Kisah Sedih Kakek-Nenek Positif Corona Genggam Tangan hingga Akhir Usia
Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 05:30 WIB
1 komentar
<https://news.detik.com/internasional/d-5079471/kisah-sedih-kakek-nenek-positif-corona-genggam-tangan-hingga-akhir-usia?tag_from=wp_nhl_3#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/internasional/d-5079471/kisah-sedih-kakek-nenek-positif-corona-genggam-tangan-hingga-akhir-usia?tag_from=wp_nhl_3>
Petugas medis mempersiapkan ruangan yang akan digunakan untuk pasien
COVID-19 di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, Kamis
(30/4/2020). Peralatan medis ini didatangkan oleh CT Corp, bersama Bank
Mega serta dukungan Indofood dan Astra Group.Foto: Ilustrasi perawatan
pasien Corona (Rifkianto Nugroho/detikcom)
*Texas*-
Kisah sepasang kakek dan nenek diTexas
<https://www.detik.com/tag/texas>,Amerika Serikat (AS)
<https://www.detik.com/tag/amerika-serikat>sungguh mengharukan. Mereka
meninggal dunia akibatCorona<https://www.detik.com/tag/corona>dan tetap
saling menggenggam tangan.
Pasangan yang telah menikah selama 53 tahun ini, meninggal dunia sambil
berpegangan tangan, dengan selang waktu kurang dari satu jam.
Seperti dilansir/The Star,/Jumat (3/7/2020), Curtis (79) dan Betty
Tarpley (80) bertemu sejak sekolah menengah sebelum berpacaran dan menikah.
Kisah sedih pasangan ini dituturkan anak keduanya, Tim, kepada KTVT yang
dimiliki CBS bahwa sang ibunda, Betty, merupakan yang pertama terinfeksi
virus Corona di Texas. Tim menuturkan bahwa dirinya membawa ibundanya ke
rumah sakit usai sang ibunda menunjukkan gejala-gejala virus Corona.
*Baca juga:*Terinfeksi Corona, Kakek-Nenek Ini Meninggal Sambil
Berpegangan Tangan
<https://news.detik.com/read/2020/07/03/092215/5078221/1148/terinfeksi-corona-kakek-nenek-ini-meninggal-sambil-berpegangan-tangan>
Beberapa saat kemudian, sang ayah, Curtis, juga dinyatakan terinfeksi
Corona. Tidak diketahui pasti dari mana keduanya tertular virus Corona.
Curtis dan Betty kemudian dirawat di rumah sakit yang sama, namun
ditempatkan di kamar yang berbeda. Pada suatu hari, Betty memberitahu
anaknya bahwa dia sudah siap untuk pergi.
"Ibu menghubungi saya dan berkata, 'Hei, saya hanya ingin kamu tahu,
saya siap untuk pergi...' Saya berteriak dan menjerit, dan berpikir
mungkin jika saya bicara dengan ibu, saya bisa menginspirasinya untuk
memiliki sedikit keinginan terakhir untuk tetap hidup," tutur Tim.
Tim kemudian menghubungi ayahnya, yang bertanya bagaimana kondisi
istrinya yang dirawat di kamar lain di lantai yang berbeda.
"Ayah bertanya 'Bagaimana kondisi ibumu?' Saya berkata 'Tidak baik. Dia
mungkin tidak bisa melewati hari esok.' dan situasinya seperti, pada
saat itu mengetahui ibu saya akan pergi, tidak apa-apa bagi ayah untuk
pergi," ujarnya.
Selanjutnya, sebut Tim, ada seorang pekerja medis dari Texas Health
Harris Methodist Hospital, yang belum pernah ditemui oleh Tim
sebelumnya, menawarkan bantuan untuk mempersatukan ayah dan ibunya pada
saat-saat terakhir mereka. Tim sangat bersyukur atas bantuan pekerja
medis ini.
"Ada seorang dokter atau perawat bernama Blake... itu yang kami ketahui
tentangnya. Dia sungguh-sungguh berusaha agar ibu saya bisa dipindahkan
dari kamarnya ke kamar ayah. Dan kemudian mereka meletakkan tangan
mereka saling berdekatan dan hal selanjutnya yang kami tahu, mereka
saling berpegangan tangan. Dan begitulah cara mereka pergi," ucap Tim
menceritakan momen kepergian kedua orang tuanya.
*Baca juga:*Sehari 53 Ribu Kasus, Total Kasus Corona di AS Kini Lebih
dari 2,7 Juta
<https://news.detik.com/read/2020/07/03/093350/5078246/1148/sehari-53-ribu-kasus-total-kasus-corona-di-as-kini-lebih-dari-27-juta>
Betty meninggal dunia terlebih dulu, sebelum disusul oleh Curtis sekitar
kurang dari satu jam kemudian.
Tim berterima kasih kepada sosok pekerja medis yang membantu ayah dan
ibunya bersama pada saat-saat terakhir.
"Masih ada banyak, Anda tahu, pahlawan tak terlihat seperti itu yang
membantu memfasilitasi akhir kisah mereka," imbuhnya.