandatanganan perjanjian B to B di hadapan Presiden SBY dan Presiden
> Xi Jinping di hotel Shangrila Jakarta pada 3 Oktober 2013, yang sekaligus
> dalam rangka mematuhi UU Nomor.4 Tahun 2009 tentang Mineral dan Batubara
> yang menetapkan larangan ekspor mineral mentah mulai 12 Januari 2014. Nah,
> semua itu terjadi sebelum era pemerintahan Presiden Jokowi.
>
> *7) Isu TKA digaji lebih tinggi dari TKI. *
>
> Fakta >> IMIP adalah perusahaan profesional di bidangnya, dan sebagaimana
> perusahaan-perusahaan lain, mereka memiliki standar pengupahan yang merujuk
> kepada aturan ketenagakerjaan, termasuk di dalamnya standar keahlian dan
> jabatan. Di IMIP gaji awal untuk lulusan SMA ada di kisaran angka 4,2 juta,
> masih sedikit lebih tinggi dari upah rata-rata nasional yang berada di
> angka 3 jutaan.
>
> *8) Isu soal TKA Cina yang disembunyikan bila ada kunjungan pihak luar ke
> IMIP. *
>
> Fakta >> Sistem kerja di IMIP itu dibagi ke dalam 3 shift karena
> beroperasi penuh 24 jam, dan sementara IMIP sendiri terdiri dari beberapa
> perusahaan di dalamnya. Jumlah TKA yang sekitar 3 ribuan itu hanya sekitar
> seribuan dalam tiap shiftnya, dan itupun terbagi lagi ke dalam beberapa
> perusahaan. Jadi bukanlah hal yang mengherankan ketika anda berkunjung ke
> IMIP, mengelilingi area kerjanya, anda akan jarang berjumpa dengan mereka,
> padahal area kawasan IMIP itu luas banget sekitar 2.000 hektar.
>
> *9) Isu soal adanya bahan makanan yang tidak layak makan pada menu makan
> karyawan.*
>
> Fakta >> Bagian Dapur di IMIP itu besar dengan peralatan-peralatan
> penunjang yang lengkap semisal lemari pendingin untuk menyimpan daging,
> buah atau sayur-mayur. Jadi tidak masuk akal kalau mereka menggunakan
> bahan-bahan yang telah rusak.
>
> Sebagai catatan tambahan :
>
> *1. Keberadaan IMIP juga membawa dampak keuntungan bagi masyarakat
> sekitar. Misal, saat ini banyak warga yang memiliki kontrakan atau tempat
> kost bagi karyawan IMIP dengan jumlah sewa sebesar 1jt/bulan. Sewa yg mahal
> sebetulnya, jika mengingat fasilitas yang tersedia di sana.*
>
> *2. IMIP juga membangun fasilitas kesehatan berupa Poliklinik yang
> melayani masyarakat umum dengan cuma-cuma alias gratis. Anggaran yg
> disedikan IMIP untuk Poliklinik ini mencapai 1,2 sampai 1,4 milyar
> perbulannya, dimana 700juta adalah dana yg dikeluarkan untuk pengadaan obat
> bagi hampir 400 pasien perhari.*
>
> *3. Pajak perusahaan yang diterima negara setiap tahun dari IMIP juga
> besar sekali, yaitu 4 trilyun rupiah (2018), dan estimasi pada 2019 akan
> berkisar di angka 4,8 trilyun rupiah.*
>
> *4. IMIP juga merupakan kawasan industri yang mandiri. Ini bisa dibuktikan
> dengan adanya fasilitas pendukung kawasan seperti pelabuhan khusus, bandara
> khusus, pengolahan air, pabrik oksigen, dan PLTU sendiri.*
>
> *5. IMIP juga bekerja sama dengan Politeknik Industri Logam Morowali yang
> pendiriannya atas inisiasi Kementrian Perindustrian, dimana mahasiswa pada
> semester 4 & 5 akan melakukan magang di IMIP atau selama 1 tahun penuh.*
>
> *Gimana, masih mau percaya hoax?*
>
> Melalui penjelasan lengkap dan menyeluruh seperti di atas, akhirnya kini
> kita tahu siapa yang sebenarnya tak menginginkan negeri ini sukses. Mereka
> kelompok yang sama dari politisi busuk hingga kaum cingkrang mabok agama
> yang sejak dari dulu ingin mengobrak abrik bangsa ini.
>
> Tapi anehnya giliran ada kasus provokasi Papua, keterlibatan aktivis Ravio
> Patra dengan staf Kedubes Belanda dan lain-lain dibiarkan begitu saja. Tak
> ada rasa nasionalisme seperti saat mereka teriak isu muslim uighur atau
> muslim India hingga membakar bendera negara sahabat.
>
> Sebenarnya nasionalisme seperti apa yang hendak mereka perlihatkan? Jelas
> sudah kedatangan TKA China justru sebagai aset untuk transfer of technology
> bagi pekerja lokal. Tak ada yang salah dalam pekerjaan mereka dan harusnya
> malah didukung karena menguntungkan pekerja lokal di sana. Tapi suara
> oposisi malah seakan menuduh pemerintah antek China. Setelah sebelumnya
> gagal mengipasi isu corona karena kasus di China telah selesai dan ada
> protokol ketat yakni karantina 14 hari.
>
> Tapi Tuhan tidak akan tinggal diam negera ini dicabik-cabik para
> pengkhianat dari dalam. Seperti drama DKI 1 yang memainkan suara bergetar
> yang langsung dibongkar wartawan senior Jawa Pos. Kini sebaliknya isu yang
> melemahkan negara justru dibongkar kebenaran dibaliknya oleh aktivis di
> sana. Semoga bangsa ini bisa menang melawan corona temasuk pengkhianat
> bangsa di dalamnya.
>
>
> Dikirim dari Yahoo Mail untuk iPhone
> <https://overview.mail.yahoo.com/?.src=iOS>
>
> 
>

Kirim email ke