Bung Arke, Beberapa puluh tahun yang lalu, saya pernah digigit serangga waktu bersepeda di vacantiepark di Belgia. Langsung ke rumah sakit., langsung disuntik oleh dokternya orang Vietnam tanpa ditanya dulu kartu verzekeringnya. Habis dibehandel saya tanya, mesti bayar berapa. Dia bilang, nanti diberitahu asistentenya. Saya cuma disuruh isi formulir. Tidak ditanya pasport, tidak dilihat kartu verzekering. Ajaib, kok percaya penuh. Sampai di Nederland seminggu kemudian dapat tagihan, tidak seberapa kalau dibandingkan di Nederland. Sudah murah, juga cepat pelayanannya, tidak dioper ke sana kesini. Wah, di negeri Belanda saya sakit sejak juni tahun yang lalu, sampai masuk 3 rumah sakit dan berbagai laboratorium. Untungnya chirurg dari rumah sakit kedua, tidak berani operasi saya karena liver abses dan dikelilingi cairan. Dioperkan ke colleganya dari Vrije Universiteit Medisch Centrum yang sudah biasa menangani kasus2 yang sulit. Wah di Medisch Centrum ini bagus pelayanannya, dari verpleegsternya sampai dokter2nya. Ruangannya besar, bersih, kain2 lakennya juga putih bersih. Yang operasi saya dokter wanita, jam 10 malam selama 5 jam sampai saya sadar. Dia gantikan chirurg yang mestinya jam 2 siang operasi saya, yang sudah beberapa kali periksa saya. Ternyata dia terlalu capai hari itu karena ada patient2 yang operasinya sangat sulit, makan waktu lama. Ya, saya nerimo saja. Sebelumnya dokter chirurg laki2 sudah beritahu saya, kalau collega2nya sama baiknya dalam mengoperasi. Jadi kalau dia sampai berhalangan, karena istrinya melahirkan, saya akan dioperasi orang lain. Ya, bung Arke, pikir2 kok seperti nyowo balen. Kalau orang sekarang, bilang dapat bonus........ Salam, KH
Op za 23 mei 2020 om 08:07 schreef A Awind [email protected] [GELORA45] < [email protected]>: > > > whatsapp://send?text=Kelas BPJS Kesehatan Mau Dilebur, Ini Kata Kemenkeu > https://money.kompas.com/read/2020/05/22/170700926/kelas-bpjs-kesehatan-mau-dilebur-ini-kata-kemenkeu?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Mobile > > > >
