-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1502148/menlu-retno-sebut-covid-19-belum-akan-usai-dalam-waktu-dekat



Menlu Retno sebut COVID-19 belum akan usai dalam waktu dekat

Selasa, 19 Mei 2020 21:01 WIB

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan keterangan pers virtual terkait 
perkembangan penanganan wabah COVID-19, dari Jakarta, Kamis (30/4/2020). 
(ANTARA/Yashinta Difa)
Karena itu, setiap negara harus berjuang untuk memenangkan dua peperangan 
sekaligus. Pertama, perang melawan virus dan kedua adalah perang melawan 
kemunduran ekonomi yang disebabkan oleh virus
Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyebut wabah COVID-19 
belum akan usai dalam waktu dekat, mengingat tren penularan di sejumlah negara 
menunjukkan peningkatan yang justru mengkhawatirkan.

Negara-negara yang disebutnya mencatat peningkatan kasus COVID-19 di antaranya 
Rusia, India, Brazil, Arab Saudi, dan negara-negara Afrika. Selain itu, 
beberapa negara seperti Singapura dan Korea Selatan tengah menghadapi gelombang 
kedua penyebaran COVID-19 karena kasus yang berasal dari luar negeri (imported 
cases).

“Ini menunjukkan COVID-19 masih akan belum selesai dalam waktu dekat,” kata 
Retno dalam Silaturahim Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) 
Sedunia secara virtual dari Jakarta, Selasa.

Mengacu pada data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Retno mengatakan bahwa 
COVID-19 telah menyebar ke 215 negara dan teritori di seluruh dunia.

Penyakit yang disebabkan virus corona baru itu telah menginfeksi 4,6 juta orang 
di seluruh dunia dengan 311.000 kematian.

Baca juga: Menlu: tidak ada pasukan perdamaian Indonesia terinfeksi COVID-19
Baca juga: Indonesia usulkan kolaborasi sektor swasta untuk penuhi pasokan medis

Penyebaran pandemi itu juga telah mengakibatkan perlambatan ekonomi dan ancaman 
resesi global.

“Karena itu, setiap negara harus berjuang untuk memenangkan dua peperangan 
sekaligus. Pertama, perang melawan virus dan kedua adalah perang melawan 
kemunduran ekonomi yang disebabkan oleh virus,” kata Retno.

Meskipun mengalami penurunan tajam secara ekonomi, Retno bersyukur melihat 
pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2020 yang disebutnya lebih 
baik dibandingkan negara lain.

Pada kuartal pertama 2020, ekonomi Indonesia tumbuh 2,97 persen atau melambat 
dibandingkan 5,07 persen pada kuartal pertama 2019.

Sedangkan China mencatat pertumbuhan pada minus 6,8 persen pada kuartal pertama 
2020, atau terjun bebas dari pertumbuhan positif 6,4 persen pada kuartal 
pertama 2019.

Demikian halnya Singapura yang ekonominya tumbuh melambat pada minus 2,2 persen 
dibandingkan positif 1 persen, serta Uni Eropa yang mencatat pertumbuhan pada 
minus 2,7 persen dibandingkan positif 1,7 persen---pada periode yang sama.

“Sudah bisa dipastikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua 2020 akan 
lebih berat dan kemungkinan besar mengalami penurunan lebih tajam,” kata Retno.

Baca juga: Menlu Retno sebut NU berperan penting dukung upaya lawan COVID-19
Baca juga: Menlu Retno ajak umat bersama memenangkan jihad melawan COVID-19

Pewarta: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke