Paul Chan Mo-po: Kedudukan Moneter Internasional Hong Kong Tak Tergoyahkan

2020-06-08 15:46:56 http://indonesian.cri.cn/20200608/e2078af9-4405-f84a-7b0e-e593ab4af298.html

Direktur Biro Keuangan Hong Kong Paul Chan Mo-po menerbitkan  sebuah artikel yang berjudul Memegang Kesempatan. Dalam artikel tersebut ia menunjukkan, Undang-Undang Keamanan Nasional Hong Kong tepat waktu menutup celah hukum, membuat Hong Kong mempunyai kesempatan perkembangan yang baru. Dia berkeyakinan penuh kepada kedudukan pusat moneter internasional Hong Kong.

Artikel menunjukkan, dalam waktu satu tahun lalu, Hong Kong mengalami beberapa kali tantangan, belakangan ini wabah virus corona dengan serius mendampak ekonomi, pasar sarat dengan suasana sedih ditambah kekhawatiran kekerasan. Kongres Rakyat Nasional (KRN) akan menyusun undang-undang keamanan nasional untuk menutup celah hukum, dengan tujuan membuat Hong Kong selekasnya memulihkan tata tertib sosial yang aman dan tenteram.

Artikel menunjukkan, tindakan sanksi yang disebut AS terhadap Hong Kong sebenarnya berdampak sangat terbatas. Hong Kong adalah pusat transaksi dolar AS terbesar yang ketiga di dunia, memberikan layanan terkait investasi, perdagangan dan pembayaran, berhubungan erat dengan ekonomi dan sistem moneter. Langkah apapun yang berimbas pada sistem moneter Hong Kong juga akan menimbulkan keguncangan besar kepada pasar moneter global termasuk AS, bahkan memperlemah keyakinan pasar internasional terhadap dolar AS dan aset moneter AS. Tindakan semacam itu juga mempunyai risiko tinggi kepada AS sendiri, pemerintah Hong Kong akan menghadapinya dengan sungguh-sungguh.

Paul Chan dalam artikelnya mengatakan, menjelang kembalinya Hong Kong kepada pangkuan tanah air pada tahun 1997, nilai pasar saham Hong Kong adalah 3,2 triliun dolar Hong Kong. Setelah 23 tahun berlewat, nilainya telah melampaui 36 triliun dolar Hong Kong. Sebabnya selain ekonomi Hong Kong terus berkembang, yang paling penting adalah dibukanya jalur pemasaran perusahaan, termasuk perusahaan swasta Daratan di bursa saham Hong Kong, sehingga berhasil menyerap sejumlah besar kapital yang haus akan keuntungan lebih tinggi. Dibentuknya mekanisme interaksi dan integrasi telah menjembatani antara modal dan pasar Daratan Tiongkok dengan komunitas internasional, juga memperkukuh keyakinan para investor di bursa saham Hong Kong. Dana Indeks Internasional (MSCI) belum lama lalu mengalihkan hak peluncuran bursa berjangka untuk Asia dan pasar New Emerging serta produk opsinya dari Singapura ke Hong Kong, ini adalah contoh yang kuat.

Presiden Bursa Saham Hong Kong Li Xiaojia baru-baru ini menyatakan, Undang-undang Keamanan Nasional Hong Kong adalah legislasi istimewa untuk menghadapi masalah spesial dengan skalanya jelas dan terbatas . Penyusunan UU Keamanan Nasional Hong Kong sama sekali tidak mengubah kemampuan dan fungsi spesial pasar moneter internasional Hong Kong.

Li Xiaojia menyatakan, AS yang mengancam mengadakan sanksi terhadap Hong Kong tidak akan mendampak kedudukan pusat moneter internasional Hong Kong. Bagi satu pusat moneter internasional, elemen yang paling penting termasuk likuiditas dan informasi, pengelolaan baik berdasarkan hukum, bahasa yang ditutur secara internasional, mendekati badan ekonomi besar dan ketersediaan dana yang berkecukupan. AS sulit mencapai tujuan memukul Tiongkok melalui merusak daya saing utama Hong Kong dalam kondisi dirinya bebas dari imbasnya. Setelah mengatasi tantangan saat ini, Hong Kong akan memperkukuh lagi kedudukannya sebaai pusat moneter internasional.




 Memprioritaskan Kepentingan Rakyat Adalah Pengalaman Terpenting
 Tiongkok dalam Melawan Pandemi

http://indonesian.cri.cn/20200608/948b24da-6db6-3ef5-7af3-f35e3f13e630.html
2020-06-08 12:13:48

图片默认标题_fororder_bukuputih

图片默认标题_fororder_wKgACl7c6ZmAGeSKAAAAAAAAAAA434.900x640.750x534

Tanggal 7 Juni 2020, Pemerintah Tiongkok memublikasikan buku putih “Aksi Tiongkok Melawan Pandemi COVID-19”, yang membagikan pengalaman Tiongkok dalam menangani wabah virus corona serta protokol pengobatannya yang telah terbukti efektif, sekaligus menyampaikan keyakinan dan semangat bergotong royong dalam mengatasi pandemi.

图片默认标题_fororder_wKgACl7c6ZmAI8sYAAAAAAAAAAA156.542x398

Dalam buku putih yang berisi 37 ribu huruf mandarin tersebut, gagasan “mendahulukan kepentingan rakyat” tertuang dalam setiap halaman, Kata-kata “berkorban” untuk menyelamatkan jiwa rakyat kerap kali disinggung. Tak diragukan lagi, itulah pengalaman terpenting yang membantu Tiongkok mencapai hasil-hasil strategis perlawanan pandemi hanya dalam waktu tiga bulan saja.

“Mendahulukan kepentingan rakyat”, yaitu setiap saat memprioritaskan kepentingan rakyat, mengandalkan rakyat untuk memenangkan perang rakyat melawan pandemi.

图片默认标题_fororder_bukuputih2

Sejak wabah virus corona merebak, Presiden Tiongkok Xi Jinping selalu berpesan agar selalu menempatkan keselamatan jiwa dan kesehatan masyarakat pada posisi teratas, dirinya telah memimpin 14 kali rapat Dewan Harian Politbiro Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok. Sementara itu, ia juga secara personal berkunjung ke Beijing dan Wuhan untuk meninjau penanganan wabah virus corona.

图片默认标题_fororder_1126084974_15915419606051n

“Nyawa seseorang berada di atas segalanya”. Dari bayi yang baru berusia 30 jam hingga lansia berusia 100 tahun, Tiongkok memberikan penyelamatan dan pengobatan kepada setiap pasien yang membutuhkan. Kepada mereka yang sakit berat, petugas medis terbaik dan perlengkapan tercanggih sudah siap untuk dikerahkan. Hingga 31 Mei 2020, angka kesembuhan kasus konfirmasi COVID-19 di Tiongkok tercatat 94,3 persen.

图片默认标题_fororder_1126084974_15915419605511n

“Selalu mengandalkan rakyat” adalah makna lain dalam gagasan “mendahulukan kepentingan rakyat”. “Rakyatlah pahlawan yang sejati”. Di hadapan kemelut, 1,4 miliar jiwa rakyat Tiongkok menaruh kepercayaannya kepada PKT dan pemerintah pusat. Masyarakat selalu berpegang teguh pada kesadaran “melindungi diri sama dengan melindungi sesama”, yaitu memberikan sumbangan kepada bangsa. Seluruh rakyat Tiongkok adalah pejuang yang gagah berani dalam memerangi pandemi.

图片默认标题_fororder_1126084974_15915419605771n

“Tak menyerah selama masih ada secercah harapan”, dan “mendahulukan keselamatan jiwa rakyat daripada kepentingan ekonomi” selalu menjadi keyakinan kuat seluruh masyarakat dalam memerangi wabah virus corona. Hal ini adalah wujud penghormatan kepada jiwa manusia, dan telah memberikan kesan mendalam kepada masyarakat internasional.

Duta Besar Iran untuk Tiongkok, Mohammad Keshavarz Zadeh menyatakan, gagasan Tiongkok “mendahulukan jiwa di atas segalanya” dalam proses perlawanan pandemi COVID-19 patut dihargai. Cendekiawan dari Serbia menyatakan, di hadapan wabah virus corona yang ganas, pemerintah Tiongkok selalu menempatkan keselamatan jiwa masyarakat di posisi teratas, dan telah mencurahkan segala upaya untuk hal itu.

图片默认标题_fororder_1126084974_15915419607131n

Hal demikian juga terjadi dalam pemulihan kembali kehidupan ekonomi. Rakyat Tiongkok yakin bahwa krisis pasti akan berubah menjadi peluang dan pasti dapat mewujudkan berbagai target pembangunan sesuai rencana. Dengan keyakinan kuat itulah, rakyat Tiongkok sudah siap berjuang demi masa depan yang lebih indah, dan siap memberikan kontribusi baru bagi pembangunan seluruh global.

图片默认标题_fororder_1126084974_15915419607851n

图片默认标题_fororder_1126084974_15915419606841n

Kirim email ke