Opini
Amerika Serikat: An Empire Eating Itself
* Cetak
<http://bergelora.com/opini-wawancara/artikel/14023-amerika-serikat-an-empire-eating-itself.html?tmpl=component&print=1&layout=default&page=>
* Email
<http://bergelora.com/component/mailto/?tmpl=component&template=sj_financial&link=715e272506a5b1befba83b9f99a08d89b4f0f407>
Kamis, 18 Juni 2020
Dilihat: 28
http://bergelora.com/opini-wawancara/artikel/14023-amerika-serikat-an-empire-eating-itself.html
Kerusuhan di Amerika Serikat yang terus berlanjut sampai saat ini. (Ist)
/Kemunafikan Amerika Serikat semakin terungkap dimata dunia,--
mempermalukan para pemuja dan pendukungnya. Semua nilai demokrasi, hak
azasi manusia, kebebasan berbicara, keadilan dan kesetaraan yang selama
menjadi alat untuk intervensi pada negara dan bangsa-bangsa
lain,--menjadi api pergolakan di dalam negerinya sendiri. Sementara
negara-negara lain sibuk berbenah untuk bangkit dan keluar dari dominasi
Amerika membangun tatanan baru. Tony Cartalucci pengamat sosial dan
politik di Amerika Serikat menulisnya dalam Global Research, 17 Juni
2020 pada
linkhttps://www.globalresearch.ca/america-empire-eating-itself/5716163dan
diterjemahkan untuk pembaca bergelora.com. (Redaksi)/
/Empire memiliki satu trik - pecahbelahlah dan taklukkan. Ketika semua
wilayah, negara, dan rakyat di luar negeri habis dikonsumsi, maka ia
akan menyasar dirinya sendiri. (Global Research)/
*Oleh: Tony Cartalucci*
AMERIKA SERRIKAT mendapati dirinya dalam posisi yang unik,--sebagai
sebuah empire (kerajaan) yang sedang menuju jurang kehancuran. Sementara
negara-negara lain di seluruh dunia mulai berdiri dan bangkit secara
ekonomi, militer, dan politik,--menutup jalan eksploitasi yang
menguntungkan,-- Amerika Serikat mendapati dirinya berbalik merusak dan
menyerang sekutunya dan bahkan penduduknya sendiri,-- baik dengan
memeras kekayaan apa pun yang didapat dapat atau paling tidak,-- untuk
mencegah perpindahan kepentingan khusus Amerika saat ini dengan berbagai
cara.
Pakar dan analis geopolitik F. William Engdahl melakukan pekerjaan yang
mengesankan dengan menunjukkan bagaimana gejolak di Amerika Serikat saat
ini didorong bukan oleh upaya akar rumput untuk menghadapi kepentingan
khusus ini tetapi oleh kepentingan khusus itu sendiri.
Tidak peduli apa yang dipikirkan orang-orang yang turun ke jalan,--
untuk suatu negara yang mahir dalam mengobarkan revolusi di luar
negeri,--dengan cara yang sama kerusuhan dilakukan di rumah
sendiri.--mereka memastikan dilakukan dengan cara yang paling aman dan
paling menguntungkan.
*Kisah Dua Restoran*
Untuk menunjukkan betapa absurdnya "revolusi” terbangun di Amerika bisa
dilihat dari dua restoran/Domino's Pizza/dan/Shake Shack/. Keduanya
menemukan diri mereka menjadi sasaran dari kekacauan di Amerika saat
ini. Domino pada suatu titik di masa lalu yang jauh mendukung
orang-orang yang sekarang menemukan diri mereka di antara pemerintahan
Presiden AS Donald Trump, dan Shake Shack,-- karyawannya dituduh
meracuni petugas kepolisian Kota New York.
Dominos Pizza will go all-vegetarian for nine-day Navratri ...
Masyarakat memboikot salah satu dan mendukung yang lain untuk menentang
lawan politik mereka,--tanpa mau repot memeriksa siapa yang sebenarnya
memiliki dua bisnis makanan dan minuman tersebut. Jika mereka
melakukannya,-- mereka akan melihat kedua restoran tersebut dimiliki
oleh segelintir perusahaan investasi yang sama.
Investor di Blackrock, Vanguard, atau State Street Global Advisors lah
yang memiliki saham dan keuntungan signifikan dari Shake Shack dan
Domino's - tidak peduli restoran mana yang anda boikot selama anda
mendukung yang lain dalam bisnis mereka,-- tidak penting dengan
perlawanan yang dilakukan. Mereka sengaja mendanai kedua sisi kekacauan
untuk memastikan permainan "revolusi" di Amerika.
Perhatikan tidak ada orang menyerukan boikot ‘Wall Street’. Tidak ada
yang mengatakan "boikot mereka semua." Tidak ada yang bisa menghubungkan
tindakan meracuni polisi atau mendukung Presiden Trump adalah merupakan
ketidakadilan yang dibuat oleh para korporasi.
File:Shake Shack Madison Square.jpg - Wikimedia Commons
Ini adalah cara klasik dalam pecahbelah dan penaklukan,-- yang mencekik
semua leher orang Amerika,--yan tidak menyadari ancaman bersama terhadap
perdamaian dan kemakmuran mereka, yang menghabiskan gaji mereka setiap
bulan, yang menyalurkannya ke pemusatan semua kekayaan di Wall Street.
Dan ketika pembangunan kembali dimulai,--jika bisa dimulai kembali,--
orang Amerika juga yang akan membayar melalui pajak,-- bukan para
investor seperti Blackrock dan lainnya yang berada di Wall Street.
Meskipun terjadi kekacauan di jalan-jalan Amerika, perusahaan-perusahaan
ini akan terus mengambil keuntungan dan investor mereka akan terus
mengumpulkan kekayaan dan kekuasaan. Lanskap politik Amerika akan terus
menyala memastikan tidak ada hal penting yang dapat dibangun untuk
mengubah fakta dasar ini.
*Dunia Keluar dari Hegemoni Amerika*
Jika anda menonton berita atau mendengarkan aktivis yang berkeliaran di
jalan-jalan Amerika, mungkin anda cenderung percaya mereka sedang
membakar di sekitar lingkungan komunitas anda,-- dan anda mengeluh tanpa
henti tentang cara menghentikan semua itu.
Sementara, pada kenyataannya, seluruh dunia telah mulai bergerak keluar
dari bawah bayang-bayang hegemoni global Amerika. Mereka tidak
melakukannya dengan membakar bangsa mereka sendiri atau mengeluh tanpa
henti kepada PBB,--dunia melakukannya dengan membangun
alternatif-alternatif yang lebih unggul dari apa yang ditawarkan Amerika
kepada dunia.
China adalah contoh sempurna dari negara yang menawarkan industri dan
infrastruktur sebagai alternatif menggantikan ‘investasi’ Amerika,
menggantikan peralatan perang Amerika yang mahal dengan campur tangan
politik Amerika. China membangun bendungan, kereta api, pabrik, dan
senjata yang terjangkau tanpa ikatan politik.
Rusia telah memberikan negara-negara di seluruh dunia alternatif untuk
segala sesuatu mulai dari senjata dan energi hingga aliansi politik dan
ekonomi.
Secara individual, negara-negara mulai menciptakan alternatif
menggantikan monopoli Amerika yang tadinya tidak tertandingi.
Bangkitnya/Huawei/yang tadinya dibawah/Apple,/sekarang jauh di
atasnya,-- adalah contoh sempurna. Rusia memposisikan dirinya sebagai
mitra utama bagi negara-negara Timur Tengah yang kelelahan karena dengan
cara Stewardship ala Amerika di wilayah tersebut.
This process – in fact – of doing just that has dominated the topic of
geopolitics for years as America declines and lashes out and as nations
patiently and systematically create these very sort of alternatives.
Collectively it is called the “multipolar world order” and is one built
on physical infrastructure like factories and railways – not
spreadsheets and ticker symbols.
Bahkan di negara-negara yang lebih kecil, gagasan untuk menciptakan
alternatif untuk hal-hal seperti platform media sosial yang dimonopoli
oleh AS mulai bangkit memberdayakan negara-negara itu,-- menjaga
pendapatan lokal, dan menggusur pengaruh Amerika dari perbatasan mereka.
Masalah Amerika adalah bahwa kita telah lama meninggalkan pembangunan
dan penciptaan berbagai hal,-- dan sebaliknya Amerika telah berfokus
pada paksaan, eksploitasi, pencurian dan manipulasi. Ini hanya berfungsi
selama tidak ada orang lain yang mulai membangun dan mencipta. Selama
tidak ada yang berusaha melindungi diri mereka dari penipuan keuangan
dengan menciptakan sistem alternatif untuk berinvestasi dalam kemajuan
nyata.
Proses diatas pada kenyataannya telah mendominasi topik geopolitik
selama bertahun-tahun sampai membawa kemerosotan,-- sementara
negara-negara lain dengan sabar dan sistematis menciptakan alternatif
menggantikan agenda Amerika pada dunia. Secara kolektif ini disebut
"tatanan dunia multipolar" yang dibangun dengan infrastruktur fisik
seperti pabrik dan kereta api.
*Membangun Masyarakat Amerika*
Wall Street tidak masalah dengan aktivis yang membakar bisnis di seluruh
negeri,-- bahkan yang mereka miliki. Karena mereka yang di Wall Street
masih miliki 10 investasi lainnya yang akan terus dibayarkan oleh para
aktivis.
Apa yang diinginkan Wall Street adalah agar masyarakat tidak memboikot
semua bisnis yang mereka miliki. Mereka menciptakan alternatif lokal
yang menjaga kekayaan di dalam komunitas. Konsentrasi kekayaan di Wall
Street dan semua kekuatan dan pengaruh yang dibeli telah tersebar lebih
merata di seluruh negeri.
Sosialisme palsu ditawarkan sebagai solusi,-- sesuatu yang bisa tetap
dilakukan dari Wall Street di Washington yang di bawah kendali mereka,--
daripada mendistribusi kekayaan yang sesungguhnya berada dalam
kendalikan setiap orang yang memiliki bisnis, tanah, dan alat-alat
produksi dengan membangun dan mengoperasikan pabrik setempat.
Jika uang adalah kekuatan,--meminta atau bahkan menuntutnya dari mereka
yang memilikinya untuk mengembalikannya tidak akan pernah bisa berhasil.
Maka jangan lagi memberikannya kepada mereka secara sukarela. Sebagai
gantinya simpan dan gunakan uang itu di masyarakat sebagai satu-satunya
cara untuk mengarahkan orang-orang agar kembali bekerja,-- daripada
disalurkan ke Wall Street.
Jika orang Amerika menginginkan masyarakat yang lebih baik untuk
hidup,--maka mereka harus membangunnya,--tidak memintanya dari Wall
Street. Merekalah yang membakar bukannya membangun. Merekalah yang
mengeluh bukannya bekerjasama,--- entah secara sengaja berusaha
menghalangi reformasi dan kemajuan nyata di Amerika Serikat, atau telah
jatuh ke dalam lubang perangkap yang mereka gali sendiri.
Protes memiliki tempatnya,-- terutama ketika digunakan untuk melindungi
apa yang sedang dibangun. Tetapi sejauh untuk perubahan dalam dirinya
sendiri,-- tidak ada dalam sejarah,-- kekerasan buta saja dapat membawa
perubahan penting.
/The woke revolution/saat ini bukan pengecualian. Banyak pengunjuk rasa
mengutip hal-hal seperti "Revolusi Perancis" - ini sangat jelas.
Revolusi Perancis tentu saja berakhir dengan penggulingan satu
monarki,--dan yang lain yang jauh lebih besar dipimpin oleh Napoleon
Bonaparte,-- menggantikannya.
Sampai hari ini Prancis masih dikendalikan oleh kepentingan pemodal
korporasi yang sangat besar yang ada jauh di atas "demokrasi" dan
"protes" rakyat Perancis. Militer Perancis tetap dikerahkan di banyak
"bekas" koloni di Afrika untuk menegaskan kembali dirinya sendiri
bersama barat dan sekutunya di Wall Street dan di Washington.
Jelas sesuatu yang lebih substansial perlu dilakukan daripada
berkomitmen untuk kekacauan tanpa berpikir di jalanan dan keluhan tanpa
akhir di media. Jika orang menginginkan kekuasaan, mereka perlu memiliki
uang sebagai sarana untuk mendapatkannya. Untuk itu mereka harus
berhenti menyerahkan gajinya ke Wall Street dan menyimpannya di
komunitas mereka. Itulah bagaimana China dan Rusia dan seluruh dunia
multipolar telah mengubah banyak hal secara global. Itulah satu-satunya
cara untuk perubahan bagi orang Amerika di dalam negeri.
*Membuang Kemunafikan Amerika *
Dalam beladiri Judo, energi musuh yang menyerang berbalik melawan
mereka,-- umumnya dalam bentuk lemparan yang spektakuler.
Di seluruh dunia,--sekarang adalah waktu yang tepat untuk memanfaatkan
kemunafikan dari negara yang telah berpuluh-puluh tahun mengajar dunia
tentang ‘demokrasi’, ‘hak asasi manusia, dan ‘kebebasan berbicara’,--
sementara sekarang di dalam negera itu sendiri secara terbuka terjadi
penghancuran atas semua hal di atas.
Berbagai lembaga yang didanai oleh Departemen Luar Negeri Amerika
Serikat melalui National Endowment for Democracy (NED) yang beroperasi
di luar negeri mendapati diri mereka dalam posisi yang sangat tidak
menyenangkan untuk mengambil uang dari suatu negara yang terpapar
penyakit kronis, rasis sistemik, terpecah, dan semakin kejam.
Bagaimana lembaga dan organisasi-organisasi yang didanai NED ini akan
mengklaim bahwa mereka memajukan "demokrasi" atau "hak asasi manusia"
dan terima kasih kepada pendanaan Amerika Serikat yang dermawan,--
ketika demokrasi dan hak asasi manusia di Amerika Serikat sendiri telah
rusak bahkan hancur?
Negara-negara yang selama ini diganggu oleh campur tangan Amerika
Serikat dapat dengan mudah menghapus jejak Amerika Serikat yang terbukti
rasis, anti demokrasi dan semakin munafik.
Dengan semua energi yang telah diinvestasikan Amerika Serikat dalam
campur tangan di luar negeri, maka akan kembali memukul kembali ke
Amerika Serikat.
Akhir dari Imperium (kekaisaran) tidak bisa dihindari. Negara-negara di
dunia bisa dengan mudah menunggu dengan sabar. Karena Amerika Serikat
adalah imperium yang memakan dirinya sendiri.
Selama dunia tetap bertekad untuk terus membangun alternatif yang lebih
baik menggantikan tatanan dunia buatan Amerika,--proses akan terus
berjalan menghapus hegemoni Amerika di seluruh dunia. Sebagian besar
negara sangat ingin bekerja dengan rakyat Amerika sendiri, yang 99,999%
diantaranya juga menjadi korban Wall Street dan Washington. Ini membantu
menjelaskan kesabaran yang hampir tak berkesudahan dari negara-negara
seperti Rusia dan China dalam menghadapi provokasi harian oleh Wall
Street dan Washington.
Bagi orang Amerika, negara,--terserah kepada mereka,-- seperti apa
mereka akan tinggal begitu debu mengendap. Apakah membiarkan kekuasaan
dan kekayaan tetap terkonsentrasi di Wall Street dan kekerasan terus
ditabur mendorong pembenaran negara polisi menjadi lebih besar? Atau
mulai berpikir dan bertindak untuk diri mereka sendiri?
Hanya waktu yang akan memberitahu!