Pompeo Giat Promosikan “Diplomatik Penipu”

http://indonesian.cri.cn/20200611/6de7fa2b-8113-e608-5952-a5147622ea2c.html
2020-06-11 11:41:30

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang pandai main tipu muslihat baru-baru ini kembali melontarkan omong kosong lagi  untuk memfitnah Tiongkok melakukan propaganda palsu dengan menggunakan Kematian George Floyd, warga AS keturunan Afrika.

   Kematian Floyd memang membelejeti  tumor rasisme mendalam secara sistematis di masyarakat AS,  dan menimbulkan pula kemarahan seluruh dunia. Beberapa petinggi PBB dan 4 mantan Presiden AS berturut-turut menyampaikan kecaman atas insiden tersebut, unjuk rasa di berbagai daerah AS pun mengutuk keras tragedi rasisme AS tersebut. Semboyan dan slogan para pengunjuk rasa AS telah memperlihatkan apa yang terjadi di AS kepada dunia, apakah Tiongkok perlu mengadakan propaganda lagi?

Jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di AS kini melampaui 2 juta orang, ditambah lagi demonstrasi yang tak kunjung habis di AS, yang aneh adalah Menlu AS tidak mempeduli masalah di dalam negerinya, malah berupaya menimpakan kesalahan kepada Tiongkok, bahkan mencoreng Tiongkok dengan Kematian Floyd dengan maksud mengalihkan kritik publik AS.

Tiongkok selalu menjalankan prinsip hubungan diplomatik yang tidak mengintervensi urusan negara lain dan juga tidak berminat untuk mencampuri masalah di dalam negeri AS. Kritik dan kemarahan masyarakat Tiongkok terhadap rasisme AS justru merupakan manifestasi pengetahuan intuitif seluruh umat manusia.

Fakta dalam jumlah besar membuktikan bahwa pembuatan  hoax, penipuan dan kebohongan kini menjadi ciri khas “diplomasi penipu” yang dianut politikus AS termasuk Pompeo, mereka gagal menangani urusan di dalam negeri tapi pandai menimpakan kesalahannya kepada negara lain, membuat kebohongan dan penipuan satu per satu untuk membela kepentingan dirinya sendiri.

    Di dunia saat ini, asal politisi yang mempunyai moral mendasar pasti merasa malu menggabungkan diri dengan oknum seperti Pompeo, “diplomasi penipu” yang dipromosikan Pompeo adalah catatan paling memalukan dalam sejarah diplomasi AS.



 Kemenlu Tiongkok: Bersedia Tingkatkan Kerja Sama Menyeluruh dengan
 Filipina

http://indonesian.cri.cn/20200610/8ee42496-bddd-b814-fb0a-a675d0791806.html
2020-06-10 13:35:15

Hari Selasa kemarin (9/6) adalah HUT ke-45 penggalangan hubungan diplomatik Tiongkok-Filipina. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Hua Chunying di depan jumpa pers di Beijing menyatakan, dengan HUT ke-45 hubungan diplomatik kedua negara sebagai titik awal baru, Tiongkok bersedia bersama dengan Filipina melaksanakan kesepahaman penting pemimpin kedua negara, terus memperdalam saling kepercayaan politik, memperdalam kerja sama menyeluruh, serta memberikan energi positif demi kesejahteraan rakyat kedua negara serta kestabilan dan kemakmuran kawasan ini.

Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin, dalam pernyataannya melalui video terkait genap 45 tahun penggalangan hubungan diplomatik Filipina-Tiongkok yang diumumkan pada hari Senin lalu (8/6) menyatakan, di bawah pimpinan Presiden Duterte, persahabatan Tiongkok-Filipina sudah mencapai hasil yang luar biasa. Kedua negara tetap menjalin kemitraan tipe baru yang saling menguntungkan dan menang bersama meskipun terdapat perselisihan antara kedua negara. Tiongkok mewujudkan pengentasan kemiskinan terhadap 800 juta penduduk, prestasi ini tidak dapat disangkal.

Berkenaan dengan hal itu, Hua Chunying mengatakan: “Justru seperti apa yang dikatakan oleh Menteri Luar Negeri Locsin, persahabatan kedua negara bersejarah lama. Selama 45 tahun sejak penggalangan hubungan diplomatik kedua negara, di bawah upaya bersama pemimpin dan rakyat kedua negara, hubungan Tiongkok-Filipina berkembang maju secara mantap. Khususnya pada beberapa tahun belakangan ini, dengan pimpinan bersama Presiden Xi Jinping dan Presiden Duterte, kedua negara menggenggam peluang Satu Sabuk Satu Jalan, meningkatkan sinergi strategis, dan telah mencapai hasil kerja sama yang bernas. Hubungan Tiongkok-Filipina penuh dinamika. Menghadapi tantangan pandemi COViD-19, kedua negara hendaknya bekerja sama dan saling membantu, menulis halaman baru demi persahabatan tradisional, dan memberikan makna yang baru demi kerja sama strategis komprehensif kedua negara.”

Hua Chunying menyatakan, Tiongkok sangat menghargai pernyataan Menlu Locsin yang berulang kali mendukung penyusunan hukum keamanan nasional Hong Kong. Justru seperti apa yang dikatakan Locsin, urusan Hong Kong sepenuhnya adalah urusan dalam negeri Tiongkok, tidak boleh diintervensi oleh kekuatan eksternal. Pernyataan menlu Filipina itu mewakili mayoritas besar suara yang rasional dan kekuatan yang adil di dunia.

Kirim email ke