Corona Merebak di Lingkungan TNI AD, Pakar Soroti Barak Prajurit
Eva Safitri - detikNews
Sabtu, 11 Jul 2020 06:44 WIB
2 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-5089006/corona-merebak-di-lingkungan-tni-ad-pakar-soroti-barak-prajurit?tag_from=wp_nhl_2#comm1>
SHAREURL telah disalin
<https://news.detik.com/berita/d-5089006/corona-merebak-di-lingkungan-tni-ad-pakar-soroti-barak-prajurit?tag_from=wp_nhl_2>
Peringatan Hut Korps Marinir ke 72 Prajurit Marinir melakukan kegiatan
peringatan hari ulang tahun Korps Marinir di Jakarta, Rabu (15/11/2017).
Korps Marinir memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-72 di Lapangan Apel
Brigif 2 Cilandak, Jakarta Selatan. Sebanyak 3.500 prajurit pun
dilaporkan mengikuti acara tersebut. Grandyos Zafna/detikcom -. Selain
upacara peringatan ulang tahun, dalam kegiatan pagi ini dijadwalkan juga
turut digelar defile dari para pasukan Marinir. Dalam sambutannya KSAL
Laksamana TNI Ade Supandi mengatakan, di peringatan HUT ke-72 Marinir
ini, dijadikan sebagai momentum untuk terus menjadi prajurit
tangguh.Ilustrasi prajurit TNI (Foto: Grandyos Zafna)
*Jakarta*-
Kasus positif virus corona (COVID-19
<https://www.detik.com/tag/covid_19>) di lingkungan TNI AD bertambah
usai adanya klasterSekolah Calon Prajurit (Secapa) AD
<https://www.detik.com/tag/secapa-ad>danPusdikpom Kodiklat AD
<https://www.detik.com/tag/klaster-pusdikpom-ad>. Pakar Epidemiologi UI,
Tri Yunis Miko Wahyono, menilai pendidikan sejenis asrama dan pesantren
memang rentan terhadap penularan virus corona.
Meski begitu, diakuinya memang pendidikan ini tidak dapat dilakukan
secara online. Dia menilai penularan juga begitu efektif terjadi,
apalagi melihat pola tidur yang dilakukan secara bersama-sama.
*Baca juga:*Ribuan Orang di Secapa AD Positif COVID-19, Warga Tolak
Rapid Test
"Jadi kuliah saja di semua universitas masih ditunda, karena akan tambah
kerumunan. Nah kalau sekolah di pesantren dan asrama nggak bisa ditunda,
karena memang kan akan membina disiplin di secapa AD tuh, nah itu nggak
bisa lewat online, maka dia harus masuk," kata Tri, kepada wartawan,
Jumat (10/7/2020).
"Tapi risikonya bahwa penularan akan terjadi dan mereka harus tahu, kan
kalau kamar mereka bisa berempat dan bertiga, bayangkan saja
penularannya sangat efektif, tidur, nggak pakai masker," lanjutnya.
Dia mengatakan upaya yang paling efektif dalam melakukan pencegahan
adalah menerapkan physical distancing terhadap semua kegiatan, terutama
pola tidur. Menurutnya, pola tidur harus sebisa mungkin satu orang dalam
satu ruangan.
"(Bisa saja dicegah) asal dijamin tidurnya satu orang satu kamar, jaga
jarak, dan selalu pakai masker, itu harus lebih diperhatikan. Kan kalau
secapa tempat tidurnya barak tuh," ujarnya.
*Baca juga:*Secapa AD Bandung jadi Klaster Corona, Ini Fakta dan
Perjalanan Kasusnya
Untuk diketahui kasus positif corona di Jawa Barat meningkat drastis
pada 9 Juli 2020. Mayoritas kasus di Jawa Barat terjadi di klaster
Secapa AD yang tercatat ada 1.262 orang positif. Sebanyak 17 orang
dirawat di RS Dustira, Cimahi, sementara 1.245 orang dikarantina di
lokasi Secapa.
Sementara 10 Juli 2020 juga terkonfirmasi adanya kasus positif corona di
lingkungan Pusdikpom Kodiklat AD Cimahi. Berdasarkan informasi yang
dihimpun, ada sekitar 99 personel TNI yang terkonfirmasi positif dari
klaster Pusdikpom. Rinciannya siswa 74 personel dan organik 25 personel
yang keseluruhannya berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG).
*Baca juga:*99 Personel TNI di Pusdikpom Kota Cimahi Positif Corona
"Betul kita terima informasi ada personel TNI di Pusdikpom yang positif
COVID-19. Jumlahnya sekitar 99 orang, tapi nanti akan kita pastikan lagi
jumlahnya," kata Wali Kota Cimahi Ajay M Priatna, ketika dikonfirmasi,
Jumat (10/7/2020).
*(eva/isa)*