-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1529856/bank-dunia-prediksikan-ekonomi-ri-tak-tumbuh-tahun-ini-akibat-corona


Bank Dunia prediksikan ekonomi RI tak tumbuh tahun ini, akibat Corona

Selasa, 2 Juni 2020 18:11 WIB

Ilustrasi: Deretan gedung bertingkat di Jakarta, Kamis (7/5/2020). ANTARA 
FOTO/Nova Wahyudi/nz.
Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat ke nol persen. Asumsi ini 
berdasarkan dua bulan implementasi dari PSBB
Jakarta (ANTARA) - Senior Economist The World Bank Ralph Van Doorn 
memprediksikan pertumbuhan perekonomian Indonesia akan melambat ke level nol 
persen atau tidak tumbuh untuk tahun ini akibat dampak pandemi COVID-19.

“Kami perkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat ke nol persen. Asumsi ini 
berdasarkan dua bulan implementasi dari PSBB yang efektif mulai April hingga 
Mei bahkan sampai Juni,” katanya dalam diskusi daring di Jakarta, Selasa.

Ralph mengatakan prediksi tersebut juga merupakan imbas dari perekonomian 
global yang melambat baik di negara maju maupun berkembang sehingga berpengaruh 
pada harga-harga komoditas.

“Konsumsi akan melambat karena terjadinya PHK dihasilkan dari penurunan 
kegiatan ekonomi dan menurunnya kepercayaan konsumen,” ujarnya.

Selanjutnya Ralph memperkirakan pertumbuhan investasi turut melambat akibat 
ketidakpastian berakhirnya wabah COVID-19 serta penanganannya, harga komoditas 
rendah, dan perlemahan ekonomi global.

Baca juga: Gubernur BI: Pertumbuhan ekonomi RI termasuk tertinggi di dunia

“Lalu impor jatuh lebih cepat daripada ekspor sehingga tercermin dalam neraca 
pembayaran karena kami melihat peningkatan defisit transaksi berjalan,” katanya.

Kemudian ia memprediksikan utang RI berada di level 37 persen dari PDB yang 
didorong oleh defisit lebih tinggi, pertumbuhan lebih lambat, depresiasi nilai 
tukar rupiah, guncangan suku bunga, serta banyaknya pinjaman untuk membiayai 
paket stimulus.

Oleh sebab itu Ralph menyatakan berdasarkan berbagai pertimbangan dan prediksi 
tersebut, maka Bank Dunia telah menyiapkan skenario terburuk yaitu perekonomian 
Indonesia akan terkontraksi hingga 3,5 persen dari PDB.

“Jika terjadi PSBB diimplementasikan selama empat bulan maka akan menyebabkan 
kontraksi ekonomi sebesar 3,5 persen dari PDB,” tegasnya.

Baca juga: LPPI prediksikan pertumbuhan ekonomi RI kuartal II 2020 terkontraksi

Di sisi lain ia menyatakan mulai membaiknya situasi dan menurunnya kasus 
COVID-19 di China serta beberapa negara di Eropa merupakan sinyal positif bagi 
dunia maupun Indonesia.

“Meskipun datanya belum pasti tapi terdapat indikasi bahwa produksi industri 
dan PMI di China telah bottomed out dan akan pulih kembali,“ katanya.

Sementara itu Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro, Badan Kebijakan Fiskal 
(BKF) Kementerian Keuangan Hidayat Amir optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi 
Indonesia akan tetap berada dalam skenario pemerintah yaitu 2,3 persen hingga 
minus 0,4 persen.

“Kalau tadi World Bank menaruh situasi skenarionya pertumbuhan Indonesia full 
year nol persen tapi kami di pemerintah Kemenkeu memprediksikan akan tetap 
tumbuh di kisaran 2,3 persen sampai minus 0,4 persen,” katanya dalam kesempatan 
yang sama.

Baca juga: Bappenas prediksikan ekonomi RI tumbuh satu persen pada 2020

 

Pewarta: Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke