-- 
j.gedearka <[email protected]>



https://www.antaranews.com/berita/1527092/presiden-jokowi-sebut-indonesia-harus-tampil-sebagai-bangsa-pemenang


Presiden Jokowi sebut Indonesia harus tampil sebagai bangsa pemenang

Senin, 1 Juni 2020 09:40 WIB

Presiden Joko Widodo memberikan amanat saat memimpin upacara peringatan Hari 
Lahir Pancasila secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020). 
Upacara secara virtual itu dilakukan karena pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/BPMI 
Setpres/Handout/wsj/pri.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia harus tampil 
sebagai bangsa pemenang di tengah pandemi COVID-19.

"Sebagai bangsa yang besar kita juga harus tampil sebagai pemenang, kita harus 
optimis, kita harus menciptakan peluang di tengah kesulitan, kita harus 
menjawab semua itu dengan inovasi dan karya nyata," kata Presiden Joko Widodo 
saat memimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual di Ruang 
Garuda, Istana Bogor, Senin.

Upacara diikuti sejumlah pejabat tinggi negara dari tempat mereka 
masing-masing. Hadir secara virtual dalam upacara tersebut adalah Wakil 
Presiden Ma'ruf Amin, Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila 
yang juga Presiden ke-5 Megawati Soekarnoputri bersama para Dewan Pengarah BPIP 
yaitu Try Sutrisno, Wisnu Bawa Tenaya, Ahmad Syafii Ma'arif, Said Aqil Siradj, 
Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, Rikard Bagun.

Baca juga: Presiden Jokowi ingatkan Pancasila harus hadir nyata dalam kehidupan

Hadir pula Ketua DPR RI Puan Maharai yang membacakan Pembukaan Undang-Undang 
Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Ketua MPR Bambang Soesatyo 
yang membacakan teks Pancasila serta Ketua BPIP Yudian Wahyudi beserta jajaran 
BPIP lainnya dan para menteri Kabinet Indonesia Maju.

"Kita tidak boleh berhenti berkreasi, berinvoasi dan berprestasi di tengah 
pandemi covid ini. Mari kita buktikan ketangguhan kita, mari kita menangkan 
masa depan kita, kita wujudkan cita-cita luhur para pendiri bangsa," tambah 
Presiden.

Presiden juga mengajak bangsa Indonesia untuk memperkokoh persatuan dan peduli 
serta berbagi bagi sesama.

"Mari kita tunjukkan bahwa kita bangsa yang kuat bukan hanya mampu menghadapi 
tantangan tapi bangsa yang memanfaatkan kesulitan menjadi lompatan kemajuan," 
ungkap Presiden.

Presiden mengakui, tantangan yang dihadapi bangsa Indonesia pada tahun ini atau 
bahkan tahun depan sungguh sulit karena pandemi COVID-19.

"Situasi yang sulit masih akan kita hadapi, situasi yang memerlukan daya juang 
kita sebagai bangsa, yang memerlukan kerja keras agar kita mampu melewati masa 
sulit itu," tambah Presiden.

Namun, Indonesia tidak sendirian karena ada 215 negara di dunia berada dalam 
kondisi seperti Indonesia.

"Semua dalam kesulitan tapi kita juga harus menyadari semua negara tengah 
berlomba-lomba untuk menjadi pemenang, menjadi pemenang dalam pengendalian 
virus maupun menjadi pemenang dalam pemulihan ekonominya," tambah Presiden.

Menurut Presiden Jokowi, hanya dengan bersatu dan saling peduli maka Indonesia 
dapat menjadi pemenang dalam mengendalikan virus dan memulihkan ekonomi..

"Selamat hari lahir Pancasila, selamat hari lahir Pancasila, selamat hari lahir 
Pancasila, mari kita selalu bersatu saling peduli dan selalu berbagi untuk 
kemajuan negeri kita tercinta ini," tegas Presiden.

Meski digelar secara virtual, para pejabat negara tersebut tetap berpakaian 
resmi dengan mengenakan jas dan kopiah bagi pria dan baju kerja resmi bagi 
wanita. Mereka juga kompak memakai masker.

Sebelumnya, upacara tersebut dijadwalkan digelar di Gedung Pancasila, 
Kementerian Luar Negeri Jakarta Pusat secara langsung. Bahkan pesertanya 
dijadwalkan hadir sekitar 100 orang.

Namun, pada akhirnya upacara tak jadi digelar secara langsung di Gedung 
Pancasila dan digelar secara virtual dari tempat para penyelenggara 
masing-masing.

Baca juga: Presiden pimpin upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara 
virtual

Pewarta: Desca Lidya Natalia
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020





Kirim email ke