Siang ini baru terima majalah Delft Integraal. Yang menarik ada sedikit tulisan tentang 100 tahun INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG. Saya terjemahkan :
Tanggal 3 juli 2020 100 tahun yang lalu TH Bandung membuka pintunya. ITB sejak dulu punya hubungan erat dengan TH Delft. Di sekitar tahun1900 sepertiga dari insinyur2 TH Delft berangkat ke koloni Hindia Belanda, tetapi ini terhenti oleh terjadinya Perang Dunia Pertama. Di tahun 1917 kaum industri dan filantroop di luar politik mengumpulkan uang 3 juta gulden untuk mendirikan Yayasan suatu Sekolah Tinggi Teknik di koloni. Insinyur2 Delft erat terlibat pada pembentukannya. Mahaguru Matematika Terapan dan Mekanika Jan Klopper, misalnya, ikut menyusun Kurikulumnya dan menjadi Rektor Pertama TH Bandung. Mula2 TH Bandung hanya membuka pendidikan untuk insinyur Sipil. Angkatan pertama terdiri dari 25 orang, *seorang di antaranya adalah wanita.* *Di tahun kedua* yang mendaftarkan diri adalah seorang mahasiswsa terkenal di Bandung, *Soekarno,* yang kemudian jadi Presiden Pertama Indonesia Merdeka. Juga sekarang masih ada ikatan khusus antara Bandung dan Delft. Antara lain ada kerjasama di bidang Watermanagement dan pendidikan arsitektur. Di bulan juli semestinya ada ceramah Karel Luyben di Bandung. Tetapi ditunda karena Corona virus. Juga pameran Arsitektur dan Teknik Sipil sementrara ditunda. ( Catatan saya : Ada 3 orang Tionghoa yang duduk di komisi 13 untuk mendirikan TH Bandung, yaitu Mayor der Chinezen Phoa Keng Hek., kapitein der Chinezen Nio Hoey Oen ( Liong Ying Tang, kakek buyut Sucipto Nagaris dari Summarecon Agung, dan H.H.Kan, Kan Hok Hoey, orang kaya, anggota DPRD Batavia) yang berhasil kumpulkan 500.000 gulden dari orang2 Tionghoa kaya. Menurut oom saya, anak dari sdr. kakek, ibu mertuanya dari famili Tan, hadir waktu peresmian TH Bandung, dan ada satu tabung berisi nama2 penyumbang ditanam di dalam tanah. )
