Zheng Yanxiong Ditunjuk Sebagai Kepala Keamanan Hong Kong
Jumat , 03 Juli 2020 | 17:00
https://www.sinarharapan.co/internasional/read/19493/zheng_yanxiong_ditunjuk_sebagai_kepala_keamanan_hong_kong
Zheng Yanxiong Ditunjuk Sebagai Kepala Keamanan Hong Kong
Sumber Foto Reuters/Tyrone Siu
Seorang polisi mengangkat senjata semprotan merica ketika menahan
seorang pria saat demonstrasi atas undang-undang keamanan nasional dalam
memperingati penyerahan Hong Kong kepada China dari Inggris di Hong
Kong, China, Rabu (1/7/2020).
POPULER
Tambang Batu Giok Longsor, 126 Pekerja Tewas
<https://www.sinarharapan.co/internasional/read/19473/tambang_batu_giok_longsor__126_pekerja_tewas>Pesta
Berbahaya, Yang Pertama Tertular Covid Dapat Hadiah
<https://www.sinarharapan.co/internasional/read/19477/pesta_berbahaya__yang_pertama_tertular_covid_dapat_hadiah>Zheng
Yanxiong Ditunjuk Sebagai Kepala Keamanan Hong Kong
<https://www.sinarharapan.co/internasional/read/19493/zheng_yanxiong_ditunjuk_sebagai_kepala_keamanan_hong_kong>Miliarder
Peter Thiel Mulai Menjauh dari Donald Trump
<https://www.sinarharapan.co/internasional/read/19508/miliarder_peter_thiel_mulai_menjauh_dari_donald_trump>Malaysia
Ijinkan Pesawat Terbang Dengan Kapasitas Penuh
<https://www.sinarharapan.co/internasional/read/19506/malaysia_ijinkan_pesawat_terbang_dengan_kapasitas_penuh>
Listen to this
BEIJING - Pemerintah China telah menunjuk Zheng Yanxiong (57) sebagai
kepala kantor keamanan nasional di Hong Kong. Demikian dilaporkan kantor
berita resmi pemerintah,/Xinhua/, Jumat (3/7/2020).
Zhen merupakan pejabat yang cukup vokal menentang aksi protes massa di
China pada 2011.
Sebelum ditunjuk sebagai direktur keamanan nasional, Zhen menjabat
sebagai sekretaris jenderal komite Partai Komunis untuk Provinsi
Guangdong, salah satu pusat ekonomi di China yang berbatasan dengan Hong
Kong.
Pemerintah China membentuk Kantor Keamanan Nasional di Hong Kong setelah
Undang-Undang Keamanan Baru ditetapkan oleh parlemen China pada minggu
ini./Beleid/baru itu akan menghukum warga yang dianggap melakukan makar,
subversi, terorisme, dan kolusi dengan kekuatan asing, dengan ancaman
sanksi maksimal penjara seumur hidup.
UU Keamanan baru itu menandai sikap China yang lebih otoriter terhadap
Hong Kong, kota yang sempat paling bebas di China.
Saat Zheng menjabat sebagai ketua partai di Kota Shanwei, Guangdong,
sikapnya sempat menuai kontroversi, khususnya kala ia berhadapan dengan
para pengunjuk rasa di Desa Wukan.
Warga desa saat itu menuntut kompensasi pengambilalihan lahan oleh
pemerintah. Masyarakat setempat pun memilih komite untuk mewakili hak
mereka. Warga juga menunjukkan kesedihan mereka kepada media asing.
Beberapa rekaman video, yang bocor dari sebuah pertemuan pemerintah,
menunjukkan Zheng mengkritik keras warga desa. Ia juga menyebut media
asing "busuk".
Zheng, yang sebelumnya tidak pernah mengisi jabatan di luar Guangdong,
sempat menjabat sebagai wakil ketua urusan propaganda di provinsi itu
dari 2013 sampai 2018. Li Jiangzhou dan Sun Qingye, sementara itu,
ditunjuk sebagai wakil Zheng di Kantor Keamanan Nasional Hong Kong.(*)
Sumber Berita: Antara/Reuters