anda khan jelas ndompleng nama Tirto ID seakan artikel itu dari sana.
On Monday, June 29, 2020, 11:15:57 PM PDT, kh djie [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Di mana saya katakan suka, di mana saya bela tulisan itu,saya kan cantumkan
artikel2 yang ada, yang bertolak padakeanggotaan Anies Baswedan di Boston Club.
Anda berpendapat lain, silahkan saja, meskipun sama sekali tidak menunjukkan
point point apa yang jelas tidak benar.
Op di 30 jun. 2020 om 08:07 schreef Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:
ya sudah kalau begitu, anda suka konspirasi teori dgn penulis siluman ya suka2
anda.
On Monday, June 29, 2020, 08:21:16 PM PDT, kh djie [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Dari semula sudah saya sebut dapat dari WA, tidak disebut penulisnya.Yang di WA
dan yang di Tirto dan di Face Book, semuanya bertolakdari hal yang sama, dari
keanggotaan Boston Club, New World Order Era, dengan adanya Rotchild dan Carl
Icahn di situ. Erizeli Jely Bandaro jelas2menulis bahwa karena keanggotaan itu,
menimbulkan banyak pertanyaan,kecurigaan.Siapa saja yang baca suatu artikel
boleh percaya, boleh tidak analisa penulisnya. Kalau anda berpendapat ada yang
tidak benar, dan mau bantah, silahkan tulis pendapat anda, atau informatie lain
yang mendukung pendapat anda.
Op di 30 jun. 2020 om 03:18 schreef Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:
ngapain baca seluruhnya, nggak mutu..kalau tidak tahu penulisnya ya sudah,
kenapa kok sebut2 yg tidak ada kaitannya.wong tulisan gak karuan juntrungannya
kok, penulisnya delusional begitu.
On Monday, June 29, 2020, 02:40:39 PM PDT, kh djie [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Baca seluruhnya. Erizeli Jely Bandaro tulis di Facebook.Artikel yang ada di WA
tidak disebut nama penulisnya.Tidak ada artikelnya di Google. Tidak tahu dari
koran mana.Coba saja cari sendiri.
Op ma 29 jun.... 2020 om 22:27 schreef Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:
saya barusan baca melalui link anda itu, penulis artikel di Tirto ID itu
"Penulis: Dea Anugrah" bukan Erizeli Bandaro, anda memberikan gambaran yang
berbeda. Atau apakah kedua orang itu orang yang sama? Lagipula artikel itu th
2017 sudah lama sekali, juga inti nya berbeda jauh dengan posting anda...
---Artikel di Tirto ID:
Tidak ada yang istimewa atau rahasia dalam kawat yang dikirimkan Kedutaan
Amerika untuk Indonesia yang dibocorkan Wikileaks itu. Laporan WikiLeaks
sendiri menyebutkan kawat itu termasuk kategori "sensitif tetapi bukan
rahasia”. Kawat itu hanya menegaskan keperluan untuk mempermudah pengurusan
visa bagi Anies Baswedan.. Apalagi salah satu agenda kunjungan Anies adalah
mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu masih menjabat sebagai
Presiden RI.
Aspek yang menarik dari kawat itu adalah penilaian Amerika, persisnya Kedutaan
Amerika untuk Indonesia, terhadap sosok Anies. Saat itu, setidaknya hingga
beberapa bulan lalu, penilaian bahwa Anies adalah tokoh intelektual muslim yang
berhaluan moderat adalah anggapan jamak. Seorang tokoh muslim intelektual yang
moderat dan kemudian dianggap sebagai sobat oleh Amerika sekaligus ramah kepada
Amerika juga hal yang wajar.
On Monday, June 29, 2020, 12:45:23 PM PDT, kh djie [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Silahkan baca sendiri.
Op ma 29 jun. 2020 om 19:38 schreef Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:
Apakah dimuat di Tirto ID dan penulisnya Erizeli Bandaro?
On Monday, June 29, 2020, 10:12:46 AM PDT, kh djie [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Tirto.ID koran cukup terkenal.Erizeli Bandaro sering melakukan analisa politik,
keuangan dll.
Op ma 29 jun. 2020 om 16:36 schreef Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:
oh... penulisnya siluman
On Sunday, June 28, 2020, 11:08:24 PM PDT, kh djie [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> wrote:
Itu forward tulisan dari WA, tidak ditulis penulisnya.Bisa cari sendiri di
Google sumber2nya
:https://tirto.id/dr-anies-baswedan-sahabat-amerika-serikat-cjsb
https://zh-cn.facebook.com/opiniddb/posts/466884110425646/
https://hi-in.facebook.com/nazwaaufar/posts/2142820049296821/
Op ma 29 jun. 2020 om 06:26 schreef Jonathan Goeij [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>:
Yang nulis siapa? On Sunday, June 28, 2020, 08:52:08 PM PDT, kh djie
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
CALON Presiden BONEKA USA DI INDONESIA
AGENDA AS DI INDONESIA
1. Thn 2009, Anies Baswedan mendampingi SBY untuk menerima penghargaan dari
Boston Club.
Wikileaks membocorkan.
Sebelum ke AS, Kedutaan Besar AS di Jakarta mengirim pesan diplomatik ke CIA,
Defense Intelligence Agency, National Security Council dan Menlu AS.
2.
Apa isi pesan tsb?Dalam file berkategori sensitive but unclassified (SBU) itu,
Kedubes AS di Jakarta melaporkan tentang profil Anies Baswedan. “Teman AS,”
Mungkin tidak banyak orang tahu, apa itu Boston Club. Kalau anda mau riset
lebih dalam lagi di google, anda akan tahu
3. Boston Club adalah think thank pembaharuan AS dlm rangka New world Order
Era, dibiayai konglomerasi Yahudi. Salah satunya Rotchild, mitra Hashim
Djoyohadikusomo dan Carl Icahn, pemegang saham utama Freeport McMoran. Boston
Club adalah club sosial yg paling bergengsi di AS.
4. Tidak mudah menjadi membersnya. Hanya orang tertentu, dan paling elite di AS
yang bisa jadi members.
Mereka adalah para politisi, pengacara Top, pengusaha papan atas.
Akses Anies Baswedan ke Boston Club, tentu tidak datang begitu saja. Itu bukan
karena koneksinya dengan elite politik.
5. Tetapi memang sudah dipersiapkan AS sejak lama.
Ia adalah salah satu alumni dari program AFS ( American Fields Service ) yaitu
pertukaran pelajar antar bangsa dan tinggal selama setahun di Milwaukee,
Wisconsin, Amerika Serikat.
6. Tamat dari UGM, mendapat beasiswa Fulbright dari AMINEF untuk melanjutkan
kuliah masternya dlm bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di
University of Maryland, College Park (USA).
Kemudian mendapat beasiswa Gerald S. Maryanov Fellow untuk meraih gelar
doktoralnya
7.
Artinya sejak SMA memang sudah qualified dalam program binaan antar bangsa AS.
Bulan April 2018, ABAS berkunjung ke AS sebagai pembicara pada acara Annual
Global Conference 2018 yg dilaksanakan di Los Angeles.
8.
The Global Conference merupakan pertemuan para pemimpin dan tokoh penting dari
seluruh dunia untuk bersama-sama mencari solusi bersama terhadap permasalahan
dan isu global seperti pasar finansial, industri, kesehatan, pemerintahan dan
pendidikan melalui 150 diskusi panel.
9.
Jadi Anies Baswedan itu anak emas Elite politik AS. Thn ini pengaruh AS smkn
besar terhadap Indonesia. Itu tanda smkn akomodatifnya Indonesia terhadap
politisasi agama. Krn itu terkesan Pemerintah tdk bisa tegas kalau sudah
menyangkut klmpk Islam, termasuk tdk bisa tegas terhadap Anies Baswedan.
10.
Dari dulu AS menggunakan ARAB menyebarkan paham wahabi keseluruh dunia.
Bertujuan memecah belah umat Islam dan sekaligus menjadi pressure terhadap
Pemerintah yg bukan golden boy AS. Stlh perang dingin, bukan hanya Paham
Wahabi, AS juga berada dibelakang Ihkwanul Muslimin, untuk tujuan sama.
11. Menciptakan radikalisme Islam untuk menggoyang pemerintah yang tidak bisa
menerima agenda AS. Lihatlah bagaimana petinggi PKS terbang ke Washington
bertemu dengan elite politik AS untuk meminta dukungan dari AS menekan China
dalam kasus Muslim Uighur.
12. Makanya kalau sekarang setiap pembahasan partai tentang calon Presiden dan
Wapres maka selalu nama Anies disebut.
Itu bagian dari agenda orang yang ada di Boston club untuk menanamkan pengaruh
dan hegemoni AS di seluruh dunia.
13.
Bagipara patron Islam menganggap ini adlh era kebangkitan umat. Niat menjadikan
Anies Baswedan sebagai Presiden/Wapres 2024, untuk melancarkan agenda mrk
mengubah UUD 45 yg bersyariah. Namun mrk lupa, ketika rezim pro AS berkuasa, yg
pertama kali disikat radikalisme Islam itu sendiri
14. Mengapa?AS sangat paham radikalisme, dia creatornya & itu diperlukan AS
untuk mencapai tujuannya, bukan untuk menjalankannya.
Lihat fakta sejarah. Soeharto menjatuhkan Soekarno berkat dukungan Islam, namun
stlh Soeharto berkuasa, gerakan islam dibungkam secara sistematis. Dalam
kandang PPP
15.
Lihatlah fakta Turki, Erdogan yang Ihkwanul Muslimin berhasil mengalahkan
partai sekular, namun setelah dia berkuasa, pendukung militannya lebih dulu
ditangkapi lewat kudeta direkayasa. Ribuan ulama Ihkwanul Muslimin ditangkap,
yang lari keluar negeri, diburu.
16. Muhamad Morsi yang Ihkwanul Muslimin, berhasil menang pemilu menjatuhkan
Mubarak, juga akhirnya dijatuhkan oleh AS lewat kudeta Militer.
Berteman dengan Srigala, hanya memberikan cara efektif dan efisien memangsa
anda.
17. NOTE :
Jgn kaget, saat Pilpres 2024 nanti, Kapal Induk AS ada di Selat Sunda.
Ketika Pilkada DKI 2017. Kapal Induk AS - USS Carl Vinson masuk Indonesia tgl
15 s/d 25 April 2017 atas ijin Panglima TNI saat itu Gatot Nurmantyo.
Psychologycal Warfare