-- 
j.gedearka <[email protected]>

https://www.antaranews.com/berita/1599190/ekonom-ui-tol-sibanceh-peluang-meraih-keuntungan-di-selat-malaka


Ekonom UI: Tol Sibanceh, peluang meraih keuntungan di Selat Malaka

Rabu, 8 Juli 2020 22:20 WIB

Gerbang tol Blang Bintang Aceh Besar
Aceh sebagai gerbang bagi Indonesia bagian barat memang sudah waktunya lebih 
diprioritaskan pembangunannya
Jakarta (ANTARA) - Pengamat ekonomi dari Universitas Indonesia (UI) Haryadin 
Mahardika menilai kehadiran tol Sigli-Banda Aceh atau Sibanceh sebagai tol 
pertama di Bumi Rencong merupakan peluang besar bagi pemerintah pusat untuk 
menggenjot investasi di Aceh dan meraih keuntungan dari lalu lintas pelayaran 
global di Selat Malaka.

"Menurut saya Aceh sebagai gerbang bagi Indonesia bagian barat memang sudah 
waktunya lebih diprioritaskan pembangunannya. Pemerintah pusat harus berani 
mengalokasikan investasi di Bumi Rencong lebih besar lagi," ujarnya saat 
dihubungi Antara di Jakarta, Rabu.

Menurut dia, kalau pemerintah pusat mau mengoptimalkan dan meraup keuntungan 
dari lalu lintas perdagangan kapal-kapal yang melintasi Selat Malaka, maka 
posisi Aceh secara ekonomi lebih strategis karena kapal-kapal yang akan 
memasuki Selat Malaka harus melewati Aceh terlebih dahulu.

"Dengan adanya tol pertama di Provinsi Aceh ini merupakan momentum bagi 
pemerintah pusat untuk menggenjot investasi di Aceh," katanya.



Baca juga: Kementerian PUPR berharap Tol Sibanceh tingkatkan investasi di Aceh

Baca juga: Bupati Aceh Besar: Tol Sibanceh bermanfaat besar untuk sektor ekonomi

Haryadin mengatakan bahwa saat ini perlu adanya pemikiran untuk merestorasi 
kembali Aceh sebagai gerbang masuk menuju Selat Malaka, mengingat Bumi Rencong 
tersebut memiliki keunggulan dari sisi jarak yang lebih bagus dan strategis di 
kawasan Asia Tenggara.

Aceh dinilai sebagai salah satu wilayah Indonesia yang memiliki posisi 
strategis dan berperan dalam mencegat keuntungan dari lalu lintas pelayaran 
kapal-kapal internasional dari arah Eropa, Afrika, Timur Tengah dan India.

Dengan demikian pembangunan sarana-sarana infrastruktur di Provinsi Aceh perlu 
ditingkatkan dengan alokasi dana investasi lebih besar oleh pemerintah pusat.

Jalan Tol Sibanceh Seksi IV mulai dari Pintu Tol Blang Bintang hingga Pintu Tol 
Indrapuri sepanjang 13,5 kilometer. Dengan diterbitkannya Surat Keputusan 
Menteri PUPR Nomor 1127/KPTS/M/2020, maka Jalan Tol Sibanceh Seksi 4 
Indrapuri-Blang Bintang sepanjang 13,5 km secara umum telah memenuhi 
persyaratan laik operasi sebagai jalan tol.

Tol Sibanceh secara keseluruhan nantinya akan dilengkapi dengan tujuh gerbang 
tol dan enam simpang susun atau interchange.

Selain itu, tol sepanjang total 74 km ini akan memiliki dua buah tempat 
istirahat dan pelayanan (TIP) atau rest area tipe A yang terletak di Seksi 3 
(Jantho-Indrapuri) Km 37 dan Seksi 4 (Indrapuri-Blang Bintang) Km 54.


Baca juga: Indef: Tol pertama di Aceh, momentum pemda pacu pertumbuhan ekonomi

Baca juga: Tol Sigli-Banda Aceh seksi empat siap dioperasikan
 

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020




Kirim email ke