Xi Jinping: Cabut Hutang Kredit Tanpa Bunga Yang Akan Sampai Batas
 Waktunya Pada Akhir Tahun ini

2020-06-17 23:52:53 http://indonesian.cri.cn/20200617/5dd2dca9-f5d0-7ca8-ef62-f1d918f0a730.html

Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam KTT LB Solidaritas Tiongkok Afrika Dalam Penanggulangan Wabah malam mini (17/06) menyatakan, Tiongkok akan mencabut hutang kredit tanpa bunga yang sampai waktunya pada akhir tahun ini, memperpanjang lebih lanjut batas waktu hutang terhadap negara Afrika yang gawatnya wabah dan besarnya tekanan, mendorong badan monteter Tiongkok terkait mengadakan konsultasi bersahabat dengan negara-negara Afrika mengenai pengaturan kredit berdaulat bisnis berkenaan dengan inisiatif penundaan hutang G20 berdasarkan prinsip pasar. Sementara itu Beliau berharap komunitas internasional khususnya negara maju dan badan moneter multilateral mengambil aksi yang lebih kuat mengenai masalah pengurangan atau penundaan hutang terhadap Afrika, mengimbau G20 memperpanjang lebih lanjut batas waktu penundaan hutang negara terkait termasuk negara Afrika.

Xi Jinping menyatakan pula, Tiongkok mendukung pembangunan zona perdagangan bebas daratan Afrika, mendukung Afrika meningkatkan pembangunan di bidang interkoneksi dan penjaminan rantai industry dan rantai suplai, bersedia bersama degan Afrika memperluas kerja sama di bidang ekonomi digital, kota cerdas, energy bersih dan 5G, dengan demikian mendorong perkembangan dan pembangkitan Afrika.



 Xi Jinping: Vaksin Covid-19 Tiongkok Akan Diprioritaskan Untuk Negara
 Afrika

http://indonesian.cri.cn/20200617/ea47d4ad-4b89-e6a9-611c-ae268f6c4ef0.html
2020-06-17 23:45:10

Presiden Tiongkok Xi Jinping dalam pidato bertajuk di KTT LB Solidaritas Tiongkok Afrika dalam Penanggulangan Wabah malam mini (17/06) berkomitmen bahwa vaksin Covid-19 Tiongkok jika digunakan akan diprioritaskan kepada negara-negara Afrika.

Xi Jinping menyatakan, Tiongkok akan terus dengan sekuat tenaga mendukung aksi melawan wabah di Afrika, terus menyediakan bantuan material kepada negara Afrika, mengirim tim pakar dan membantu Afrika membelanja material melawan wabah ke Tiongkok. Tiongkok akan mulai membangun Markas Besar Pusat CDC Afrika dalam tahun ini yang lebih awal dari jadwalnya, bersama Afrika melaksanakan Aksi Kesehatan, mempercepat pembangunan rumah sakit persahabatan Tiongkok dan Afrika serta kerja sama antar rumah sakit Tiongkok dan Afrika, bersama-sama menciptakan komunitas kesehatan Tiongkok dan Afrika.



 Prinsip Satu Tiongkok Menjadi Kesepakatan Politik Sao Tome dan Principe

2020-06-17 16:43:23
图片默认标题_fororder_sp2020061701 <http://indonesian.cri.cn/20200617/bd8d9296-aeda-110d-33d1-bf19f5739d57-2.html>

Sao Tome dan Principe adalah negara kepulauan di Teluk Guinea Samudra Atlantik Afrika Barat. Tiongkok memulihkan hubungan diplomatik dengan Sao Tome dan Principe pada tanggal 26 Desember 2016. Dari tanggal 31 Mei hingga 8 Juni lalu, tim ahli medis Tiongkok melakukan pekerjaan bantuan penanggulangan wabah Covid-19 ke negara tersebut dan memperoleh pujian dari berbagai kalangan masyarakat setempat. Duta Besar Tiongkok untuk Sao Tome dan Principe Wang Wei baru-baru ini dalam wawancaranya dengan CMG menyatakan, prinsip Satu Tiongkok kini telah menjadi kesepakatan politik terbesar pihak penguasa dan pihak oposisi di Sao Tome dan Principe.

图片默认标题_fororder_sp2020061702


 Kisah Profesor Muda Xie Zheng dengan Afrika

http://indonesian.cri.cn/20200617/ebbb4ec7-d573-936d-e484-daa45b825a03.html
2020-06-17 16:34:14

图片默认标题_fororder_xiezheng2020061702

Pada tanggal 4 Juni sore, Wakil Kepala Fakultas Kesehatan Global Institut Kesehatan Masyarakat Universitas Peking (PKU), Profesor Muda Xie Zheng berkata bahwa dirinya ingin tidur sejenak, namun siapa tahu, dirinya tidak terbangun lagi. Xie Zheng yang baru berusia 41 tahun itu mencurahkan masa muda dan tenaganya kepada pembangunan kesehatan masyarakat di Afrika.

Sebagai ahli bidang kesmas, Xie Zheng mendorong pembangunan basis kesmas pertama Tiongkok di luar negeri pada tahun 2014, kemudian mendorong pembentukan Basis Penelitian dan Pendidikan Malawi Akademi Kesmas PKU.

Sesudah pendirian basis di Malawi itu, PKU mengembangkan kerja sama komprehensif di bidang kesehatan global, kesehatan perempuan dan anak-anak, penyakit menular dan kebijakan kesehatan, secara berkala mengirim dosen dan mahasiswa ke sana untuk melakukan penelitian dan praktik medis. Xie Zheng pernah beberapa kali menuju Malawi, memimpin mahasiswanya melakukan penelitian ke masyarakat lokal, membina tenaga ahli kesmas global yang memiliki wawasan internasional dan dengan sungguh-sungguh membantu penyelesaian masalah kesehatan daerah setempat.

图片默认标题_fororder_xiezheng2020061701

Dalam proses pembangunan basis kesmas Tiongkok di luar negeri, Xie Zheng pernah menyaksikan merebaknya malaria di Malawi, Komoro dan negara-negara Afrika Barat lainnya, kondisi keterbelakangan kesmas di daerah itu sangat mengejutkannya. Penelitian pemberantasan malaria di Afrika  menjadi salah satu bidang yang paling diperhatikan Xie Zheng, meskipun semua itu tidak langsung berhubungan dengan arah penelitiannya. “Malaria telah menelan terlalu banyak jiwa anak-anak di Afrika, saya merasa perlu melakukan hal yang lebih banyak setiap kali melihat keadaan tersebut,” tutur Xie Zheng yang mulai berpikir bagaimana membuat artemisinin lebih baik mengabdi kepada negara-negara berkembang.

Xie Zheng adalah seorang peneliti yang memiliki rasa kemanusiaan internasional. Ia pernah menulis, “saya tahu, saat mendatangkan kesenangan kepada orang lain, dirinya harus selalu siap berkontribusi.”

Xie Zheng aktif mendorong penelitian kebijakan Tiongkok untuk mendorong pemberantasan malaria di dunia, risetnya mengenai penanggulangan malaria sempat mengundang perhatian Direktorat Penanggulangan Malaria WHO.

图片默认标题_fororder_xiezheng2020061703

Pada Juni 2019, Xie Zheng mengorganisir Seminar Artemisinin di Beijing, untuk membahas kelayakan kelulusan pra-sertifikasi WHO terhadap obat antimalaria buatan Tiongkok. Ia menghubungi Direktur Program Malaria Global WHO Dr. Pedro Alonso dan juga mengundang pakar dan tim penanggulangan malaria mancanegara dalam rangka mempromosikan artemisinin Tiongkok kepada dunia untuk membantu pasien lokal. Waktu itu, ia sedang menjalani pengobatan kemoterapi karena menderita kanker.

Pekerjaan Xie Zheng berhasil memperoleh pengakuan dan pujian dari rekan sejawat negara lain. Direktur Program Malaria Global WHO Dr. Pedro Alonso setelah mendengar kabar wafatnya Xie Zheng dalam surat simpatinya memuji, “ia berhasil mendorong kerja sama yang mendalam dan efektif antara WHO dan Tiongkok, membantu dunia internasional memahami pendirian dan kekuatan Tiongkok dalam bantuan internasional bidang penanggulangan malaria”.

图片默认标题_fororder_xiezheng2020061704

Ibu Negara Malawi dalam surat simpatinya menyatakan terkejut dan penyesalan  atas wafatnya “teman tercinta yang memiliki kecerdasan  akademik”.

Xie Zheng adalah seseorang yang optimis dan jujur. Para rekan, guru dan mahasiswanya mengatakan, “rasanya Xie Zheng belum pergi, ia hanya terbang ke Afrika saja.”

图片默认标题_fororder_xiezheng2020061705


Kirim email ke