Kemenlu Tiongkok:


 Perkataan dan Tindakan AS Yang Rugikan Kepentingan Tiongkok Pasti
 Dapat Balasan Tegas

http://indonesian.cri.cn/20200602/4a952c2c-ac20-4696-f379-b6e89b6ede7c.html
2020-06-02 11:56:13

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Zhao Lijian kemarin (1/6) di Beijing menyatakan, Tiongkok akan dengan tegas membela kedaulatan, keamanan dan kepentingan perkembangan, perkataan dan tindakan apapun dari Amerika Serikat (AS) yang merugikan kepentingan Tiongkok pasti akan dibalas tegas pihak Tiongkok. Intrik AS yang mencoba membendung perkembangan Tiongkok pastilah gagal.

Baru-baru ini Presiden Amerika Donald Trump dalam pidatonya tanpa beralasan mencela Tiongkok terkait UU Keamanan Nasional untuk Hong Kong, Pandemi COVID-19 serta masalah ekonomi dan perdagangan, dan mengumumkan pihaknya telah menghidupkan prosedur pencabutan status istimewa Hong Kong, menghentikan sejumlah pelajar dan sarjana Tiongkok masuk wilayah AS, serta memeriksa pemasaran perusahaan Tiongkok di AS. Berkenaan dengan hal tersebut, Zhao Lijian menyatakan, berbagai celaan pemimpin AS terhadap Tiongkok tidak disertai fakta, dan dengan serius mengintervensi urusan dalam negeri Tiongkok, merugikan hubungan Tiongkok-AS, pasti akan menrugikan dirinya sendiri. Tiongkok menyatakan tentangan tegas atas tindakan tersebut.

Zhao Lijian menekankan, Hong Kong adalah Hong Kong Tiongkok, urusan Hong Kong termasuk urusan dalam negeri Tiongkok. Kongres Rakyat Nasional (KRN) Tiongkok memberikan keputusan untuk menyempurnakan sistem hukum keamanan nasional dan mekanisme pelaksanaannya di Daerah Administrasi Khusus Hong Kong, hal ini adalah wujud pelaksanaan kekuasaannya berdasarkan Konstitusi Tiongkok, tujuannya ialah mengisi kekosongan legislasi terkait di Hong Kong, agar lebih baik melaksanakan “Satu Negara Dua Sistem”, memelihara kestabilan dan kemakmuran Hong Kong dalam jangka panjang. Dalam hal ini, negara asing manapun tidak berhak dan tidak boleh melakukan intervensi. Tekad Tiongkok untuk memelihara kedaulatan dan keamanan negara serta kepentingannya tak akan berubah, tekadnya yang menentang kekuatan luar apapun yang secara ilegal mengintervensi urusan Hong Kong tidak akan berubah. AS bercampur tangan terhadap penyusunan UU Keamanan Nasional untuk Hong Kong, sama sekali melanggar patokan pokok hukum internasional dan hubungan internasional, pasti akan mengalami kegagalan total.

Zhao Lijian menunjukkan, inti kerjasama Tongkok-AS di bidang ekonomi, perdagangan dan pendidikan ialah saling menguntungkan dan menang bersama. Belakangan ini, AS menyalagunakan konsep keamanan nasional, selalu menggencet perusahaan Tiongkok tanpa alasan, dan membatasi permohonan visa pelajar Tiongkok ke AS, tindakan tersebut dengan serius melanggar prinsip persaingan pasar, sama sekali bertentangan dengan keinginan rakyat Tiongkok-AS untuk melakukan pertukaran bersahabat, hal itu pasti akan merugikan hubungan ekonomi dan perdagangan serta fondasi sosial hubungan kedua negara.



 AS Kecanduan Pengunduran dari Perjanjian

http://indonesian.cri.cn/20200602/b1c3c1d8-6aba-55f0-341f-f9ace2039468.html
2020-06-02 11:53:16

Menanggapi keputusan AS yang bakal memutuskan hubungan dengan Organisasi Kesehatan Internasional (WHO), juru bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Tiongkok Zhao Lijian pada hari Senin lalu (1/6) di Beijing mengatakan bahwa pihak AS telah kecanduan pada mengingkari atau mengundurkan diri dari perjanjian selama beberapa waktu terakhir, dan masyarakat internasional secara umum tidak menyetujui tindakannya.

Menurut laporan, dalam pernyataan di hadapan media pada tanggal 29 Mei, Donald Trump mengatakan bahwa pihak AS akan memutuskan hubungan dengan WHO karena WHO gagal melakukan reformasi yang diminta pihak AS. Mengenai hal ini, Zhao Lijian pada jumpa pers rutin mengatakan, masyarakat internasional secara umum tidak menyetujui tindakan AS yang hanya mementingkan diri sendiri dan mengelakkan tanggung jawabnya serta merusak kerja sama internasional dalam penanggulangan wabah.

Zhao Lijian mengatakan, pada hakikatnya, pihak AS telah kecanduan pada mengingkari perjanjian dan mengundurkan diri dari organisasi dan perjanjian tertentu selama beberapa waktu terakhir, dan sudah berturut-turut mengundurkan diri dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB (UNESCO), Dewan Hak Asasi Manusia PBB (UNHRC), Persetujuan Paris, Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA), Traktat Kekuatan Nuklir Jangka Menengah (INF), Perjanjian tentang Langit Terbuka dan lain-lain. Tindakan terbaru pihak AS ini sekali lagi menyingkapkan wajah sejatinya, yaitu AS menjalankan unilateralisme dan politik kekuasaan.

Zhao Lijian mengatakan, seperti ditunjukkan oleh Kementerian Luar Negeri Tiongkok Wang Yi belakangan ini, WHO merupakan organisasi internasional yang terdiri dari 194 negara berdaulat, maka WHO tidak mungkin hanya melayani negara tertentu, dan tidak boleh menyerah kepada negara yang membayar iuran keanggotaan yang lebih banyak. Di depan wabah, penindasan bahkan pemerasan terhadap WHO apa pun adalah ketidakpedulian terhadap kejiwaan, tantangan terhadap kemanusiaan, dan penghancuran kerja sama penanggulangan wabah internasional, sehingga tidak akan diterima oleh komunitas internasional.


Kirim email ke