-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1568624/jenderal-polisi-idham-aziz-tiada-ruang-bagi-premanisme-di-indonesia



Jenderal Polisi Idham Aziz: Tiada ruang bagi premanisme di Indonesia

Senin, 22 Juni 2020 21:57 WIB

John Kei dihadirkan saat rilis di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (22/6/2020). 
Tim gabungan Polda Metro Jaya menangkap dia bersama puluhan anggota kelompoknya 
dalam kasus pengeroyokan, pembunuhan dan kekerasan di kawasan Duri Kosambi, 
Jakarta Barat dan Perumahan Green Lake City, Tangerang, Banten pada Minggu 21 
Juni 2020. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
.... negara tidak boleh kalah dengan preman...
Jakarta (ANTARA) - Kepala Kepolisian Indonesia, Jenderal Polisi Idham Azis, 
menegaskan, negara tidak akan kalah dengan aksi premanisme yang terjadi 
sehingga tiada ruang bagi preman dan premanisme di Indonesia.

Pernyataan dia ini terkait penyerangan berujung kematian dilatari kekerasan 
bersenjata oleh kelompok John Kei di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, 
Tangerang.

Melalui siaran pers, Jakarta, Senin, Aziz menegaskan  tidak akan memberikan 
ruang kepada kelompok preman yang membuat resah dan takut masyarakat. Ia juga 
mengapresiasi jajaran Polda Metro Jaya yang telah menangkap kelompok John Kei 
yang diduga menyerang lawannya itu.

Baca juga: Ada apa dengan John Kei?

"Kuncinya adalah negara tidak boleh kalah dengan preman," kata Aziz dalam 
keterangan tertulisnya.

Ia menekankan, negara harus hadir dan tidak boleh kalah dengan aksi-aksi 
kriminalisme dan menurut dia, penganiayaan, perusakan ataupun penjarahan sangat 
tidak dibenarkan.

Jenderal bintang empat yang banyak berkarir di lingkungan reserse itu itu 
meminta agar proses hukum pelaku agar terus dikawal sampai sidang nanti.

Ia juga meminta agar masyarakat ikut mengawasi proses penegakan hukum itu. 
"Kami proses (hukum) dan masyarakat kawal hingga ke persidangan nanti," kata 
dia.

Baca juga: Polisi jerat John Kei dengan pasal pembunuhan berencana

Sebelumnya Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana, 
mengatakan, anak buah dari John Kei sempat menyerang kelompok Nus Kei di 
Kosambi, Jakarta Barat. Salah satu anak buah Nus Kei berinisial ER tewas di 
lokasi kejadian akibat luka bacok. Sedangkan korban satu lagi inisial AR, jari 
tangannya putus akibat sabetan benda tajam. John Kei dan Nus Kei masih ada 
ikatan kekeluargaan.

"Kasus ini terjadi pada Minggu 21 Juni 2020 sekitar pukul 11.30 WIB terjadi 
penganiayaan diduga dilakukan kelompok John Kei berjumlah lima sampai tujuh 
orang terhadap kelompok Nus Kei, di Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, yang 
menyebabkan satu orang meninggal dunia, ER," kata dia.

Menurut dia, di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin, yang bersangkutan 
meninggal karena luka bacok di beberapa tempat dan satu orang lain putus jari, 
tangan, empat jari tangan putus.

Baca juga: Polisi sebut motif ekonomi picu John Kei lakukan pengeroyokan

Kemudian, kata dia, di hari yang sama, kelompok John Kei juga menyerang  Nus 
Kei di rumahnya, di Perumahan Green Lake City, Cipondoh, Tangerang.

“Kemudian di hari yang sama, sekitar pukul 12.25 ada 15 orang saat itu 
menggunakan empat kendaraan roda empat yang diduga dari kelompok John Kei 
datangi satu rumah. Mereka datang ke sana mencari seseorang dan di situ jelas 
rumah (yang dicari) merupakan rumah Nus Kei," kata Sudjana.

Dari penyerangan itu kini John Kei beserta 25 anak buahnya berhasil ditangkap 
Polda Metro Jaya dan semuanya sudah berstatus sebagai tersangka.

Baca juga: Polisi tangkap 30 orang terkait pengeroyokan oleh John Kei

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020






Kirim email ke