-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1525600/polri-siap-usut-teror-diskusi-ugm



Polri siap usut teror diskusi UGM

Sabtu, 30 Mei 2020 21:57 WIB

Foto Dok - Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono. (ANTARA/Katriana)
Polri siap mengusut teror yang dialami oleh Mahasiswa UGM yang menjadi panitia 
diskusi apabila ada yang dirugikan
Jakarta (ANTARA) - Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono 
mengatakan Polri siap mengusut peristiwa teror kegiatan diskusi mahasiswa 
Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM).

"Polri siap mengusut teror yang dialami oleh Mahasiswa UGM yang menjadi panitia 
diskusi apabila ada yang dirugikan," kata Argo melalui siaran pers, di Jakarta, 
Sabtu.

Meski hingga saat ini belum ada laporan, Argo menegaskan, Polri telah memulai 
langkah penyelidikan untuk mengungkap tindakan pembungkaman terhadap kebebasan 
berpendapat oleh masyarakat yang dijamin undang-undang tersebut.

Baca juga: Teror diskusi di UGM, Tak dibenarkan ancam kebebasan berpendapat

Sebelumnya, pelaksana kegiatan diskusi mahasiswa Constitutional Law Society 
(CLS) Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada (UGM) mendapatkan ancaman teror 
akan dibunuh oleh orang tak dikenal.

Dekan Fakultas Hukum UGM Prof. Sigit Riyanto menjelaskan secara rinci ancaman 
pembunuhan yang disampaikan orang tak dikenal terhadap pelaksanaan kegiatan 
hingga kepada keluarganya.

Menurut Sigit, ancaman itu muncul satu hari sebelum pelaksanaan kegiatan 
diskusi, yang rencananya digelar pada 29 Mei 2020.

Baca juga: UII -UGM kecam intimidasi terhadap diskusi ilmiah di Yogyakarta

"Tanggal 28 Mei 2020 malam, teror dan ancaman mulai berdatangan kepada 
nama-nama yang tercantum di dalam poster kegiatan, pembicara, moderator, serta 
narahubung. Berbagai teror dan ancaman dialami oleh pembicara, moderator, 
narahubung, serta kemudian kepada ketua komunitas CLS," ungkap Sigit Riyanto 
dalam keterangan tertulisnya.

Bentuk ancaman yang diterima beragam, mulai dari pengiriman pemesanan ojek 
daring ke kediaman penerima teror, teks ancaman pembunuhan, telepon, hingga 
adanya beberapa orang yang mendatangi kediaman mereka.

Baca juga: Menristek: UI dan UGM paling produktif dalam publikasi ilmiah

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke