-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.antaranews.com/berita/1568608/pemprov-bali-gandeng-10-komunitas-sajikan-pentas-virtual-bung-karno



Pemprov Bali gandeng 10 komunitas sajikan pentas virtual Bung Karno

Senin, 22 Juni 2020 21:50 WIB

Salah satu cuplikan adegan pentas virtual bertajuk "Bung Karno dan Bali" 
(Antaranews Bali/Dok Disbud Bali/2020)
Denpasar (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Bali menggandeng 10 komunitas seni 
untuk terlibat dalam pentas seni virtual dalam rangkaian peringatan Bulan Bung 
Karno Tahun 2020 sekaligus menjadi wadah bagi kreativitas seniman di tengah 
pandemi COVID-19.

"Masyarakat atau netizen menyambut kegiatan tersebut dengan antusiasme tinggi, 
bahkan tidak sedikit yang melontarkan komentar positif. Artinya, pergelaran 
virtual bertajuk 'Bung Karno dan Bali' ini diterima masyarakat," kata Gubernur 
Bali Wayan Koster dalam sambutannya pada pentas virtual tersebut di Denpasar, 
Senin.

Orang nomor satu di Pemprov Bali itu berharap dengan pergelaran virtual ini, 
seluruh krama (masyarakat) Bali, khususnya generasi penerus, semakin menjiwai 
ajaran Bung Karno yang merupakan Bapak Bangsa.

Pentas virtual "Bung Karno dan Bali" ditayangkan perdana bertepatan dengan 
peringatan 50 tahun wafatnya Ir Soekarno, Presiden pertama Republik Indonesia, 
dengan memanfaatkan kanal media sosial youtube Pemprov Bali dan Disbud Prov 
Bali pada Minggu (21/6).

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali Wayan "Kun" Adnyana 
menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh komunitas yang terlibat.

"Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, kami mengucapkan terima kasih yang 
sebesar-besarnya atas partisipasinya. Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada 
tim pendukung, antara lain penyair Warih Wisatsana, pekerja seni Kadek 
Wahyudita, Indra Parusha, Iwan, serta tim kameramen dan editor, sehingga 
pergelaran seni virtual yang dimaksud berjalan lancar," ujarnya.

Menurut Kun Adnyana, mereka sepenuhnya tampil dengan sukarela dan penuh suka 
cita untuk merayakan semangat Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia Bung 
Karno dengan tanpa biaya.

"Ini kerja gotong royong kita dalam mengaktualisasikan ajaran Trisakti Bung 
Karno untuk Menyongsong Bali era baru," ucap pria yang juga akademisi ISI 
Denpasar itu.

Pergelaran seni virtual berdurasi 50 menit yang memadukan pentas teater, 
musikalisasi puisi, kesenian tadisional dalam teknik sinematografi itu diawali 
dengan pembacaan puisi "Ode Bagi Bung Karno" oleh penyair Warih Wisatsana 
diiringi dentingan nada gangsa serta alunan suara kidung.

Berikutnya, Komunitas Mahima berjudul "Nyoman Rai Srimben" dengan pengambilan 
gambar berlokasi di Bale Agung Buleleng, tempat kelahiran Ida Ayu Nyoman Rai 
Srimben, Ibunda Bung Karno, dengan puisi dan iringan gitar yang dipadu 
nyanyian. Kemudian SLBN 1 Badung menampilkan musikalisasi puisi berjudul "Aku 
Melihat Indonesia" yang mengambil lokasi di Aula SLBN 1 Badung.

SMAN 3 Denpasar menampilkan karya seni berjudul "Pelecut Baja" bertempat di 
Aula SMAN 3 Denpasar, menyajikan alat muasik tradisional seperti suling yang 
dipadu dengan gamelan Bali dan musik modern. Sementara SMKN 5 Denpasar 
menyajikan garapan berjudul "Minum Seni dan Kultur" menampilkan garapan tari 
dan vokal, diiringi gamelan Bali. Penabuh nampak memakai masker yang menawan 
berwarna merah dan putih.

Sanggar Gumiart menampilkan garapan berjudul "Merajut Adab Nusantara" yang 
menampilkan lima penari wanita dengan permainan kipas, dan wastra songket. 
Sebagai pengiring kendang, suling yang dipadu dengan musik modern. SMKN 3 
Sukawati mengangkat garapan berjudul "Spirit Bung Karno" dengan memadukan semua 
unsur seni, seperti tari, tembang, musik, seni vokal, teater, puisi, dan 
pedalangan.

Teater Selem Putih menampilkan teater dengan judul "Sarinah" dengan lokasi di 
Studio Teater Selem Putih Buleleng yang menyindir kaum politisi yang sengaja 
menirukan penampilan mirip Bung Karno, namun tidak mengamalkan ajarannya, 
seperti Trisakti. Pertunjukan ditutup dengan penampilan Grup Band Mr Botax yang 
berjudul "Bung Karno Bapak Bangsa".

Pewarta: Ni Luh Rhismawati
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2020







Kirim email ke