-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1559944/anugerah-ratu-denmark-buat-muhammad-ibnu-said



Laporan dari London

Anugerah Ratu Denmark buat Muhammad Ibnu Said

Oleh Zeynita Gibbons    Rabu, 17 Juni 2020 22:44 WIB

Dubes RI untuk Denmark Muhammad Ibnu Said. (kemlu.go.id) (kemlu.go.id/)
Sekarang saya mengerti mengapa Denmark disebut sebagai ' the happiest country 
in the world'
London (ANTARA) - Banyak orang yang bersuka cita karena menerima penghargaan. 
Tapi sedikit  orang yang merasakan kebahagiaan karena menerima anugerah  
seorang ratu dari  sebuah negeri di benua biru. 

Di antara yang sedikit itu, Muhammad Ibnu Said adalah orangnya. Duta Besar 
Indonesia untuk Kerajaan Denmark itu mengungkapkan kebahagiaannya setelah 
menerima anugerah  Order of the Danneborg tingkat Commander First Class, dari 
Ratu Denmark,  Margrethe II. Penghargaan itu diterima Ibnu Said  tepat pada 
hari ulang tahunnya yang  ke-65, Senin 15 Juni.

 Kepada ANTARA London, Ibnu Said yang lahir di  Sampang, Madura  itu mengaku 
tidak mengira bakal menerima penghargaan  bintang tertinggi yang diberikan Ratu 
Margrethe yang lahir 18 April 1940 di Istana Amalienborg Kopenhagen itu. 

“Saya tidak mengira dan bermimpi menerima bintang tertinggi yang diberikan Yang 
Mulia Sri Baginda Ratu Margrethe II kepada saya selaku Duta Besar RI untuk 
Kerajaan Denmark,” ujar Ibnu Said yang pernah mendapat Bintang Utama Republik 
dari Pemerintah Tunisia.

Baca juga: WNI berlebaran di Kopenhagen, begini suasananya
Baca juga: Tarian tradisional Boyolali diperkenalkan di Horsens Denmark

Penghargaan disampaikan Kepala Protokol  Denmark, Michael Zilmer-Johns kepada  
Ibnu Said saat melakukan ramah tamah perpisahan  di akhir masa tugas sebagai 
Duta Besar RI untuk Kerajaan Denmark.

Penghargaan tersebut merupakan suatu bentuk apresiasi atas kontribusi  selama 
bertugas. Tidak hanya dalam mempererat hubungan bilateral Indonesia dan 
Denmark, tetapi juga meningkatkan kerja sama kedua negara di berbagai sektor, 
ujar  Ibnu Said.

Hubungan bilateral Indonesia dan Denmark semakin berkembang pesat dan menguat 
sejak kunjungan Ratu Margrethe II ke Indonesia, Oktober 2015.

Pada akhir November 2017,  Perdana Menteri Denmark yang menjabat pada 
2016-2019, Lars Løkke Rasmussen, memperkuat hubungan kedua negara saat 
berkunjung ke Indonesia.

Pada saat itu ditandatangani Rencana Aksi (Plan of Action) 2017 – 2020 yang 
menjadi dasar kerja sama kedua negara yang mencakup seluruh sektor, yaitu 
politik, keamanan, ekonomi, dan sosial budaya.

Menurut Ibnu Said yang menguasai bahasa Inggris, Perancis, Spanyol,Thai dan  
Arab, pada Desember 2019 Putri Mahkota Mary juga melakukan kunjungan ke 
Indonesia dalam rangka memperingati 70 tahun hubungan bilateral Indonesia dan 
Denmark.

Menurut Zilmer-Johns, Order of the Danneborg tingkat Commander First Class, 
merupakan penghargaan tertinggi  yang diberikan Ratu Denmark kepada warga 
negara asing dan tidak semua dubes asing memperolehnya. Order of the Danneborg 
pertama kali diperkenalkan tahun 1671 oleh Raja Christian V.

Penghargaan Order of the Danneborg tingkat Commander First Class ini merupakan 
pengakuan dari Kerajaan Denmark terhadap kinerja Dubes Ibnu Said dan Staff KBRI 
Kopenhagen meningkatkan hubungan dan kerja sama di bidang Politik, Ekonomi, 
Sosial Budaya dan peningkatan people-to-people contact.

Bercerita tentang suka duka selama di Denmark,  Ibnu Said bertutur bahwa selama 
bertugas dan tinggal di Kopenhagen, hampir setiap pagi, ia menyempatkan 
berolahraga dengan berjalan kaki sepanjang tujuh kilometer, menyusuri hutan 
berujung di pantai yang bersih dan indah.

“Bila cuaca cerah, saya dapat menikmati pemandangan kapal pesiar dan kapal 
dagang yang lalu-lalang, bahkan daratan Swedia di seberang laut pun tampak,” 
ujarnya.

Dari bibir pantai, terlihat jembatan Øresund yang menghubungkan kota Kopenhagen 
di Denmark dan kota Skåne di Swedia. Jembatan yang dibangun tahun 2000 terdiri 
dari terowongan sepanjang lima kilometer dan jembatan gantung sepanjang delapan 
kilometer.

"Meskipun matahari jarang bersinar terang selain saat musim panas,  udara yang 
bersih, keindahan hutan-hutan yang asri di sekeliling tempat tinggal saya, 
serta kicauan burung yang bersahutan menorehkan kesan indah tersendiri selama 
tinggal di negeri ini," katanya.

Keindahan kota tua Kopenhagen layaknya kota-kota yang dimiliki negara Eropa 
lainnya, ditandai dengan tingkat polusi rendah, transportasi umum mudah 
diakses, dan ramah lingkungan. Ini  merupakan daya tarik tersendiri bagi 
wisatawan berkunjung ke Denmark.

“Sekarang saya mengerti mengapa Denmark disebut sebagai the happiest country in 
the world,” ujar suami drg Sri Lestari Ningpuri itu. .

Pendapatan per kapita yang tinggi dengan jaminan kesejahteraan, tingkat korupsi 
yang kecil, kehidupan keluarga yang harmonis dan, waktu cuti tahunan lima puluh 
dua hari serta santunan bagi penduduk yang tidak memiliki pekerjaan, dan 
kesempatan lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga, membuat Denmark 
termasuk negara yang memiliki warga paling sehat di dunia dengan usia harapan 
hidup  81 tahun.

Salah satu yang mendukung tingginya tingkat kesehatan masyarakat Denmark adalah 
penggunaan sepeda sebagai alat transportasi utama, selain tersedianya kereta 
dan bus serta menggunakan waktu minimal satu jam untuk menjaga kebugaran dan 
kesehatan setelah berjam-jam menghabiskan waktunya di kantor.

Pemerintah kota menyediakan jalur khusus sepeda yang mendapatkan prioritas 
utama dalam lalu lintas di Denmark di mana kendaraan lain harus memberikan 
kesempatan bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki.

"Setiap hari dalam perjalanan ke kantor atau ke tempat pertemuan, saya selalu 
menyaksikan pengendara sepeda lalu lalang dengan aman dan nyaman di jalurnya," 
ujar Dubes Ibnu yang pernah bertugas sebagai wakil tetap Indonesia pada UN 
Economic and Social Commission for Asia Pacific di Bangkok, Thailand.

Bahkan saat musim dingin bersalju dengan suhu -5 hingga -15 derajat Celsius, 
masyarakat Denmark tetap mengayuh sepeda mereka.

Setiap hari orang Denmark naik sepeda setidaknya sepuluh kilometer untuk ke 
kantor, sekolah, atau tujuan lainnya.

Pejabat tinggi dari tingkat menteri atau pun anggota parlemen, bahkan perdana 
menteri, serta CEO perusahaan terkenal, memilih untuk bersepeda dan tidak 
merasa canggung.

Bersepeda juga lebih ramah lingkungan dan mengurangi polusi kota, sejalan 
dengan kebijakan pemerintah untuk mencapai zero emission.

Untuk memudahkan pengendara sepeda, kereta menyediakan fasilitas gerbong khusus 
kepada penumpang untuk dapat mengangkut sepedanya. "Saya bermimpi, suatu saat 
Indonesia memiliki fasilitas-fasilitas tersebut yang memudahkan masyarakatnya 
bersepeda," tuturnya.

"Saat ini, saya perhatikan banyak orang berminat mengendarai sepeda, seperti 
tren bike to work di kalangan pegawai di kota-kota Indonesia, termasuk Jakarta."

Namun sedihnya, belum ada penyediaan jalur khusus atau pun fasilitas lainnya 
bagi pengendara sepeda di Tanah Air. Mungkin suatu saat penerapan pola hidup 
sehat dengan bersepeda di Denmark dapat ditiru oleh Indonesia. Sungguh indah 
apabila mimpi ini dapat terwujud.

Bercerita mengenai capaian yang diraih selama di Denmark di antaranya 
meningkatnya hubungan dan kerja sama yang ditandai dengan kunjungan Ratu, 
Perdana Menteri, Putri Mahkota,  Menteri, Pejabat Senior ke Indonesia  dan 
berbagai delegasi dari Parlemen Indonesia, delegasi bisnis ke Denmark.

Di samping itu hubungan perdagangan meningkat, kunjungan wisatawan Denmark ke 
Indonesia terutama Bali, juga terjadi peningkatan investasi terutama yang 
terkait  teknologi dan produksi bersama di bidang perkapalan.

Kedua negara saling mendukung dalam pencalonan keketuaan di forum  
internasional termasuk PBB. Meningkatnya people-to-people contact melalui kerja 
sama antarpemuda dan seniman, partisipasi Indonesia dalam turnamen  badminton 
Denmark Open setiap tahun dan untungnya  Indonesia selalu mendapat juara untuk 
partai ganda putra. Siapa lagi kalau bukan pasangan Marcus  Fernaldi Gideon dan 
Kevin Sanjaya Sukamuljo.

Dubes Ibnu Said akan mengakhiri masa jabatannya dan kembali ke Tanah Air pada 
akhir Juni 2020. Dia adalah diplomat karier  yang sebelumnya menjadi Dubes 
Indonesia untuk Tunisia dan pernah tugas di Meksiko City, Bangkok, dan Ottawa 
serta pernah  menjadi staf ahli Menlu bidang manajemen. 

Baca juga: RI dan Denmark atasi ujaran kebencian, intoleransi dan ekstrimisme
Baca juga: Penyanyi dangdut Kristina hibur WNI di Kopenhagen

 

Oleh Zeynita Gibbons
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020







Kirim email ke