Carrie Lam: Sambut Keputusan Penyempurnaan Sistem Hukum Keamanan
Nasional dan Mekanisme Pelaksanaannya di Hong Kong
http://indonesian.cri.cn/20200529/2f57c595-d4d8-2461-930d-b248792d3fd0.html
2020-05-29 17:02:08
Kepala Eksekutif Daerah Administrasi Khusus Hong Kong Carrie Lam Cheng
Yuet-ngor hari Kamis (28/05) lalu menyatakan sambutannya atas Keputusan
tentang Penyempurnaan Sistem Hukum Keamanan Nasional dan Mekanisme
Pelaksanaannya di Hong Kong yang diluluskan oleh Kongres Rakyat Nasional
(KRN)Tiongkok.
Dalam pernyataannya kemarin, Carrie Lam menyatakan, Daerah Administrasi
Khusus Hong Kong adalah bagian yang tak terpisah dari Republik Rakyat
Tiongkok, memelihara kedaulatan, keamanan serta kepentingan perkembangan
nasional adalah tanggung jawab konstitusional Daerah Administrasi Khusus
Hong Kong, juga bersangkutan dengan semua warga Hong Kong.
Menurut Carrie Lam, sehubungan dengan badan administrasi dan legislatif
daerah Hong Kong sulit menyelesaikan legislasi yang bersangkutan dengan
pemeliharaan keamanan nasionalnya secara mandiri, maka keputusan yang
diambil KRN seputar Pemeliharaan Keamanan Nasional di Hong Kong untuk
menyempurnakan sistem hukum dan mekanisme penegakannya dari tingkat
nasional sangat diperlukan dan urgen, serta mencerminkan keprihatinan
tanah air terhadap Daerah Administrasi Khusus Hong Kong.
Carrie Lam menunjukkan, Hong Kong mengetahui bahwa berdasarkan Ketentuan
Pasal ke-23 UU Pokok, Daerah Administrasi Khusus Hong Kong masih
memiliki kewajiban legislatif dan harus segera menyempurnakan
undang-undang yang relevan untuk memelihara keamanan nasional.
Carrie Lam menyatakan, Pemerintah Daerah Administrasi Khusus Hong Kong
akan berkoordinasi dengan Komite Tetap KRN untuk sedini mungkin
menyelesaikan pekerjaan legislatif tersebut, dan dengan aktif melaporkan
kondisi konkret Daerah Administrasi Khusus Hong Kong dalam proses
tersebut. Dia menyatakan, pihaknya juga akan dengan aktif menjelaskan
tujuan dan arti penting UU tersebut. Pemerintah Daerah Administrasi
Khusus Hong Kong akan meningkatkan pekerjaan penegakan hukum dan
sosialisasi mengenai pemeliharaan keamanan nasional berdasarkan
keputusan bersangkutan, dan menyerahkan laporan kepada pemerintah pusat.
Carrie Lam menekankan pula bahwa keputusan seputar pemeliharaan keamanan
nasional di Hong Kong bertujuan untuk mencegah, menghentikan dan
menghukum pelanggar hukum yang mengancam keamanan nasional walaupun
jumlahnya sangat sedikit. Memelihara kemakmuran dan stabilitas Hong
Kong, menjamin pelaksanaan Satu Negara Dua Sistem, tidak akan
mempengaruhi hak dan kebebasan warga Hong Kong berdasarkan hukum. Satu
Negara Dua Sistem adalah keunggulan terbesar Hong Kong, sedangkan
masyarakat yang stabil dan aman akan menyediakan lingkungan bisnis dan
investasi yang bermanfaat, dan mendorong perkembangan Hong Kong yang
lebih baik di masa depan. Dia yakin, berbagai kalangan Hong Kong akan
mendukung penuh UU terkait.
Pemerintah Daerah Administrasi Khusus HK:
UU Keamanan Nasional Sama Sekali Tak Akan Rugikan Kebebasan dan Hak
Sah Investor Asing
http://indonesian.cri.cn/20200529/25fc3456-1e5d-c8a4-44db-8dcd54e7e139.html
2020-05-29 14:10:25
XINHUA: Menanggapi pernyataan yang dilontarkan kamar dagang nasional AS
dan kamar dagang AS di Hong Kong, juru bicara pemerintah Daerah
Administrasi Khusus Hong Kong menyatakan, mayoritas warga Hong Kong
termasuk investor luar negeri yang mematuhi hukum tidak perlu khawatir
terhadap UU Keamanan Nasional, berbagai kebebasan dan hak sah yang
dinikmati warga Hong Kong dan investor asing tetap 100% terpelihara.
Jika AS secara sepihak mengubah kebijakannya terhadap Hong Hong hanya
akan merugikan kepentingannya diri sendiri.
Jubir tersebut menyatakan, kedudukan istimewa Hong Kong yang diperoleh
dari Satu Negara Dua Sistem selalu berlaku, dan juga karena inilah
sejumlah besar perusahaan asing yang didirikan di Hong Kong mendapat
keuntungan dalam jangka panjang. Satu Negara Dua Sistem merupakan
keunggulan terbesar bagi Hong Kong, dan tetap akan berlaku di masa depan.
Jubir tersebut menunjukkan bahwa selama ini, Hong Kong ternyata memiliki
kebocoran hukum di bidang pemeliharaan keamanan nasional. Kerusuhan
serta insiden kekerasan yang terjadi tahun lalu serta kebangkitan
terorisme lokal sudah secara serius mengancam keamanan nasional, dan
menunjukkan perlunya menambal kebocoran hukum terkait.
Jubir tersebut menekankan, undang-undang keamanan nasional tidak akan
merugikan prinsip Satu Negara Dua Sistem atau merusak mekanisme Hong
Kong yang dianggap sebagai teladan metropolitan internasional. Peraturan
terkait ditujukan kepada aktivitas yang memecah belah negara,
menggulingkan pemerintah serta mengorganisir kegiatan teroris dan
aktivitas kekuatan luar negeri dan eksternal yang mencoba mengintervensi
urusan Hong Kong. Mayoritas warga Hong Kong termasuk investor asing yang
mematuhi hukum tidak perlu khawatir akan hal tersebut.
Jubir menunjukkan, Hong Kong sebagai salah satu pendiri WTO, selalu
dengan aktif berpartisipasi dalam kegiatan APEC, dan akan terus menaati
sistem perdagangan multilateral yang berlandaskan pada peraturan, tidak
menetapkan pembatasan atas sumber dana, dan menyediakan sebuah iklim
persaingan yang adil bagi perusahaan.
Jubir mengatakan pula, kalangan pengusaha sangat mementingkan keamanan
dan kestabilan sebuah ekonomi ketika memilih destinasi investasi,
pekerjaan dan kehidupan. Keguncangan sosial Hong Kong tahun lalu penuh
kekerasan, dan belakangan ini, ternyata fenomena tersebut terjadi
kembali, dengan serius memukul keyakinan kalangan pengusaha dan para
investor, dan juga mempengaruhi pengoperasian industri-industri
penerbangan, ritel, pariwisata dan kuliner.
Jubir menyatakan, Hong Kong dan AS telah membentuk kerja sama yang
bersahabat dan saling menguntungkan di bidang-bidang perdagangan,
bisnis, dan investasi dalam jangka panjang. Sejauh ini, tercatat lebih
dari 85 ribu warga AS yang tinggal atau bekerja di Hong Kong. Sementara
itu, kedua pihak juga menjalin pertukaran sosbud yang mendalam dan luas
di bidang pendidikan, kesenian dan kebudayaan.
Dikabarkan bahwa dalam sepuluh tahun yang lalu, volume surplus
perdagangan AS di Hong Kong tercatat sebagai yang tertinggi di antara
semua mitra dagang AS di seluruh dunia. Dalam kurun waktu 2009 hingga
2018, akumulasi volume surplus komoditinya mencapai 297 miliar dolar AS.
Investasi langsung dari Hong Kong ke AS juga menciptakan lebih dari 210
ribu kesempatan kerja di AS.