-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1510605/kuba-sebut-dua-obat-covid-19-buatannya-ampuh-tekan-angka-kematian



Kuba sebut dua obat COVID-19 buatannya ampuh tekan angka kematian

Sabtu, 23 Mei 2020 17:27 WIB

Warga mengantre untuk membeli makanan ditengah kekhawatiran akan penyebaran 
virus corona (COVID-19), di pusat kota Havana, Kuba, Minggu (3/5/2020). Gambar 
diambil 3 April 2020. REUTERS/Alexandre Meneghini/hp/djo (REUTERS/ALEXANDRE 
MENEGHINI)
Sekitar 80 persen pasien yang kritis akhirnya sekarat. Di Kuba, dengan 
menggunakan dua obat itu, 80 persen pasien yang kritis atau dalam kondisi 
serius berhasil diselamatkan,
Havana (ANTARA) - Pemerintah Kuba pada minggu ini mengatakan dua obat yang 
dikembangkan oleh industri bioteknologi dalam negeri efektif mengurangi angka 
kematian akibat COVID-19 karena obat itu meringankan peradangan akut 
(hiperinflamasi) pada pasien dengan gejala sakit parah.

Otoritas kesehatan setempat mencatat hanya dua pasien meninggal dunia dari 200 
pasien yang masih dirawat di rumah sakit dalam sembilan hari terakhir. 
Informasi itu menunjukkan Kuba kemungkinan berhasil menanggulangi wabah.

Pemerintah, yang berharap dapat meningkatkan ekspor produk biofarmasinya, telah 
mencoba berbagai macam obat hasil buatannya untuk mencegah penularan virus 
corona jenis baru (SARS-CoV-2), penyebab COVID-19, serta gejala penyakitnya.

Otoritas setempat menyebut angka kematian pada pasien COVID-19 dengan gejala 
sakit parah berkurang setelah dua obat buatan Kuba itu mulai digunakan pada 
April.

Baca juga: Atlet Kuba gunakan alat latihan seadanya di tengah pandemi
Baca juga: Kuba akan kirim tim medis ke Honduras dalam upaya lawan corona

Dua obat itu, itolizumab dan peptida, diyakini dapat menenangkan "badai 
sitokin", kondisi tubuh yang terjadi saat sistem imun mulai menyerang jaringan 
tubuh sehat saat melawan virus.

Itolizumab merupakan antibodi monoklonal yang diproduksi di Kuba dan daerah 
lain, sementara peptida telah memasuki tahap II uji klinis untuk mengobati 
rheumatoid arthritis. Industri bioteknologi Kuba mengklaim jadi yang pertama 
menemukan peptida untuk pengobatan.

"Sekitar 80 persen pasien yang kritis akhirnya sekarat. Di Kuba, dengan 
menggunakan dua obat itu, 80 persen pasien yang kritis atau dalam kondisi 
serius berhasil diselamatkan," kata Presiden Miguel Diaz-Canel, Kamis (21/5) 
saat menghadiri pertemuan yang disiarkan oleh televisi pemerintah.

Sejumlah ilmuwan mengingatkan penelitian terkontrol dengan skala lebih besar 
dibutuhkan guna menguatkan pengetahuan mengenai keamanan dan kemanjuran obat 
COVID-19 tersebut.

Namun, pengobatan hasil uji coba Kuba itu dapat membantu menekan tingkat 
kematian sampai 4,2 persen, sementara rata-rata di kawasan dan dunia 
masing-masing sebanyak 5,9 persen dan 6,6 persen, kata otoritas kesehatan.

Tingkat kematian akibat suatu penyakit dihitung dari banyak variabel, di 
antaranya termasuk tingkat pemeriksaan, kualitas sistem kesehatan, usia dan 
kondisi kesehatan penduduk.

Data resmi menunjukkan Kuba, negara dengan layanan kesehatan universal dan 
sistem perawatan yang baik, berhasil menanggulangi wabah.

Otoritas setempat mencatat kurang dari 20 kasus COVID-19 baru per hari selama 
seminggu terakhir. Angka itu menunjukkan penurunan saat Kuba mencapai lonjakan 
tertinggi 50 sampai 60 pasien per hari pada pertengahan April.

Sejauh ini, Kuba mencatat 1.916 orang dari total penduduk 11 juta jiwa positif 
tertular COVID-19. Dari jumlah pasien positif, 81 di antaranya meninggal dunia.

Dengan demikian, kemungkinan penularan COVID-19 di Kuba hanya mencapai 0,71 
orang per 100.000 penduduk, sementara di Amerika Serikat tingkat penyebaran 
lebih besar dengan 29 orang per 100.000 penduduk, demikian proyeksi dari Johns 
Hopkins University.

Tindakan cepat pemerintah menanggulangi wabah membantu Kuba mengatasi krisis 
kesehatan tersebut. Setelah menutup perbatasan, sekolah dan transportasi umum 
pada Maret, Kuba mewajibkan warga tetap berada di rumah, mengenakan masker, dan 
menggunakan sistem pelacakan yang efektif guna menekan penularan virus.

Sumber: Reuters

Baca juga: Bantuan medis China akhirnya tiba di Kuba di tengah sanksi AS
Baca juga: Kuba mengirim dokter ke Afrika Selatan untuk perangi virus corona

Penerjemah: Genta Tenri Mawangi
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke