https://www.suara.com/news/2020/05/19/143739/lagi-ibadah-salat-tahajud-pengurus-ponpes-digorok-santrinya-sendiri?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler


Lagi Ibadah Salat Tahajud, Pengurus Ponpes Digorok Santrinya Sendiri
Chandra Iswinarno
Selasa, 19 Mei 2020 | 14:37 WIB


Suara.com - Seorang pengasuh Pondok Pesantren (ponpes) Darul Mahmud di Desa
Buay Mandang Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan
(Sumsel) digorok santrinya sendiri saat melaksanakan Salat Tahajud
<https://www.suara.com/tag/salat-tahajud>.

Kapolres OKU Timur AKBP Erlin Tangjaya mengatakan, korban yang diketahui
bernama Imam (55) diketahui sedang melakukan Salat Tahajud bersama korban.

“Kejadian kemarin sekitar pukul 03.00 WIB. Ketika itu korban dan pelaku
sedang salat tahajud bersama di masjid pondok,” katanya seperti dilansir
Solopos.com-jaringan Suara.com pada Selasa (19/5/2020).

Saat khusyuk menjalankan Salat Tahajud, tiba-tiba Harun mendekati korban
dan langsung menggorok lehernya menggunakan pisau. Imam yang mengalami luka
sayatan, kemudian berteriak dan meminta pertolongan santri lain.

“Korban mengalami luka sayatan di leher. Setelah kejadian, langsung dibawa
ke RS Umum Martapura dan sudah ditangani di sana."

Harun kemudian dibekuk petugas untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kepada petugas kepolisian, Harun mengaku sakit hati dengan korban hingga
akhirnya nekat melakukan perbuatan tersebut. Harun mengaku sakit hati
karena dinasehati agar rajin melaksanakan salat.

“Motifnya pelaku sakit hati hingga akhirnya dendam karena dia pernah
dinasihati agar rajin melaksanakan salat. Sebab itulah, si pelaku tega
menggorok leher korban yang tak lain pengasuh ponpes Darul Mahmud tempat
pelaku menimba ilmu,” kata Erlin.

Kini, Harun telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 351
KUHP tentang Penganiayaan Berat.


Santri bernama Harun (24) nekat melakukan perbuatan tersebut pada Senin
(18/5/2020) dini hari.

Kirim email ke