Bung Arif,
Banyak terimakasih. Ya, saya dulu sehat2. Belakangan jadi
langganan
dokter. Waktu berat badan saya turun dari 83 kg ke 75 kg, huisarts saya
gembira, bilang wah kali ini saya berhasil menurunkan berat badan. Dulunya
selalu naik turun antara 80 - 83 kg. Asistentenya malah bilang saya bisa
kurangi insuline saya dua unit.
Teman, cucu dari adik perempuan dr. Cipto Mangunkusumo tulisi saya, harus
cepat minta verwijsbrief dari huisarts untuk ke dokter specialist MDL
(maag, darm,
liver), pasti ada yang tak beres, kok kehilangan nafsu makan dan berat badan
anjlok begitu cepat. Wah, benar, dari sakit maag, sampai gaalsteen, batu
empedu
sampai abses, dikelilingi cairan. Untung diingatkan teman pada waktunya,
kalau
terlambat ya bablas.....
Sekarang luka sudah sembuh, sudah kering, sudah bisa gerak badan, bersihkan
rumah, cuci2 di dapur, meskipun banyak tidur dan makannya baru 3/4 normal.
Sekarang saya kurus sekali seperti jerangkong, tetapi rambut gondrong,
sudah sejak
decembr tidak pernah cukur.
Salam,
KH
Op za 23 mei 2020 om 10:19 schreef [email protected] <
[email protected]>:
>
>
> Bung Djie yb,
>
> saya ikut bersyukur bhw bung Djie kembali sehat setelah berhasil menjalani
> perawatan medis yg baik.
>
> Semoga bung Djie tetap sehat-sehat dan baik-baiklah selalu.
>
>
>
> Salam hangat,
>
> Arif
>
>
>
> ===
>
>
>
>
>
> -----Original-Nachricht-----
>
> Betreff: Re: [GELORA45] Kelas BPJS Kesehatan Mau Dilebur, Ini Kata Kemenkeu
>
> Datum: 2020-05-23T08:30:33+0200
>
> Von: "kh djie [email protected] [GELORA45]" <[email protected]>
>
> An: "Gelora45" <[email protected]>, "A Awind" <[email protected]>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Bung Arke,
> Beberapa puluh tahun yang lalu, saya pernah digigit serangga waktu
> bersepeda
> di vacantiepark di Belgia. Langsung ke rumah sakit., langsung disuntik
> oleh dokternya
> orang Vietnam tanpa ditanya dulu kartu verzekeringnya. Habis
> dibehandel saya tanya,
> mesti bayar berapa. Dia bilang, nanti diberitahu asistentenya.
> Saya cuma disuruh isi formulir. Tidak ditanya pasport, tidak dilihat kartu
> verzekering.
> Ajaib, kok percaya penuh. Sampai di Nederland seminggu kemudian dapat
> tagihan,
> tidak seberapa kalau dibandingkan di Nederland. Sudah murah, juga cepat
> pelayanannya,
> tidak dioper ke sana kesini.
> Wah, di negeri Belanda saya sakit sejak juni tahun yang lalu, sampai masuk
> 3 rumah sakit
> dan berbagai laboratorium. Untungnya chirurg dari rumah sakit kedua, tidak
> berani operasi
> saya karena liver abses dan dikelilingi cairan. Dioperkan ke colleganya
> dari Vrije Universiteit
> Medisch Centrum yang sudah biasa menangani kasus2 yang sulit. Wah di
> Medisch Centrum
> ini bagus pelayanannya, dari verpleegsternya sampai dokter2nya. Ruangannya
> besar, bersih,
> kain2 lakennya juga putih bersih. Yang operasi saya dokter wanita, jam 10
> malam selama
> 5 jam sampai saya sadar. Dia gantikan chirurg yang mestinya jam 2 siang
> operasi saya, yang
> sudah beberapa kali periksa saya. Ternyata dia terlalu capai hari itu
> karena ada patient2 yang
> operasinya sangat sulit, makan waktu lama. Ya, saya nerimo saja.
> Sebelumnya dokter chirurg
> laki2 sudah beritahu saya, kalau collega2nya sama baiknya dalam
> mengoperasi. Jadi kalau
> dia sampai berhalangan, karena istrinya melahirkan, saya akan dioperasi
> orang lain.
> Ya, bung Arke, pikir2 kok seperti nyowo balen. Kalau orang sekarang,
> bilang dapat bonus........
> Salam,
> KH
>
> Op za 23 mei 2020 om 08:07 schreef A Awind [email protected] [GELORA45]
> <[email protected]>:
>
>>
>>
>>
>> whatsapp://send?text=Kelas BPJS Kesehatan Mau Dilebur, Ini Kata Kemenkeu
>> https://money.kompas.com/read/2020/05/22/170700926/kelas-bpjs-kesehatan-mau-dilebur-ini-kata-kemenkeu?utm_source=Whatsapp&utm_medium=Refferal&utm_campaign=Sticky_Mobile
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>
>
>
>