-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2066-nilai-strategis-pilkada-2020




Senin 20 Juli 2020, 05:00 WIB 

Nilai Strategis Pilkada 2020 

Administrator | Editorial 

  Nilai Strategis Pilkada 2020 MI/DUTA . PILKADA 2020 memiliki nilai 
strategis. Inilah pilkada serentak terakhir sebelum digelar pilkada serentak 
nasional pada November 2024. Pilkada kali ini digelar 270 daerah, atau 49% dari 
total 548 jumlah provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia. Letak strategis 
pilkada kali ini bisa dilihat dari persiapan serius dari partai politik. Mesin 
partai mulai dipanaskan. Kemenangan pilkada dianggap sebagai batu loncatan 
untuk memenangi Pilpres 2024. Karena itulah, partai politik mulai memanaskan 
mesin politik. Setiap parpol mulai menyiapkan kandidat terkuat. PDIP, misalnya, 
kembali mengumumkan 45 pasangan calon kepala daerah yang diusung pada Jumat 
(17/7). Pada 19 Februari, PDIP mengumumkan 48 paslon. Pendaftaran paslon di KPU 
daerah dijadwalkan 4-6 September. Paslon yang diumumkan PDIP menyedot 
perhatian. Ada putra Presiden Joko Widodo, yakni Gibran Rakabuming Raka, untuk 
calon Wali Kota Solo. Sementara itu, Partai Demokrat mereko- mendasikan putri 
Wakil Presiden Ma’ruf Amin, Siti Nur Azizah, sebagai calon Wali Kota Tangerang 
Selatan. Anak menteri juga ada yang ikut pilkada. Keterlibatan anak-anak 
petinggi negeri ini dalam kontestasi pilkada tidak bisa serta-merta dituding 
sebagai politik dinasti, apalagi nepotisme. Keterlibatan itu memang tidak 
dilarang undang-undang, yang penting proses rekrutmen di internal partai 
politik dilakukan secara transparan dan demokratis. Toh, pada akhirnya 
kedaulatan untuk memilih ada di tangan rakyat. Pilkada 2020 sebagai sasaran 
antara secara eksplisit disampaikan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. 
Megawati meminta para calon tidak berleha-leha dan mesti bekerja keras. Tujuan 
pemenangan Pilkada 2020 juga untuk mencapai target dan tujuan jangka panjang, 
yakni Pemilu 2024. Kemenangan Pilkada 2020 disebut sasaran antara karena tujuan 
utama yang sangat penting bagi parpol ialah meraih kemenangan dalam Pemilu 
2024, pemilu legislatif yang digelar bersamaan dengan pemilu presiden. Pada 
Pemilu 2024 tidak ada calon presiden petahana sehingga akan ada pertarungan 
ketat yang dipersiapkan sejak sekarang. Nilai strategis lain Pilkada 2020 ialah 
pada pelaksanaannya. Inilah pemilu yang kali pertama digelar di masa pandemi 
covid-19. Sejak 15 Juli hingga hingga 13 Agustus, pilkada memasuki tahapan 
pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih. Ada 106 juta calon pemilih 
yang akan diteliti sekitar 300 ribu petugas. Seluruh rangkaian kegiatan coklit 
tetap mematuhi protokol kesehatan. Karena itu, tidaklah berlebihan untuk 
mengatakan Pilkada 2020 menjadi role model, atau anutan, fondasi pemilu 
selanjutnya. Indonesia sudah memiliki model yang baik untuk diimplementasikan 
di masa yang akan datang. Anutan lain ialah pilkada kali ini tanpa konvoi dan 
arak-arakan. Tim sukses hendaknya mulai memikirkan pemanfaatan teknologi 
komunikasi di dalam kampanye. Bila perlu, penyelenggara pemilu mulai melakukan 
rekayasa penggunaan e-voting sebagai ganti coblos di bilik suara. Sebagai 
anutan, pilkada kali ini harus dijalankan tanpa ada pelanggaran. Kalau ada 
pelanggaran, harus diselesaikan secara hukum, jangan diselesaikan secara adat. 
Apalagi, sudah ditemukan 369 aparatur sipil negara yang melakukan pelanggaran 
netralitas. Pelanggaran terbanyak sebesar 33% dilakukan jabatan pimpinan tinggi 
di daerah. Pelanggaran yang dilakukan bakal pasangan calon juga sudah 
terdeteksi. Misalnya, pembagian bansos atau masker disertai foto diri pasangan 
calon. Sejauh ini, pelanggaran di depan mata itu dibiarkan begitu saja. Bawaslu 
sebagai institusi pengawas pemilu hendaknya mem- buka mata lebar-lebar, jangan 
membiarkan pelanggaran pilkada terjadi secara masif. Apalagi, anak petinggi 
negeri ini ikut dalam kontestasi pilkada, pengawasan mesti dilakukan ekstra 
ketat.

Sumber: 
https://mediaindonesia.com/editorials/detail_editorials/2066-nilai-strategis-pilkada-2020






Kirim email ke