Dubes: Dampak COVID-19 atas hubungan Indonesia-China berjangka pendek
Selasa, 2 Juni 2020 14:16 WIB
Dubes: Dampak COVID-19 atas hubungan Indonesia-China berjangka pendek
Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, dalam tangkapan layar
konferensi pers Kedubes China yang digelar dari Jakarta, Selasa
(2/6/2020). (ANTARA/Aria Cindyara)
Fondasi hubungan bilateral tidak berubah. Pihak China bersedia bekerja
sama dengan Indonesia untuk mengatasi berbagai kesulitan dan
mendiskusikan bagaimana terus mendorong pertukaran dan kerja sama kedua
negara pada era normal baru agar kita bisa mer
Jakarta (ANTARA) - Duta Besar China untuk Indonesia, Xiao Qian, menyebut
dampak pandemi COVID-19 terhadap hubungan antara Indonesia dan China
bersifat jangka pendek, dan tidak mengubah esensi dasar hubungan
bilateral kedua negara.
Dalam konferensi pers yang digelar secara daring dari Jakarta, Selasa,
Dubes Xiao Qian menjelaskan kerja sama dan pertukaran antara Indonesia
dan China turut terkena dampak akibat kunjungan dari masyarakat
masing-masing negara serta kegiatan penerbangan yang terhambat.
“Sejumlah kunjungan timbal balik antara pimpinan kedua negara terpaksa
ditunda, resepsi peringatan 70 tahun hubungan diplomatik China-Indonesia
dan sejumlah kegiatan lain yang sudah direncanakan tidak bisa diadakan
sesuai jadwalnya,” katanya.
Dia pun menambahkan bahwa pelaksanaan dan pembangunan sebagian proyek
kerja sama penting juga ikut menghadapi tekanan akibat pandemi yang
mendunia tersebut.
*Baca juga:Kuliner otentik Indonesia; tantangan di China
<https://www.antaranews.com/berita/407578/kuliner-otentik-indonesia-tantangan-di-china>
Baca juga:KJRI Shanghai daulat pelajar ujung tombak diplomasi
<https://www.antaranews.com/berita/670117/kjri-shanghai-daulat-pelajar-ujung-tombak-diplomasi>*
Banyak pihak yang menyoroti dampak COVID-19 terhadap kerja sama kedua
negara, namun, Xiao Qian memastikan bahwa secara umum, dampak tersebut
bersifat jangka pendek, sementara, dan dapat dikendalikan.
“Fondasi hubungan bilateral tidak berubah. Pihak China bersedia bekerja
sama dengan Indonesia untuk mengatasi berbagai kesulitan dan
mendiskusikan bagaimana terus mendorong pertukaran dan kerja sama kedua
negara pada era normal baru agar kita bisa meraih lebih banyak
hasilnya,” ujar dia.
Sementara itu,/Minister Counselor/bidang Ekonomi dan Perdagangan Kedubes
China Jakarta, Wang Liping, menjelaskan selain pergerakan manusia antara
kedua negara yang terhambat, sejumlah aspek dalam kerja sama ekonomi
kedua negara juga terdampak kebijakan yang harus diambil guna memutus
mata rantai penyebaran COVID-19 di dalam negeri.
“Sejak penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sebagian besar
personel perusahaan harus bekerja dari rumah, ini pun mempengaruhi
kegiatan produksi dan bisnis,” ujarnya.
Selain itu, kegiatan-kegiatan bisnis lain seperti logistik barang,
pelaksanaan kontrak sesuai waktu yang ditargetkan, serta bongkar muat
kargo di pelabuhan juga ikut terhambat.
“Sampai saat ini, tercatat 24 perusahaan milik China yang berhenti
produksi atau konstruksi akibat wabah COVID-19,” kata Wang Liping.
Meski demikian, senada dengan Dubes Xiao Qian, dia meyakini efek
tersebut bersifat jangka pendek dan sementara, dan tren kerja sama serta
perkembangan yang positif antara kedua negara akan tetap terjaga.
"Kami sangat yakin bahwa kerja sama ekonomi dan perdagangan Tiongkok
Indonesia akan terus menguat dan menuju ke masa depan yang cerah,” kata dia.
*Baca juga:China Puji Indonesia Jaga Stabilitas Kawasan
<https://www.antaranews.com/berita/236948/china-puji-indonesia-jaga-stabilitas-kawasan>
Baca juga:Pertemuan Ma-Xi dalam perspektif diplomasi multijalur
Indonesia
<https://www.antaranews.com/berita/528043/pertemuan-ma-xi-dalam-perspektif-diplomasi-multijalur-indonesia>*
Pewarta: Aria Cindyara
Editor: Mulyo Sunyoto