Politikus AS Memfitnah PKT Hanya Akan Mempermalukan Diri Sendiri

2020-07-18 16:08:38

Politikus AS yang anti-Tiongkok termasuk Menlu Mike Pompeo dan Asisten Urusan Keamanan Negara Robert C. O’Brien baru-baru ini sengaja memfitnah PKT sebagai partai berkuasa Tiongkok, dengan niat jahat memprovokasi hubungan PKT dengan rakyat Tiongkok. Sedangkan, pada awal Juli ini, sebuah *laporan survei yang dilakukan oleh Universitas Harvard* selama 14 tahun itu menunjukkan,*tingkat kepuasan rakyat Tiongkok kepada pemerintah pusatnya tahun-tahun ini selalu mencapai 90 persen ke atas*, itu telah memperlihatkan kepercayaan dan dukungan tinggi rakyat Tiongkok kepada partai berkuasa Tiongkok. Ternyata, politikus AS yang dengan seribu satu daya menghasut hubungan rakyat Tiongkok dan PKT itu hanya akan menghina dirinya sendiri.

Sebenarnya, sangat jelas tujuan O’Brien dan sekutunya yang mencoba membikin keretakan antara PKT dan rakyat Tiongkok. Pertama, oleh karena pikiran Perang Dingin dan prasangka ideologi, mereka sekali dengan seribu satu daya mengekang pembangunan Tiongkok, di antaranya, memfitnah partai berkuasa Tiongkok adalah salah satu cara yang paling ganas. Kedua, mereka mencoba menggunakan hal itu untuk menutupi kegagalannya dalam penanggulangan wabah, mengalihkan kemarahan dan ketidakpuasan rakyat AS. Namun, fakta berbicara sendiri, tidak hanya memperlihatkan Mike Pompeo dan O’Brien yang menjadikan rakyat AS sebagai alat dan korban demi kepentingannya diri sendiri, dan juga memperlihatkan kecemburuan mereka atas kepercayaan tinggi rakyat Tiongkok kepada partai berkuasa Tiongkok.

Sebagai partai yang bersejarah hampir 100 tahun, Partai Komunis Tiongkok sejak baru didirikan sudah menegaskan tidak mengupayakan kepentingan diri sendiri apa pun kecuali kepentingan rakyat. Semua untuk rakyat dan semua mengandalkan rakyat, itulah kunci PKT selalu memperoleh tingkat kepuasan rakyat di atas 90 persen.

Justru karena selalu menaruh perhatian pada rakyat, maka partai berkuasa Tiongkok bersedia mendengarkan pendapat rakyat dan menghormati hukum ilmiah. Profosor Zheng Yongnian dari Institut Asia Timur Universitas Nasional Singapura dalam artikelnya pada Mei lalu menunjukkan, dalam proses penanggulangan wabah, “pemerintah tidak mengganggu ilmu pengetahuan, bahkan politik sudah semaksimalnya mendukung penggunaan ilmu pengetahuan”. Analis menunjukkan, salah satu pengalaman penting kesuksesan penanggulangan wabah di Tiongkok adalah tenaga ahli dan pakar dapat langsung berdialog dengan pemimpin negara.

Akan tetapi, di Amerika Serikat, menghadapi wabah yang belum pernah ada dalam sejarah, rakyatnya hanya melihat sikap dingin antara lain “mengutamakan kepentingan politik” “mengutamakan modal” dan “mengutamakan suara pemilu”. Bertolak dari pertimbangan seperti itu, pengambil kebijakan AS berkali-kali kehilangan periode jendela pencegahan dan pengendalian epidemi, sehingga situasinya menjadi semakin parah, ekonomi mengalami kekandasan, tingkat PHK meningkat, rakyat tidak puas.

*Kenapa cara penanggulangan wabah di Tiongkok dan AS sangat berbeda? *Itu disebabkan oleh perbedaan sikap petinggi kedua negara mengenai masalah *“bekerja untuk siapa”*. *Di Tiongkok,* *dasar partai berkuasa adalah rakyat, kepentingan kedua pihak adalah yang sama. Sedangkan, di AS, pengambilan keputusan pemerintah tunduk dan melayani kelompok kepentingan, maka kebutuhan rakyat diabaikan, kepentingannya pasti tak terjamin.*

Yang lebih menyedihkan adalah lapisan pengambil kebijakan AS dalam menanggulangi wabah memperlihatkan gejala anti-sains dan anti-rasional, sementara mengekang suara ilmiah dan rasional.

Kini, jumlah kasus terdiagnosis dan kasus kematian Covid-19 di AS masing-masing menempati seperempat di dunia. Mike Pompeo dan O’Brien yang mengabaikan HAM mendasar dan menekan pendapat profesional itu ternyata harus bertanggung jawab atas tragedi di AS itu.



 Wakil Menlu Tiongkok Adakan Temu Wicara dengan Kalangan Industri dan
 Perdagangan AS

2020-07-18 14:16:49 http://indonesian.cri.cn/20200718/53d8e4e4-eb04-86b2-ebfc-da04fec72db5.html

图片默认标题_fororder_1210708656_15950384244521n

Wakil Menteri Luar Nengeri Tiongkok Zheng Zeguang hari Rabu lalu (15/7) mengadakan temu wicara secara virtual dengan Kamar Dagang AS di Tiongkok (AmCham China) serta penangung jawab anggotanya. Zheng Zeguang menunjukkan, kini hubungan Tiongkok-AS sedang berada pada persimpangan, sedang menghadapi keadaan rumit yang jarang ada sejak dijalinnya hubungan diplomatik. Kerja sama menguntungkan kedua pihak sedangkan pertarungan merugikan kedua pihak, itulah pengalaman dari sejarah hubungan Tiongkok-AS. Saling menghormati, mengupayakan persamaan sambil mengesampingkan perbedaan adalah jalur tepat dalam hubungan Tiongkok-AS.

图片默认标题_fororder_1210708656_15950384687881n

Zheng Zeguang menekankan, menghadapi situasi serius hubungan Tiongkok-AS, Tiongkok bertolak dari kepentingan fundamental rakyat kedua negara dan seluruh dunia, mempertahankan keinginan baik dan ketulusan hati, berupaya mendorong hubungan Tiongkok-AS yang tidak berkonflik, tidak berkonfrontasi, saling menghormati dan saling menguntungkan. Akan tetapi, pihak AS tidak boleh membalas kebaikan Tiongkok dengan kebencian, berkali-kali menantang kepentingan inti Tiongkok.

图片默认标题_fororder_1210708656_15950384870951n

Para pengusaha AS yang mengikuti temu wicara itu menyatakan, kalangan industri dan perdagangan AS sangat mementingkan pasar Tiongkok, optimistis terhadp prospek pertumbuhan ekonomi Tiongkok, menyambut baik serangkaian kebijakan reformasi dan keterbukaan pemerintah Tiongkok, bersedia terus berakar di Tiongkok dan bertumbuh bersama dengan Tiongkok. Hubungan stabil Tiongkok-AS sangat penting bagi kerja sama perusahaan kedua negara, kalangan industri dan perdagangan AS menentang “/decoupling/” ekonomi kedua negara.

Kirim email ke