Bung Djie, Mungkin kalau NKRI pinjam bunga pinjaman agak tinggi, sebab harus ada ongkos lelah petugas atau juru pinjam..
On Fri, Jun 26, 2020 at 11:28 AM kh djie <[email protected]> wrote: > Saya kira orang kepingin tahu, pinjaman jangka panjang atau pendek. > Bunganya berapa ? Lebih murah, lebih mahal, atau normal. > Mengapa kok dari AIIB, apa tidak bisa dapat lain yang lebih murah bunganya > dan pinjamannya berjangka lebih panjang, atau justru tidak mau pinjam > terlalu lama, total bayar lebih banyak bunga? > > Op vr 26 jun. 2020 om 10:11 schreef Sunny ambon [email protected] > [GELORA45] <[email protected]>: > >> >> >> *Apakah tidak aneh, kalau komunisme dilarang, dikutuk dan diharamkan di >> NKRI, tetapi perlu duit rezim minta pinjaman dari bank milik negara >> Komunis. Apakah tidak haram meminjam uang dari negara komunis? Kalau haram >> bisa jadi para petinggi rezim neo-Mojopahit bakal dimasukan ke neraka, jadi >> impian untuk ke taman Firdaus yang penuh dengan bidadari cantik bin molek >> lagi sexy, mereka siap sedia memberikan pelayanan istimewa jasmaniah maupun >> rochaniah tidak akan diperoleh.* >> >> >> >> https://www.sinarharapan.co/ekonomi/read/18972/ri_dapat_pinjaman_us__1_miliar_dari_aiib >> >> >> *RI Dapat Pinjaman US$ 1 Miliar dari AIIB* >> >> Selasa , 23 Juni 2020 | 14:34 >> >> >> AKARTA - Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) menyetujui dana >> pinjaman sebesar satu miliar dolar AS atau senilai hampir Rp 15 triliun >> kepada Pemerintah Indonesia untuk memperkuat jaring pengaman sosial, >> meningkatkan penanganan kesehatan, dan memitigasi penurunan ekonomi akibat >> pandemi COVID-19. >> >> >> "Dukungan dari AIIB diharapkan dapat memberi kontribusi bagi Pemerintah >> Indonesia dalam mengatasi berbagai tantangan di tengah masa yang penuh >> ketidakpastian ini," kata Wakil Presiden Operasi Investasi AIIB DJ Pandian >> dalam pernyataan di Jakarta, Selasa (23/6/2020). >> >> >> Ia menambahkan bantuan ini dapat membantu meringankan beban Pemerintah >> Indonesia karena pandemi COVID-19 telah memaksa banyak negara berkembang >> untuk mengambil keputusan trade-offs yang sulit guna memenuhi kebutuhan >> warga. >> >> Program pinjaman 750 juta dolar AS dari AIIB akan digabungkan dengan dana >> pinjaman dari Bank Pembangunan Asia (ADB) dalam skema co-financing untuk >> meningkatkan stimulus ekonomi di sektor bisnis termasuk usaha mikro kecil >> dan menengah (UMKM), keluarga miskin, serta memperkuat sistem pelayanan >> kesehatan umum. >> >> >> AIIB juga berkerja sama dengan Bank Dunia, untuk menyetujui tambahan >> kucuran dana sebesar 250 juta dolar AS, guna memperkuat percepatan >> penanganan kesehatan oleh Pemerintah Indonesia termasuk kesiapan fasilitas >> perawatan, kapasitas pengujian, pengawasan, pencegahan, dan koordinasi >> pemerintah dan komunikasi publik. >> >> Pandian menambahkan bahwa dengan menyesuaikan produk pendanaan dengan >> kebutuhan, AIIB akan memberikan respons yang tepat waktu dan dan fleksibel >> kepada negara-negara anggota, demi memastikan pemulihan ekonomi sesegera >> mungkin. >> >> >> "Sebelum dilanda COVID-19, Indonesia telah menunjukkan manajemen ekonomi >> makro yang baik dan komitmen yang kuat untuk mencapai tujuan pembangunan >> yang berkesinambungan. Kami akan terus responsif membantu kebutuhan di masa >> krisis, sehingga mengembalikan Indonesia ke jalur yang tepat menuju >> pertumbuhan ekonomi," ujarnya. >> >> Wakil Menteri Keuangan RI Suahasil Nazara memberikan apresiasi atas >> respons AIIB yang cepat dan fleksibel terhadap kebutuhan mendesak >> negara-negara anggota selama terjadinya krisis kesehatan dan ekonomi dalam >> masa-masa seperti ini. >> >> "Kami juga berterima kasih atas pinjaman sejumlah 750 juta dolar AS untuk >> pemerintah Indonesia melalui program COVID-19 Active Response and >> Expenditure Support (CARES) bekerja sama dengan ADB, serta tambahan >> pinjaman 250 juta dolar AS melalui Program for Results bekerja sama dengan >> Bank Dunia," katanya. >> >> Suahasil menambahkan bahwa pinjaman ini sangat diperlukan untuk mendukung >> pelayanan kesehatan, memenuhi kebutuhan belanja bantuan sosial yang >> mendesak, dan memperluas program bantuan sosial kepada masyarakat miskin >> dalam mengatasi dampak ekonomi dan sosial yang merugikan akibat COVID-19.. >> >> Sebelumnya, AIIB telah mempersiapkan fasilitas pemulihan COVID-19 >> (COVID-19 Crisis Recovery Facility atau CRF) sebagai bentuk komitmen dan >> koordinasi dengan upaya komunitas internasional dalam menanggulangi krisis >> akibat pandemi ini. >> >> >> Fasilitas ini memiliki besaran awal 5-10 miliar dolar AS untuk membantu >> negara-negara anggota AIIB menyediakan kebutuhan-kebutuhan darurat di >> bidang ekonomi, finansial dan kesehatan, dan untuk pemulihan dari krisis.. >> Dana untuk kedua program pinjaman AIIB di atas bersumber dari fasilitas CRF. >> >> Sementara itu, pemerintah memproyeksikan pertumbuhan dapat terkontraksi >> ke zona negatif karena adanya COVID-19. >> >> Pandemi ini diperkirakan akan semakin membebani sistem kesehatan >> Indonesia yang tertinggal jika dibandingkan dengan negara-negara tetangga. >> >> Lesunya kinerja perekonomian juga berdampak menengah panjang karena >> adanya pandemi ini berpotensi menyebabkan terjadinya pemutusan hubungan >> kerja (PHK) yang diperkirakan dapat mencapai 1-7 juta kasus. *(E-3)* >> >> >> >> >> >> >> >
