Kemlu Tiongkok: Ekonomi Tiongkok Lulus Ujian Wabah
2020-07-18 14:18:18
http://indonesian.cri.cn/20200718/f70822f7-3e33-fa22-40aa-301d4d0138b5.html
Ekonomi Tiongkok mewujudkan pertumbuhan pada triwulan kedua tahun ini.
Berkenaan dengan hal ini, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok
Hua Chunying dalam jumpa pers hari Jumat kemarin (17/7) menyatakan,
bahwa fakta memanifestasikan ekonomi Tiongkok berhasil lulus ujian wabah
Covid-19. Situasi pokok ekonomi Tiongkok yang membaik dengan stabil dan
berjangka panjang tidak berubah.
Ada media yang mengatakan, ekonomi Tiongkok pada triwulan pertama tahun
ini sangat terganggu dampak wabah Covid-19, namun ekonomi nasional
Tiongkok pada paro pertama tahun ini berangsur-angsur dipulihkan.
Menurut data Biro Statistik Nasional Tiongkok, PDB Tiongkok pada
triwulan kedua tahun ini meningkat 3,2 persen daripada periode sama
tahun sebelumnya. Media menganggap hal ini memanifestasikan Tiongkok
telah berhasil mengontrol wabah, dan kecenderungan rebound ekonomi
Tiongkok pada paro kedua tahun ini akan menjadi lebih kuat.
Saat menjawab pertanyaan terkait, Hua Chunying menunjukkan, bahwa
ekonomi Tiongkok membaik dengan stabil merupakan sebuah berita yang baik
bagi ekonomi dunia. Ia menambahkan, kini wabah Covid-19 masih merebak di
seluruh dunia dan terus mendampak ekonomi dunia. Perkembangan ekonomi
Tiongkok masih menghadapi banyak tantangan. Pihak Tiongkok bersedia
bersama berbagai pihak mengintensifkan koordinasi kebijakan ekonomi
makro, meningkatkan kerja sama di bidang pencegahan dan pengendalian
wabah serta pemulihan operasi dan produksi, bergandengan tangan untuk
membentuk ekonomi dunia tipe terbuka, dan memberikan kontribusi untuk
mendorong ekonomi dunia keluar dari resesi dan mewujudkan pemulihan
secara stabil.
Kemlu Tiongkok: *Perilaku AS Ancam Keamanan dan Kestabilan Strategis
Global*
2020-07-18 14:17:51
http://indonesian.cri.cn/20200718/7cc953ad-6ace-b1ea-5633-5834d54b6212.html
Jubir Kemenlu Tiongkok Hua Chunying hari Jumat kemarin (17/7)
menyatakan, AS di satu pihak mendorong modernisasi senjata nuklirnya
untuk mengupayakan keunggulan strategis mutlak, di pihak lain merusak
sistem pengontrolan senjata internasional dengan sewenang-wenang.
Perilaku AS itu justru dengan serius mengancam keamanan dan kestabilan
strategis global.
Pada hari Kamis lalu (16/7), Gedung Putih AS atas nama Presiden Trump
mengemukakan sebuah artikel untuk memperingati 75 tahun uji-coba nuklir
perdana AS. Artikel mengklaim kekuatan nuklir AS secara efektif
memelihara keamanan dan kestabilan global pasca Perang Dunia Ke-2, dan
memberikan jaminan keamanan kepada AS serta sekutunya. Pihak AS
menghentikan uji-coba nuklir pada tahun 1992, namun Tiongkok dan Rusia
melancarkan uji-coba nuklir hasil rendah. Artikel menghimbau Tiongkok,
AS dan Rusia mengadakan perundingan pengontrolan senjata trilateral
untuk mencegah perlombaan senjata yang baru. Hua Chunying menanggapinya
dengan mengatakan, AS adalah negara yang menjalankan uji-coba nuklir
terbanyak, pernah mengadakan lebih dari seribu uji-coba nuklir di dalam
dan luar negerinya, dan mengakibatkan kerusakan yang sulit dievaluasi
kepada lingkungan ekologis negara lain. Sementara Tiongkok adalah negara
yang mengadakan uji-coba nuklir tersedikit dalam lima negara nuklir yang
diakui Perjanjian Non-proliferasi Nuklir. Tiongkok juga merupakan salah
satu negara gelombang pertama yang menandatangani Perjanjian Pelarangan
Uji-coba Nuklir Komprehensif. Tiongkok selalu mempertahankan tujuan
persetujuan dan selalu menaati komitmen “menghentikan untuk sementara
uji-coba nuklir”.