-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1523784/china-mungkin-akan-serang-taiwan-untuk-hentikan-kemerdekaan



China mungkin akan serang Taiwan untuk hentikan kemerdekaan

Jumat, 29 Mei 2020 19:44 WIB

Petugas kepolisian berjaga di depan gedung kantor Pemimpin saat berlangsung 
upacara pelantikan Pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen, di Taipei, Taiwan, Rabu 
(20/5/2020). ANTARA FOTO/Reuters-Ann Wang/hp.
Beijing (ANTARA) - China akan menyerang Taiwan jika tidak ada cara lain untuk 
mencegah wilayah itu merdeka, ujar salah satu jenderal paling senior negara itu 
pada Jumat.

Pernyataan itu merupakan peningkatan retorika China menyangkut pulau yang 
diklaim Beijing sebagai miliknya itu.

Ketika nerbicara di Aula Besar Rakyat pada peringatan 15 tahun UU 
Anti-Pemisahan, Kepala Departemen Staf Gabungan dan anggota Komisi Militer 
Pusat China Li Zuocheng mengungkapkan kemungkinan penggunaan kekuatan terhadap 
Taiwan.

Undang-undang tahun 2005 itu memberi China dasar hukum untuk melakukan tindakan 
militer terhadap Taiwan jika wilayah itu tampaknya akan atau memisahkan diri, 
membuat Selat Taiwan yang sempit itu menjadi titik api militer yang potensial.

"Jika kemungkinan penyatuan kembali secara damai hilang, angkatan bersenjata 
rakyat akan, dengan seluruh negara, termasuk rakyat Taiwan, mengambil semua 
langkah yang diperlukan untuk secara tegas menghancurkan setiap plot atau 
tindakan separatis," kata Li.

"Kami tidak berjanji untuk mengabaikan penggunaan kekuatan, dan menyiapkan opsi 
cadangan untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan, untuk menstabilkan dan 
mengendalikan situasi di Selat Taiwan," tambahnya.

Meskipun China tidak pernah meninggalkan kemungkinan penggunaan kekuatan untuk 
mengendalikan Taiwan, jarang ada seorang pejabat tinggi militer yang secara 
eksplisit menyatakan ancaman dalam acara publik.

Komentar itu sangat mencolok di tengah kekecewaan internasional terhadap China, 
yang memberlakukan undang-undang keamanan nasional baru pada Hong Kong..

Li adalah salah satu dari beberapa perwira senior China yang memiliki 
pengalaman tempur setelah ikut serta dalam invasi China ke Vietnam pada 1979.

Taiwan adalah masalah teritorial China yang paling sensitif. Beijing mengatakan 
wilayah itu adalah provinsi China, dan telah mencela dukungan pemerintah AS 
yang dipimpin Presiden Donald Trump untuk pulau itu.

Li Zhanshu, pemimpin ketiga paling senior Partai Komunis China yang berkuasa 
dan Ketua Parlemen China, mengatakan pada acara yang sama bahwa cara-cara 
nondamai adalah pilihan terakhir.

"Selama ada sedikit peluang resolusi damai, kami akan melakukan upaya seratus 
kali," kata Li.

"Kami memperingatkan pasukan prokemerdekaan dan separatis Taiwan dengan tegas, 
jalan kemerdekaan Taiwan mengarah pada jalan buntu; setiap tantangan terhadap 
undang-undang ini akan dihukum berat," ia menambahkan.

Taiwan tidak menunjukkan minat untuk dijalankan oleh China yang otokratis. 
Mereka mengecam latihan militer China berulang-ulang di dekat pulau itu dan 
menolak tawaran China untuk model "satu negara, dua sistem" dengan tingkat 
otonomi yang tinggi.

China sangat curiga terhadap pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen, yang dituduh sebagai 
kelompok separatis yang menyatakan kemerdekaan resmi. Tsai mengatakan Taiwan 
sudah menjadi negara merdeka yang disebut Republik China, nama resminya.

Tsai dan Partai Progresif Demokratik-nya yang memenangi pemilihan presiden dan 
parlemen secara telak pada Januari, berjanji untuk melawan Beijing.

Suasana di Taiwan terhadap China memburuk sejak parlemen China mengesahkan 
undang-undang keamanan nasional baru pada Hong Kong, yang diperintah China, 
pada Kamis (28/5).

Tidak ada reaksi langsung dari otoritas Taiwan terhadap komentar dari Beijing  
tersebut.

Namun, seorang pejabat senior Taiwan yang mengetahui perencanaan keamanan pulau 
itu mengatakan kepada Reuters, bahwa Beijing memanfaatkan kesempatan peringatan 
undang-undang itu untuk "mengintimidasi Taiwan" dan "menantang status quo di 
Selat Taiwan."

Sumber: Reuters

Baca juga: China dorong rakyat Taiwan dukung reunifikasi

Baca juga: Kapal perang AS bersiaga dekat Taiwan jelang pelantikan Tsai Ing-wen

Baca juga: Taiwan janjikan bantuan yang diperlukan untuk rakyat Hong Kong
 
Grup hotel internasional di China kembali beroperasi
 

Penerjemah: Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020








Kirim email ke