*Pertahankan Dialektika Revolusioner Marxisme*
*-**Belajar kembali: Lenin <<Tentang Revolusi Nasional Kami*
*(Komentar atas Catatan N. Sukhanov)*[i]* <#_edn1> >>***
Penulis: *Cui ZhiXiong*
Diterjemahkan: *ChanCT*
Sumber: Harian Belajar 学习时报
<http://paper.cntheory.com/html/2020-05/27/nw.D110000xxsb_20200527_1-A5.htm?tdsourcetag=s_pctim_aiomsg>
http://www.cwzg.cn/history/202005/57865.html
25 Mei 2020
*Sejarah revolusi Tiongkok membuktikan prediksi Lenin. Berdasarkan
kondisi nasional masyarakat semi-kolonial dan semi-feodal di Tiongkok,
Partai Komunis Tiongkok merumuskan garis dan program revolusi Demokrasi
Baru dibawah pimpinan proletariat, yang didasarkan pada persekutuan
Buruh-Tani, bersandar pada rakyat-banyak, dengan menentang imperialisme,
feodalisme, dan kapitalis-birokrat. Menempuh jalan unik dari desa
mengepung kota dan berhasil merebut kekuasaan dengan kekuatan bersenjata
membentuk Republik Rakyat Tiongkok. "Tiga Perubahan utama" mewujudkan
perubahan damai kepemilikan kapitalis dalam proses pembentukan sistem
sosialisme di Tiongkok.*
*Saat berevolusi harus sangat luwes/fleksibel*
Revolusi Oktober menempatkan Rusia di barisan depan gerakan sosialisme
dunia, tetapi keterbelakangan budaya dan ekonomi, kemudian lingkungan
domestik dan asing yang kompleks menimbulkan tantangan serius bagi
kekuasaan sosialisme yang baru lahir itu. Apakah Revolusi Oktober adalah
kesalahan tragis, atau kreatifitas besar yang belum pernah terjadi dalam
sejarah? Berdiri di posisi yang berbeda, setiap orang akan memberikan
jawaban yang berbeda.
Plekhanov mengklaim bahwa "Sejarah Rusia belum menciptakan adonan
tepung-trigu yang siap digunakan untuk dipanggang menjadi roti
sosialisme." Kelas proletariat belum siap merebut kekuasaan, yang
berarti hanya "mendorong kejalan bencana besar dalam sejarah." Kautsky
juga menyerang Revolusi Oktober dengan kedok analisa ekonomi, dengan
alasan Rusia tidak memiliki prasyarat material dan ideologis untuk
sosialisme. Dia menyamakan Revolusi Oktober dengan "kelahiran prematur"
akibat wanita hamil yang melompat-lompat dengan liar, meramalkan anak
yang lahir seperti itu "biasanya tidak akan selamat." Partai Menshevik
Sukhanov juga mengambil sikap mengkritik Revolusi Oktober. Dia menulis
tujuh jilid "Catatan Revolusioner", mengajukan catatan sejarah Rusia
dari Revolusi Februari hingga Revolusi Oktober, menuduh Lenin kurang
memiliki kesadaran. Dengan analisa nya “Mendahului Objektif” (“客观前提”)
sosialisme menegaskan tenaga-produksi Rusia belum berkembang sampai pada
tingkat yang cukup untuk mencapai sosialisme.
Menghadapi kritik Sukhanov dan lain-lainnya terhadap Revolusi Oktober,
Lenin memberikan jawaban yang jitu. Lenin menunjukkan bahwa "tenaga
produksi Rusia belum berkembang ke titik di mana sosialisme dapat
dipraktekkan." Ini "tidak perlu dibantah." Namun, mereka yang
menggunakan argumen ini untuk menyangkal Revolusi Oktober sama sekali
bukan Marxis, tetapi sepenuhnya reformis. Tidak ada keraguan bahwa Marx
dan Engels percaya bahwa kondisi historis tertentu untuk pembangunan
ekonomi adalah prasyarat bagi revolusi sosial. Tetapi pada saat yang
sama, mereka juga menekankan bahwa revolusi sosial bukanlah proses
ekonomi yang sederhana, tetapi produk dari interaksi berbagai kondisi
subjektif dan objektif tertentu. Mengatakan faktor ekonomi sebagai
satu-satunya faktor penentu dalam proses historis hanya akan "mengubah
permasalahan ini menjadi tak berisi sama sekali, abstrak, hanyalah omong
kosong kosong."
Lenin menunjukkan bahwa Perang Dunia Pertama melibatkan Rusia dalam
lautan api dengan menciptakan kondisi persatuan "perang tani" dengan
gerakan buruh. "Di hadapan situasi perjuangan rakyat revolusioner yang
terjadi dalam Perang Imperialis Pertama, adalah jalan keluar yang
terpaksa diambil." mereka harus berjuang keras dan merebut kesempatan
untuk menjalankan revolusi sosialisme, bukan menjiplak sebagaimana
ditempuh jalan mengembangkan kapitalisme di Eropa Barat.
Bandingkan, meskipun Suhanov dllnya mengklaim diri Marxis, "Ketentuan
emas" yang mereka gunakan untuk menentang revolusi sosialis Rusia jelas
bukan Marxisme, tetapi hanya dogmatisme. "Mereka secara buta meniru masa
lalu," dan "Begitu bicara terlepas sedikit dari contoh Jerman yang
digunakan”, juga harus dipertahakan dengan sikap kaku. Akar penyebabnya
adalah bahwa mereka tidak memahami "hal yang menentukan dalam Marxisme,
adalah dialektika revolusioner Marxisme." Mereka bukan saja tidak
memahami Marx menunjukkan "saat berevolusi harus sangat
luwes/fleksibel", bahkan tidak menyadari.
*Gunakan revolusi demi menciptakan prasyarat pembangunan sosialisme*
Hakekat perkembangan masyarakat manusia disebabkan oleh pergerakan
kontradiksi antara tenaga-produksi dengan hubungan-produksi. Tanpa
perkembangan tenaga-produksi, tidak terbayangkan bisa terjadi
berturut-turut berbagai perubahan bentuk sosial. Pada saat bersamaan,
Marx dan Engels menekankan bahwa perlu untuk memperhatikan sejarah dunia
yang saling hubungan secara universal, tetapi bukan hanya gerak
kontradiksi antara tenaga-produksi dengan hubungan-produksi di satu
negara yang berdiri sendiri, juga harus memperhatikan kondisi konkrit
tenaga-produksi dan hubungan-produksi di negara itu, agar menghindari
secara abstraksi membandingkan taraf perkembangan tenaga-produksi
sehubungan dengan revolusi. Jelas terlihat, pengertian Marx dan Engels,
sejarah proses perkembangan masyarakat manusia adalah kesatuan dialektis
universal dan kekhususan.
Sukhanov dllnya percaya bahwa Revolusi Oktober tidak seharusnya terjadi,
dan berkesimpulan tidak boleh mendahului negara-maju kapitalis Eropa
Barat. Alasannya, mereka hanya secara mekanis dan metafisik memahami
dialektika tenaga-produksi dengan hubungan-produksi. Mereka hanya
melihat *"jalan tetap kapitalisme dan perkembangan demokrasi kapitalis
di Eropa Barat" *dan dianggap itulah hukum umum perkembangan dunia,
tanpa menyadari bahwa perkembangan sejarah adalah kesatuan dari
generalisasi kekhususan di setiap tahap perkembangan yang ada. *"Mereka
sama sekali tidak mempercayai pandangan ini: hukum umum perkembangan
sejarah dunia tidak hanya tidak mengesampingkan kekhususan setiap tahap
perkembangan individu dalam bentuk dan urutan perkembangan, tetapi
justru merupakan dasar prasyaratnya."*
Tentu saja, penegasan Lenin bahwa Rusia dapat mengubah urutan
perkembangan sejarah tidak berarti bahwa dia mengabaikan peran
tenaga-produksi yang sangat menentukan itu. Sebaliknya, Lenin selalu
mementingkan prasyarat material sosialisme, menekankan penggunaan
kekuatan politik untuk mengembangkan tenaga-produksi, dan menggunakan
revolusi menciptakan prasyarat ekonomi obyektif untuk pembentukan
sosialisme. Dia mengemukakan "Komunisme adalah kekuasaan Soviet ditambah
elektrifikasi nasional", menekankan bahwa "tanpa industri, kita akan
binasa", dan beranggapan "hanya dengan negara yang berhasil mencapai
elektrifikasi, meletakkan dasar industri, pertanian dan transportasi
dengan teknologi modern, kita bisa mendapatkan kemenangan akhir. "
Menanggapi kritik Suhanov dllnya, Lenin bertanya:
【*/"Anda mengatakan peradaban diperlukan untuk membangun sosialisme.
Hebat. Jadi mengapa kita tidak dapat menciptakan prasyarat untuk
peradaban semacam ini di negara kita terlebih dahulu, seperti mengusir
tuan tanah, mengusir kapitalis Rusia, dan kemudian mulai bergerak kearah
sosialisme? Di mana Anda membaca di buku-buku bahwa urutan sejarah itu
tidak bisa dan tidak mungkin terjadi perubahan seperti itu?"/*
*/"Sekalipun pembentukan sosialisme diperlukan tingkat budaya tertentu
(namun tidak ada yang bisa mengatakan "tingkat budaya" tertentu ini,
karena jelas berbeda di berbagai negara Eropa Barat), mengapa kita tidak
boleh menggunakan cara revolusi lebih dahulu? Untuk mendapatkan
prasyarat mencapai tingkat budaya tertentu ini, dan kemudian dibawah
kekuasaan Buruh-Tani dan sistem Sovyet mengejar tingkat budaya rakyat
negara lain? "/*】
"Pertama-tama, kita harus terkonsentrasi dalam pertempuran nyata, dan
kemudian kita melihat masalah." Melihat ke belakang, pembangunan
masyarakat Rusia sejak Revolusi Oktober, Lenin menunjukkan, kita
"kemudian melihat bagaimana perkembangan rinci seperti Perjanjian
Perdamaian Brest atau Kebijakan Ekonomi Baru (ditinjau dari perspektif
sejarah dunia, tidak diragukan adalah terperinci). Sekarang tidak perlu
diragukan bahwa kita pada pokoknya telah menang."
*Revolusi Nasional Timur akan lebih banyak kekhususan*
Sosialisme pasti akan menggantikan kapitalisme dan merupakan tren umum
perkembangan masyarakat dan sejarah. Namun, karena kondisi nasional yang
berbeda, negara-negara akan memiliki karakteristik yang berbeda dalam
perjalanan menuju sosialisme. Dalam usia tuanya, Marx mengkritik
pandangan bahwa teori asal-muasal kapitalis Eropa Barat benar-benar
berubah menjadi pandangan sejarah filsafat perkembangan umumnya,
menekankan bahwa proses yang dialami Barat tidak dapat digunakan secara
paksa pada negara-negara ekonomi terbelakang, terutama Perkembangan
masyarakat Timur. Seiring dengan menunjukkan keniscayaan Revolusi
Oktober, Lenin mengarahkan pandangannya ke negara-negara timur yang
lebih terbelakang dari Rusia.
Lenin memposisikan Rusia sebagai negara diantara Eropa Barat dan
negara-negara Timur, menunjukkan bahwa kondisi nasional Rusia menentukan
bahwa Revolusi Rusia berbeda dari revolusi Eropa Barat sebelumnya dan
memiliki kekhususannya sendiri. "Dan kekhususan ini akan menghasilkan
hal baru dibeberapa bagian negara-negara Timur." Pada saat yang sama,
karena populasi negara-negara timur sangat besar dan situasi masyarakat
sangat rumit, maka "masa depan revolusi tidak diragukan lagi akan lebih
khusus daripada revolusi Rusia." Setelah Revolusi Oktober, pandangan
Lenin tentang masalah revolusi di negara-negara terbelakang, mengajukan
partai komunis dinegara-negara itu harus membantu gerakan pembebasan
demokrasi borjuasi, mengungkap kekhususan revolusi di negara-negara
Timur. Bagi mereka yang diwakili Sukhanov, karena mereka tidak memahami
dialektika revolusioner Marxis, kekhususan revolusi di negara-negara
Timur demikian ini dalam mimpi mereka pun tidak.
Sejarah revolusi Tiongkok membuktikan prediksi Lenin. Berdasarkan
kondisi nasional masyarakat semi-kolonial dan semi-feodal Tiongkok,
Partai Komunis Tiongkok merumuskan garis dan program revolusi Demokrasi
Baru yang dipimpin oleh proletariat, berdasarkan pada persekutuan
buruh-tani, yang berbasiskan rakyat, dengan menentang imperialisme,
feodalisme, dan kapitalis birokrat. Jalan yang unik dari desa mengepung
kota, dengan kekuatan bersenjata merebut kekuasaan dan mendirikan
Republik Rakyat Tiongkok. "Tiga Perubahan utama" menciptakan perubahan
hak-milik kapitalis secara damai dalam proses pembentukan sistem
sosialisme di Tiongkok.
Penjelasan Lenin tentang dialektika historis perkembangan sosialisme
tetap penuh dengan vitalitas dan energi. Menghadapi perubahan yang belum
pernah terjadi di dunia dalam satu abad, meneruskan penulisan bab-baru
mmpertahankan dan mengembangkan sosialisme dengan karakter Tiongkok,
dalam mewujudkan impian Tiongkok tentang kebangkitan bangsa Tionghoa
yang jaya, tetap mengharuskan kita menjunjung tinggi dan menerapkan
dialektika revolusioner Marxisme.
【Tulisan tersebut awalnya diterbitkan dalam edisi ke-5 "Learning Times"
pada 27 Mei 2020. 】
------------------------------------------------------------------------
[i] <#_ednref1>N. Shukanov, politikus, ekonom dan wartawan terkemuka di
Rusia. Seorang tokoh Partai Menshevik pada tahun 1917. Setelah Revolusi
Februari, ia terpilih sebagai anggota eksekutif Soviet Petrograd. Pada
awal, ia sempat menjadi salah seorang inti pimpinan Soviet, yang
bersedia menyerahkan kekuasaan kepada borjuasi. Ketika kekuatan kompromi
di dalam Uni Soviet semakin meningkat, ia dengan cepat dikeluarkan dari
Menshevik kiri. Kemudian, ia menulis "Kehidupan Baru" sebagai pengikut
Martov. Dia beranggapan tenaga produksi Rusia masih sangat terbelakang
dan belum berkemampuan berperan dalam membangun sosialisme. Mendukung
pemerintah sementara. Namun setelah Revolusi Oktober, dia saat bekerja
sebagai ekonom dan editor jurnal di Moskow, Ural, Berlin, dan
tempat-tempat lain, kemudian sempat menjabat akademisi Akademi Ilmu
Pengetahuan Komunis. Dan diberhentikan pada 1930. Pada 1931, dia sebagai
tokoh Menshevik ditangkap karena terlibat dalam kegiatan
kontra-revolusioner bawah tanah. Dia melancarkan mogok makan beberapa
kali dalam penjara sebelumdibebaskan. Ditangkap lagi pada tahun 1937 dan
ditembak pada tahun 1940.