kok bisa diunggah ke YouTube?---
"Peristiwa Presiden Jokowi marah kepada para menterinya terjadi tertutup, tidak
diliput media. Kita mengetahui karena videonya diunggah ke Youtube sepuluh hari
kemudian. "
On Wednesday, July 1, 2020, 09:04:53 AM PDT, 'j.gedearka'
[email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
--
j.gedearka <[email protected]>
https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1870-presiden-marah
Rabu 01 Juli 2020, 05:00 WIB
Presiden Marah
Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group | Editorial
Presiden Marah MI/Ebet Usman Kansong Dewan Redaksi Media Group. ATASAN
marah itu wajar. Yang tidak wajar bila atasan pemarah. Atasan pemarah perlu
diperiksa psikolog. Atasan marah berbeda dengan atasan pemarah. Atasan marah
sesekali, tempo-tempo. Sasaran marahnya pun tertentu, tidak sembarang, biasanya
bawahannya. Pun marah atasan kepada bawahan punya alasan, misalnya karena
bawahan tidak becus bekerja. Pemarah bukan cuma marah, melainkan marah-marah,
sering marah, selalu marah. Sasaran kemarahan atasan pemarah bisa sembarang,
bisa bawahan, media atau wartawan, bahkan rakyat. Alasan kemarahannya pun tak
jelas. Bahkan dia bisa marah tanpa alasan, sampai gebrak-gebrak podium segala.
Oleh karena itu, rakyat semestinya menganggap wajar bila lurah, camat, wali
kota/bupati, dan gubernur marah kepada bawahan mereka. Pun rakyat seharusnya
menganggap lumrah bila presiden marah kepada para menteri yang notabene para
pembantunya, para bawahannya. Rakyat justru senang lurah, camat, wali kota/
bupati, gubernur, dan presiden marah kepada bawahannya yang tak becus mengurus
rakyat. Satu hal lagi untuk melihat apakah marah atau pelampiasan emosi oleh
atasan atau pimpinan wajar atau berpura-pura alias akting atau drama. Bila
pimpinan melampiaskan emosi secara tertutup, tidak diliput media, besar
kemungkinan itu wajar. Akan tetapi, bila pimpinan melampiaskan emosi di hadapan
media, meski sampai sujud segala, boleh jadi itu akting, drama. Presiden Jokowi
pada pembukaan sidang kabinet paripurna di Istana Merdeka, 18 Juni 2020,
melontarkan pernyataan keras menyoroti kinerja para menterinya. Presiden
menyebut kerja menteri biasa-biasa saja, bukan kerja ekstra, di tengah krisis
kesehatan dan ekonomi akibat pandemi covid-19. Para menteri, kata Presiden,
tidak punya sense of crisis. Presiden melihat absennya sense of crisis itu dari
minimnya penyerapan anggaran Rp75 triliun yang sudah disiapkan pemerintah untuk
menangani pandemi covid-19 dan dampak ekonominya. “Uang beredar di masyarakat
berhenti ke situ semua,” kata Presiden. Presiden memerintahkan menteri terkait
menggelontorkan dana untuk bidang kesehatan, usaha mikro, kecil, dan menengah,
serta bantuan sosial. Untuk itu, Presiden bersedia menempuh langkah
extraordinary demi rakyat. “Kalau mau minta perppu lagi, saya buatkan perppu.
Asal untuk rakyat, asal untuk negara, saya pertaruhkan reputasi politik saya.
Karena langkah-langkah extraordinary ini betul-betul harus kita lakukan. Saya
membuka yang namanya entah langkah politik, entah langkah-langkah
kepemerintahan, akan saya buka. Langkah apa pun yang extraordinary akan saya
lakukan untuk 267 juta rakyat kita,” kata Presiden. Bila para menteri
bergeming, Presiden Jokowi memperingatkan akan mengambil langkah extraordinary
lain. “Tindakan-tindakan yang extraordinary keras akan saya lakukan. Bisa saja
membubarkan lembaga. Bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya,”
tegas Presiden Jokowi. Presiden Jokowi terbilang jarang marah. Presiden malah
dikenal santun. Merdeka..com mencatat sepanjang 2015 Jokowi lima kali marah.
Sejak dilantik untuk periode kedua pada Oktober 2019, Presiden Jokowi marah
bisa dihitung dengan jari. Sasaran marah Presiden biasanya para bawahannya yang
kurang tangkas dan tidak beres menjalankan tugas untuk rakyat. Presiden marah
lantaran para bawahannya tidak serius mengurus rakyat. Presiden Jokowi tidak
memarahi rakyat, tetapi marah buat rakyat. Ekspresi kemarahan atau pelampiasan
emosi Presiden pun wajar, tidak berlebihan, malah kelewat santun. Presiden
marah tidak sembari gebrak meja atau podium, misalnya. Kewajaran itu
ditunjukkan Presiden, baik ketika diliput media maupun tidak diliput media.
Peristiwa Presiden Jokowi marah kepada para menterinya terjadi tertutup, tidak
diliput media. Kita mengetahui karena videonya diunggah ke Youtube sepuluh hari
kemudian. Media kemudian memberitakannya. Itu artinya marahnya Presiden wajar,
tidak berpura-pura, bukan akting, bukan drama, karena tertutup, tidak diliput
media. Presiden Jokowi memang marah, tetapi bukan pemarah. Presiden Jokowi tak
perlu diperiksa psikolog. Akan tetapi, kalau ada psikolog yang coba
menganalisis ekspresi kemarahan Presiden Jokowi di Youtube seperti yang saya
baca di sejumlah media, tidak ada yang bisa melarang. Sekali lagi, kita
semestinya menganggap marahnya Presiden lumrah belaka. Kita, sekali lagi juga,
semestinya senang karena Presiden marah supaya para menterinya tancap gas
mengurus kita, rakyat. Kemarahan Presiden, kata Editorial harian ini kemarin,
ialah kemarahan rakyat. Sebaliknya, para menteri semestinya menganggap marahnya
Presiden tidak biasa-biasa saja. Para menteri harus memperlakukannya sebagai
peringatan keras. Mereka semestinya menganggap marahnya Presiden secara
tertutup sebagai peringatan pertama dan diunggahnya peristiwa marah itu ke
Youtube sebagai peringatan kedua. Besar kemungkinan Presiden mengizinkan
peristiwa kemarahannya diunggah ke Youtube karena para menteri menganggapnya
biasa-biasa saja. Para menteri mesti tancap gas mengatasi pandemi covid-19 dan
dampaknya, bukan supaya tidak di-reshuffle, melainkan demi rakyat.
Sumber: https://mediaindonesia.com/podiums/detail_podiums/1870-presiden-marah
------------------------------------
Posted by: "j.gedearka" <[email protected]>
------------------------------------
Berita dan Tulisan yang disiarkan GELORA45-Group, sekadar untuk diketahui dan
sebagai bahan pertimbangan kawan-kawan, tidak berarti pasti mewakili pendapat
dan pendirian GELORA45.
Untuk merubah status pengiriman berita/tulisan, kirim saja email kosong
kealamat: Hanya saja ingat, status baru berubah setelah bung me-reply email
konfirmasi dari yahoogroup!
No Mail : [email protected]
Normal : [email protected]
Daily Digest: [email protected] (Diterima dalam SATU email dari
sekian kumpulan email yg masuk di grup-milis)
------------------------------------
Yahoo Groups Links