-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://otomotif.antaranews.com/berita/1509875/20000-karyawan-nissan-terancam-di-phk-mayoritas-di-eropa



20.000 karyawan Nissan terancam di-PHK, mayoritas di Eropa

    23 Mei 2020 10:33 

20.000 karyawan Nissan terancam di-PHK, mayoritas di Eropa
Umum
Pekerja sedang mengerjakan proses akhir produksi Nissan Micra di pabrik Nissan. 
(ANTARA News/Renault-Nissan-Mitsubishi)
Jakarta (ANTARA) - Nissan Motor Co sedang mempertimbangkan untuk mengurangi 
sebanyak 20.000 tenaga kerja secara global pada lini usaha mereka di Eropa dan 
negara-negara berkembang, menurut laporan media Jepang, Kyodo pada Jumat (22/5).

Rencana pengurangan karyawan kemungkinan akan diumumkan berbarengan dengan 
konferensi pers strategi jangka menengah Nissan pada pekan depan.

Nissan saat berupaya untuk bangkit dari kesulitan. Setelah diterpa turunnya 
penjualan, Nissan juga dihantam masalah industri yang berkaitan dengan COVID-19.

Nissan menolak mengomentari laporan Kyodo.

Baca juga: Nissan GT-R50 Italdesign resmi dikenalkan, hanya 50 unit di dunia

Baca juga: Renault-Nissan akan ungkap rencana strategis terkait COVID-19

Produsen mobil itu mengatakan pada Juli tahun lalu akan memangkas 12.500 
karyawan, 10 persen dari 140.000 tenaga kerjanya.

Jika Nissan menaikkan jumlah PHK itu ke angka yang lebih tinggi, maka akan 
menyamai langkah mereka saat menderita krisis keuangan pada 2009.

Sebelum diterpa COVID-19, Nissan juga sudah bermasalah dengan penurunan 
penjualan dan laba yang memaksa mereka mengurangi strategi penjualan yang 
agresif.

Reuters melaporkan bahwa manajemen Nissan akan merivisi target penjualan hingga 
1 juta mobil dari pencapaian tahun sebelumnya. Mereka juga memilih fokus pada 
pasar yang potensial, misalnya Amerika dan China.

Baca juga: Nissan NV400, ambulans pertama tanpa emisi di Jepang

Baca juga: Strategi Nissan layani pelanggan selama COVID-19

Baca juga: Nissan pangkas biaya 2,8 miliar dolar dan akan matikan Datsun

Pewarta: A087
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2020





Kirim email ke