Diam-diam ada yang dapatkan komisi sekian% dari Trump, Hahahaaa, ...
'B.H. Jo' [email protected] [GELORA45] 於 2020/5/30 下午 06:32 寫道:
Koq Indonesia bisa menjadi anteknya si moron/idiot Trump ttg klorokuin.
Sent from Yahoo Mail on Android
<https://go.onelink.me/107872968?pid=InProduct&c=Global_Internal_YGrowth_AndroidEmailSig__AndroidUsers&af_wl=ym&af_sub1=Internal&af_sub2=Global_YGrowth&af_sub3=EmailSignature>
On Sat, May 30, 2020 at 4:24 AM, Sunny ambon [email protected]
[GELORA45]
<[email protected]> wrote:
https://www.suara.com/news/2020/05/30/145324/who-ultimatum-indonesia-setop-beri-klorokuin-ke-pasien-corona-bahaya?utm_source=izooto&utm_medium=notification&utm_campaign=terpopuler
*WHO Ultimatum Indonesia: Setop Beri Klorokuin ke Pasien Corona,
Bahaya!*
Reza Gunadha
Sabtu, 30 Mei 2020 | 14:53 WIB
WHO Ultimatum Indonesia: Setop Beri Klorokuin ke Pasien Corona,
Bahaya!Ilustrasi hidroksiklorokuin (Freepik)
*"Jadi, ide untuk memberikan obat ini kepada pasien secara
rutin berdasarkan pada bukti [efektivitas] yang tipis
sangatlah tidak masuk akal," kata Stephen.*
**Suara.com - **Organisasi Kesehatan Dunia alias *WHO*
<https://www.suara.com/tag/who> telah mengultimatum pemerinath
Indonesia untuk menghentikan penggunaan dua jenis obat malaria
untuk mengobati pasien virus corona covid-19.
Obat yang dimaksudkan antara lain adalah *klorokuin*
<https://www.suara.com/tag/klorokuin> dan hidrosiklorokuin, yang
batal diuji oleh WHO untuk mengobati pasien covid-19, karena
berisiko menimbulkan gangguan detak jantung pasien dan bisa
menyebabkan kematian.
image
ADVERTISING
Erlina Burhan, dokter yang terlibat dalam menyusun pedoman
perawatan virus corona dan merupakan anggota Perhimpunan Dokter
Paru Indonesia (PDPI), mengonfirmasi larangan dari WHO tersebut.
"Kami telah mendiskusikan hal ini dan masih ada perselisihan. Kami
belum sampai pada kesimpulan," kata Erlina seperti dikutip dari
//ABC.//
**Bisa jadi beracun untuk warga Indonesia**
Stephen Nissen, ahli jantung dan kepala staf akademik di Miller
Family Heart, Vascular & Thoracic Institute di Cleveland Clinic,
Amerika Serikat, mengatakan terkejut mendengar Pemerintah
Indonesia pernah merekomendasikan penggunaan obat tersebut.
"Kita tahu produksi obat ini langka, namun dapat menimbulkan efek
samping penyakit kardiovaskular yang sangat berbahaya, yaitu
gangguan detak jantung yang susah disembuhkan," kata dia.
"Jadi, ide untuk memberikan obat ini kepada pasien secara rutin
berdasarkan pada bukti [efektivitas] yang tipis sangatlah tidak
masuk akal."
Sementara itu, Jane Quinn, peneliti farmakologi di Charles Sturt
University di Australia mengatakan obat anti-malaria dapat
menimbulkan dampak yang lebih parah melihat dari profil enzim
warga Indonesia.
"Melihat bukti yang sudah ada dari [profil enzim] global, populasi
Indonesia sebenarnya kurang efisien dalam memecahkan klorokuin dan
*hidroksiklorokuin*
<https://www.suara.com/tag/hidroksiklorokuin> ini," kata Jane.
Menurutnya, bagi orang Indonesia, obat ini justru kemungkinan
menurunkan efektivitas pengobatan lainnya dan menimbulkan racun.
//Reuters, //sebagai pembuat artikel ini, sudah menghubungi juru
bicara WHO, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan juru bicara
Gugus Tugas COVID-19, namun belum menerima respon hingga artikel
ini diterbitkan.
**Produksi klorokuin di Indonesia**
Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang paling aktif
menganjurkan penggunaan obat malaria klorokuin dan
hidrosiklorokuin dalam menangani pasien bergejala ringan hingga parah.
Menurut laporan Kementerian Kesehatan, perusahaan di Indonesia
memiliki target untuk memproduksi 15,4 juta dosis kedua obat
tersebut di bulan April dan Mei.
Wakil BUMN, Budi Gunadi Sadikin awal Mei lalu mengatakan dua BUMN
Farmasi, yakni PT Indofarma (Persero) dan PT Kimia Farma (Persero)
tengah memproduksi tiga jenis obat penanganan COVID-19 di
Indonesia, yang salah satunya adalah klorokuin.
"Kimia Farma saat ini dapat memproduksi sekitar 250-400 ribu
tablet per minggu obat klorokuin dan hidroksiklorokuin," kata Budi
dalam rapat gabungan antar komisi DPR RI secara daring (05/05).
Sebelumnya, akhir Maret lalu, Presiden Joko Widodo mengumumkan
telah memesan tiga juta butir pil klorokuin, yang menurutnya
adalah obat 'second line' atau baris nomor dua dalam penyembuhan
pasien virus corona.
"Pengalaman beberapa negara, klorokuin digunakan dan banyak pasien
COVID sembuh dan membaik kondisinya," kata Presiden dalam
kunjungannya ke Wisma Atlet Kemayoran (23/03).
Obat ini juga sempat dipuji oleh Presiden Amerika Serikat, Donald
Trump dan sejumlah pemimpin negara lainnya sebagai obat yang
efektif untuk COVID-19.
Presiden Trump bahkan mengaku telah menggunakan obat itu untuk
mencegah infeksi, meskipun belakangan ia menyatakan telah berhenti
meminumnya.
Menurut Dr Erlina sebagai anggota perhimpunan dokter paru,
klorokuin dan azithromycin, antibiotik yang digunakan bersamaan
dengan obat tersebut, selama ini telah rutin digunakan dalam
merawat pasien virus corona.
Ia namun tidak dapat memastikan apakah kedua obat ini telah
meningkatkan angka kematian pasien, karena belum adanya
pemeriksaan atas kemungkinan tersebut.
Gmail
Loading Gmail
Loading standard view | (for slow connections)
This is taking longer than usual. *Try reloading the page*
<https://mail.google.com/mail/u/0/?sw=2>.
If that doesn't work, you can:
1.
If you're on a slow connection , try .
2. For more troubleshooting tips, visit the help center
<https://support.google.com/mail/answer/8767?src=sl&hl=en>.