Desa Etnis Wa Berhasil Terlepas dari Kemiskinan
2020-06-11 15:45:38
http://indonesian.cri.cn/20200611/10152f25-8f82-a497-17d0-3ce1fd009aeb.html
图片默认标题_fororder_y2
Desa Wengding di Kabupatgen Changyuan Provinsi Yunnan adalah sebuah desa
Etnis Wa yang bersejarah 4 ribu tahun. Desa itu indah permai
pemandangannya, tapi transportasinya sangat susah. Pada tahun 2014,
dalam 300 keluarga Desa Wengding, 154 keluarga terdaftar sebagai
keluarga miskin dan pendapatan per kapitanya hanya 5.370 yuan. Akan
tetapi, sekarang, desa tersebut kini merupakan objek wisaya tersohor.
Kebudayaan “Suku primitif” merupakan atraksi terbesar.
图片默认标题_fororder_y3
Berkat upaya gigih, kini, kebanyakan warga desa menempuh kehidupan
“tinggal di kampung baru, kerja di desa lama”. Para warga desa
menyerahkan rumah bekasnya kepada koperasi objek wisata dan dirinya
menjadi pemegang saham dan berbagi rezeki tiap akhir tahun. Sementera
itu, para warga desa bekerja di desa lama, menenun kain, membikin teh,
menyambut tamu dan membawa kereta wisata, dan mendapat gaji tiap akhir
bulan.
图片默认标题_fororder_y1
Pada bulan Januari 2019, Desa Wengding terpilih sebagai desa terkenal
sejarah dan kebudayaan Tiongkok gelombang ke-7. Pada akhir tahun 2019,
semua keluarga miskin berhasil terlepas dari daftar keluarga miskin
dengan pendapatan murni perkapita lebih dari 11 ribu yuan.
Tenaga Medis Tiongkok dan Brasil Bertukar Pengalaman Penanggulangan Wabah
http://indonesian.cri.cn/20200611/ab49c365-fadb-73b6-82bd-2d228e9bf554.html
2020-06-11 15:50:17
Selasa malam(9/6), dokter-dokter dari RS Ketiga Universitas Peking dan
rekan Brasil dalam acara siaran langsung daring “Ruang Konsultasi
Pandemi Global” CGTN bertukar pengalaman pengobatan dan penyelamatan
pasien Covid-19.
图片默认标题_fororder_brasil1
Dekan RS Ketiga Universitas Peking, yang juga Kepala kepemimpinan Tim
Medis Nasional Universitas Peking untuk Penanggulangan wabah di Propinsi
Hubei, akademisi Qiao Jie mengatakan, RS Ketiga Universitas Peking
mengirim 400 orang lebih tenaga medis ke Wuhan untuk melawan wabah,
berjuang selama 70 hari lebih, dan telah mengumpulkan banyak pengalaman
di bidang pengendalian dan deteksi wabah, pemeriksaan dan pengobatan
pasien. Menurut Akademisi Qiao, adalah tanggungjawab juga kewajiban
untuk berbagi pengalaman kepada rekan-rekan di seluruh dunia.
图片默认标题_fororder_brasil5
Kini, situasi Covid-19 di Brasil semakin serius. Menurut data dari
Kementerian Kesehatan Brasil, hingga 18:00 kemarin(10/6) waktu setempat,
di Brasil totoalnya didiagnosa 772.416 kasus positif, dan di antaranya
39.680 kasus meninggal.
图片默认标题_fororder_brasil4
Direktur Bagian Manajemen Medis ICU Grup Medis Amerika Brasil, Victor
Cravo mengatakan, dia menemukan persentase meninggal pasien parah di RS
publik Brasil mencapai 70% lebih, RS swasta juga 56%, dia berharap
meminjam pengalaman manajemen dari pihak Tiongkok untuk membantu
mengurangi tingkat kematian.
图片默认标题_fororder_brasil2
Dokter Li Shu dari RS Ketiga Universitas Peking mengatakan, pada awal
merebaknya Covid-19 di Tiongkok, tingkat kematian juga sangat tinggi dan
di ICU juga sempat mencapai sekitar 52%, dan ini mirip dengan keadaan di
Brasil.
图片默认标题_fororder_brasil3
Menurut Dokter Li, setelah seluruh Tiongkok membantu Wuhan, di ruang
pasien mereka disediakan 30 unit ventilator, fasilitas yang memadai
berhasil dengan nyata meningkatkan efisiensi pengobatan dan penyelamatan.
Dalam acara siaran langsung selama satu jam, para dokter kedua pihak
juga membahas standarnya pelepasan ventilator dan ekstubasi, serta
hal-hal yang perlu diperhatikan dalam operasi.