Warga AS Donasikan Kornea kepada Pasien Tiongkok

http://indonesian.cri.cn/20200629/1e7a4b91-b554-aa81-50e9-a7716775d813.html
2020-06-29 14:54:30

图片默认标题_fororder_jiaomo1

Pada tanggal 27 Juni, Rumah Sakit Super Bo’ao Hainan melakukan transplantasi kornea buatan impor berlisensi kepada 2 orang pasien yang kehilangan penglihatan akibat luka bakar kimia. Sekarang, daya penglihatan 2 pasien itu telah pulih.

图片默认标题_fororder_jiaomo2

Yang mengharukan lagi adalah, kornea yang ditransplantasi itu berasal dari seorang lanjut usia Amerika Serikat, Swanson John Michael. Swanson dan istrinya Chen Yana tinggal di Provinsi Hainan pada tahun 2009. Suatu hari pada tahun 2017, Swanson pindah ke panti jompo di Kota Haikou karena kondisi kesehatannya. Karena sangat mencintai Tiongkok, maka ia menandatangani surat sukarela donasi kornea melalui Palang Merah Kota Shanya.

图片默认标题_fororder_jiaomo3

Swanson John Michael meninggal dunia pada tanggal 20 Juni 2020. Menurut permintaan terakhirnya, sanak keluarganya dengan dibantu oleh Palang Merah Provinsi Hainan menyumbangkan korneanya kepada 2 orang pasien yang masing-masing berasal dari Provinsi Sichuan dan Henan Tiongkok.



 Pelacakan Sumber Virus Covid-19:


 *Waktu Wabah Merebak di Sejumlah Negara Mungkin Lebih Dahulu*

http://indonesian.cri.cn/20200629/4045aef9-2fec-5048-7398-bd93b5e2b581.html
2020-06-29 14:50:27

图片默认标题_fororder_suyuan1图片默认标题_fororder_suyuan2

Menurut laporan Ta Kung Pao, Hong Kong Tiongkok pada hari Minggu kemarin (28/06), seiring dengan terus diperdalamnya penelitian wabah Covid-19 di seluruh dunia, kronologi perkembangan wabah di beberapa negara telah diubah, kasus terdiagnosa atau waktu penyebaran wabah lokal yang paling awal mungkin akan dimajukan.

Pada tanggal 15 Mei, Menteri Kesehatan, Tenaga Kerja dan Sosial Jepang Kato Katsunobu menyatakan, Palang Merah Jepang memeriksa 500 sampel darah pada awal tahun lalu dan ditemukan dua sampel positif virus Covid-19, ini berarti bahwa perbandingan terinfeksi adalah 0,4%.

Ahli virologi Spanyol pada tanggal 26 Juni menemukan virus Covid-19 dalam sampel air limbah pada Maret 2019, 9 bulan lebih awal dari kasus Covid-19 perdana yang dilaporkan Tiongkok.

Wali kota Belleville, New Jersey AS Michael Melham pada awal bulan Mei menyatakan, hasil tes menunjukkan dirinya positif Covid-19 pada akhir April lalu, namun ia yakin bahwa dirinya telah terinfeksi virus pada November tahun lalu. Laporan tes yang diumumkan kota Santa Clara pada April lalu menunjukkan, jauh pada tanggal 6 Februari, terdapat korban tewas akibat pneumonia Covid-19 di daerah setempat, dan hal ini menunjukkan, virus Covid-19 telah mulai menyebar di California pada bulan Januari bahkan mungkin lebih awal.

Rumah sakit Albert Schweitzer di Colmar, Perancis dalam sebuah pengumumannya pada tanggal 7 Mei lalu mengatakan, di antara pasien-pasien di rumah sakit tersebut, kasus suspek virus Covid-19 yang paling awal dapat ditelusuri sampai tanggal 16 November tahun lalu.

Institut Kesehatan Tinggi Italia (ISS) dalam laporannya pada tanggal 18 Juni mengatakan, periset menemukan virus Covid-19 dari sampel limbah yang diambil pada tanggal 18 Desember tahun lalu di Milan dan Turin.

Tim peneliti Universitas Kolese London, Inggris dan lembaga lainnya menganalisa data 7.500 lebih gene virus dari orang yang terinfeksi virus Covid-19 dari berbagai negara di dunia, berpendapat bahwa leluhur virus Covid-19 ini berasal dari akhir 2019, ini mungkin adalah waktu terjadinya penularan virus Covid-19 dari alam ke manusia, virus Covid-19 mungkin sudah secara luas menular pada akhir tahun lalu.

Mengenai masalah sumber virus, Doktor Peter Forster dari Universitas Cambridge mengemukakan pendapatnya, kini jawaban jelas tentang sumber virus masih belum dapat diberikan, akan tetapi, bukti yang diperoleh dalam penelitian mereka menunjukkan, waktu awal penularan virus Covid-19 kepada manusia terjadi pada kisaran tanggal 13 September 2019 sampai tanggal 7 Desember 2019.

Sejak wabah Covid-19 merebak, semakin banyak ilmuwan  mengadakan pekerjaan pencarian sumber virus. Dengan koordinasi WHO, berbagai negara bertanggung jawab dan berkewajiban mengadakan pekerjaan pelacakan sumber virus. Meskipun pekerjaan itu amat sulit, masih terlalu awal untuk mendapat kesimpulan pada saat ini. Info terbaru pelacakan sumber virus akan diumumkan secara bertahap, patut diperhatikan dan dipikirkan oleh berbagai negara untuk mengadakan koordinasi sepenuhnya.

Kirim email ke