-- 
j.gedearka <[email protected]>


https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200717205247-199-526089/proyek-satelit-china-jerman-indonesia-rampung-akhir-tahun



 Proyek Satelit China-Jerman-Indonesia Rampung Akhir Tahun

CNN Indonesia | Senin, 20/07/2020 23:00 WIB

Bagikan :  
Abs COVID-19 antibody - 3d rendered image structure view on black background. 
Viral Infection concept. MERS-CoV, SARS-CoV, ТОРС, 2019-nCoV, Wuhan 
Coronavirus. Antibody, Antigen, Vaccine concept. Ilustrasi. (Foto: Dok PSN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Anang 
Latif mengatakan pihaknya berharap proses pembiayaan satelit Satria bisa 
selesai pada kuartal III 2020. Proses pembiayaan sempat tertunda akibat pandemi 
virus corona SARS-CoV-2.

Menurut Anang, pembiayaan satelit Satria diperoleh dari 50 persen pemerintah 
China dan 50 persen pemerintah Prancis.

"Harapannya di kuartal ketiga ini bisa selesai proses pembiayaannya. Nanti 50 
persen pembiayaan khusus untuk komponen loan yang diperoleh China dan 50 
persennya akan berasal dari Prancis," kata Anang saat acara Mendorong 
Akselerasi Transformasi Digital - Peran Infrastruktur TIK secara virtual, Senin 
(20/7).

Lebih lanjut kata Anang, pihaknya sudah menunjuk pabrik asal Prancis yaitu 
Thales Alenia Space untuk bekerja sama menggarap proyek satelit Satria.
Lihat juga: Pemerintah Jamin Satelit Internet Rp20 Triliun Meluncur 2020

Sementara roket peluncurnya, BAKTI masih mempercayakan roket buatan SpaceX, 
perusahaan transportasi luar angkasa milik miliarder AS yakni Elon Musk.

"Sudah dipilih pabrikannya dari Prancis Thales Alenia dan yang ketiga itu 
satelit peluncurnya menggunakan satelit SpaceX punya Elon Musk," pungkas Anang.

Pada Februari 2020, Menteri Komunikasi & Informatika (Menkominfo) Johnny G 
Plate mengatakan saat ini proses pengadaan Satelit Satria sesuai dengan target. 
Ia menegaskan Satria tetap direncanakan akan mengorbit pada kuartal keempat 
2022.

Saat ini, Johnny mengatakan pengadaan satelit internet dengan kapasitas 150Gbps 
ini memasuki tahap financial closing. Tahap ini ditargetkan rampung pada 
kuartal pertama 2020.

"Kami pastikan kuartal keempat 2022 itu satelit sudah orbit. Namanya commercial 
operation date. itu kuartal keempat 2022," ujar Johnny kepada CNNIndonesia.com, 
Rabu (5/2).
Lihat juga: LAPAN Kembangkan Roket untuk Luncurkan Satelit

Proyek Satria menggunakan skema pembayaran ketersediaan layanan (Availability 
Payment/AP) akan memakan biaya Rp20,68 triliun dengan masa konsesi 15 tahun. 
Biaya ini meliputi belanja modal, belanja operasional dan pengembalian 
investasi yang wajar.

Adapun PT Satelit Nusantara Tiga ini dimiliki PT Pintar Nusantara Sejahtera, PT 
Pasifik Satelit Nusantara (PSN), PT Dian Semesta Sentosa, dan PT Nusantara 
Satelit Sejahtera yang semuanya tergabung dalam konsorsium PSN.

Satria telah memulai konstruksi pada akhir 2019 oleh manufaktur asal Prancis 
Thales Alenia Space. Satelit Satria sudah mulai dibangun pada akhir 2019 dan 
diperkirakan akan meluncur ke slot orbit pada 2022.

PT Satelit Nusantara Tiga akan menggelontorkan dana sebesar Rp6,4 triliun untuk 
membangun satelit tersebut. Setelah satelit beroperasi, pemerintah akan 
membayar kepada PT Satelit Nusantara Tiga Senilai Rp1,38 triliun per tahun 
selama 15 tahun dengan total Rp20,68 triliun.
(din/mik)

Simak video terkait di bawah ini:
VIDEO: LAPAN Sebut Cara Lihat Hujan Meteor Lyrid Nanti Malam
Bagikan :   






Kirim email ke