*Rekomendasi Konsumsi Menu Mengandung Santan Menurut Ahli Gizi *
Kompas.com - 23/05/2020, 12:12 WIB
https://health.kompas.com/read/2020/05/23/121200768/rekomendasi-konsumsi-menu-mengandung-santan-menurut-ahli-gizi?utm_source=Whatsapp
Ilustrasi Opor ayam
Penulis Mahardini Nur Afifah | Editor Mahardini Nur Afifah
KOMPAS.com - Sejumlah hidangan khas Nusantara banyak menggunakan santan
sebagai bahan pembuatannya.
Seperti menu lebaran populer opor ayam, rendang sapi, sambal goreng ati
sapi, dan semur daging sapi.
Beberapa minuman khas juga mengandung santan seperti kolak, cendol,
dawet, sampai doger.
Namun, santan kerap dianggap sebagai biang kolesterol tinggi sehingga
perlu dibatasi konsumsinya. Benarkah?
Baca juga: 3 Manfaat Santan bagi Kesehatan Tubuh
*Santan dan kolesterol tinggi *
Ahli gizi Dr. dr. Tan Shot Yen, M.hum., menjelaskan, santan mengandung
kolesterol tinggi adalah mitos.
Dokter Tan menjelaskan, seperti produk nabati lainnya, santan yang
dihasilkan dari buah kelapa tidak mengandung kolesterol.
"Susu yang dihasilkan hewan itu mengandung kolesterol, sekalipun low
fat. Tapi produk nabati seperti santan, kacang, dan durian itu tidak
mengandung kolesterol," jelas dia, saat dihubungi Kompas.com (22/5/2020).
Menurut Tan, tumbuh-tumbuhan tidak bisa menghasilkan kolesterol karena
tidak membutuhkan kolesterol untuk bertumbuh.
Baca juga: Hati-hati, Kacang Mete Goreng Asin Tak Ramah Hipertensi
*Santan dan lemak *
Semur daging dan kentang, sayur berkuah dengan cita rasa manis gurih.
Semur daging dan kentang, sayur berkuah dengan cita rasa manis gurih.
(SHUTTERSTOCK/ARIYANI TEDJO)
Kendati tidak mengandung kolesterol, namun santan mengandung lemak.
Melansir Medical News Today, santan mengandung lemak jenuh dan tak jenuh
tinggi, serta tinggi kandungan kalori.
Dalam takaran satu cangkir, kalori santan sebesar 445 kkal dan lemaknya
sebesar 48,21 gram.
Akan tetapi, menurut Tan, kandungan lemak tinggi pada santan memiliki
manfaat bagi tubuh apabila dikonsumsi tidak berlebihan.
"Lemak pada santan tinggi, setuju. Tapi ada keistimewaannya, lemak
santan memiliki asam lemak laureat yang bermanfaat bagi tubuh," jelas dia.
Lebih lanjut dia menyampaikan, lemak pada santan saat dikonsumsi dapat
berdampak pada pembentukan lemak darah, termasuk HDL (lemak baik).
"Partikel lipoprotein berat jenis tinggi ini justru bisa melindungi
jantung dan pembuluh darah," kata dia.
Namun, dia mewanti-wanti agar konsumsi santan tidak berlebihan agar
kadar kalori dan lemak tetap terjaga.
Baca juga: Viral Teknik Masak 5 30 7, Ini Kata Ahli Gizi
*Rekomendasi konsumsi menu mengandung santan *
Dokter Tan menyarankan agar konsumsi menu mengandung santan atau
hidangan lebaran cukup satu kali seminggu.
"Seminggu sekali cukup. Semua yang terlalu sering atau kebanyakan tidak
baik. Apalagi ada asam lemak jenuhnya," kata dia.
Selain itu, Tan juga mengingatkan bahaya hidangan mengandung santan
apabila dipanaskan berulang-ulang.
Santan yang dihangatkan atau dipanaskan berulang-ulang, lemak jenuhnya
jadi tinggi dan bisa teroksidasi menjadi radikal bebas.
"Radikan bebas itu yang bahaya bagi tubuh manusia. Jadi masak atau
konsumsi hidangan bersantan yang bisa dihabiskan sekaligus," kata dia.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com/> dengan judul
"Rekomendasi Konsumsi Menu Mengandung Santan Menurut Ahli Gizi",
https://health.kompas.com/read/2020/05/23/121200768/rekomendasi-konsumsi-menu-mengandung-santan-menurut-ahli-gizi?page=all#page2.
Penulis : Mahardini Nur Afifah
Editor : Mahardini Nur Afifah
Dokter Tan menjelaskan, seperti produk nabati lainnya, santan yang
dihasilkan dari buah kelapa tidak mengandung kolesterol."Susu yang
dihasilkan hewan itu mengandung kolesterol, sekalipun low fat. Tapi
produk nabati seperti santan, kacang, dan durian itu tidak mengandung
kolesterol," jelas dia, saat dihubungi Kompas.com (22/5/2020).
Menurut Tan, tumbuh-tumbuhan tidak bisa menghasilkan kolesterol karena
tidak membutuhkan kolesterol untuk bertumbuh.
"Lemak pada santan tinggi, setuju. Tapi ada keistimewaannya, lemak
santan memiliki asam lemak laureat yang bermanfaat bagi tubuh," jelas dia.
Lebih lanjut dia menyampaikan, lemak pada santan saat dikonsumsi dapat
berdampak pada pembentukan lemak darah, termasuk HDL (lemak baik).
"Partikel lipoprotein berat jenis tinggi ini justru bisa melindungi
jantung dan pembuluh darah," kata dia.
Dokter Tan menyarankan agar konsumsi menu mengandung santan atau
hidangan lebaran cukup satu kali seminggu.Santan yang dihangatkan atau
dipanaskan berulang-ulang, lemak jenuhnya jadi tinggi dan bisa
teroksidasi menjadi radikal bebas.
"Radikan bebas itu yang bahaya bagi tubuh manusia. Jadi masak atau
konsumsi hidangan bersantan yang bisa dihabiskan sekaligus," kata dia.