*Dalam resesi ekonomi, sedikit yang untung selamat dan banyak yang
buntung?Yang termasuk sedikit untung selamat itu siapa saja dalam
masyarakat negara- neo-Mojopahit?*

*https://bisnis.tempo.co/read/1368600/perekonomian-indonesia-terancam-resesi-berikut-5-faktanya
<https://bisnis.tempo.co/read/1368600/perekonomian-indonesia-terancam-resesi-berikut-5-faktanya>
*
*Perekonomian Indonesia Terancam Resesi, Berikut 5 Faktanya*

Reporter:
*Fajar Pebrianto*

Editor:
*Rr. Ariyani Yakti Widyastuti*

Jumat, 24 Juli 2020 07:00 WIB

 KOMENTAR
<https://bisnis.tempo.co/read/1368600/perekonomian-indonesia-terancam-resesi-berikut-5-faktanya/full&view=ok#comments>

   -

   Font:   Arial  Roboto  Times  Verdana


   -

   Ukuran Font: -
   
<https://bisnis.tempo.co/read/1368600/perekonomian-indonesia-terancam-resesi-berikut-5-faktanya/full&view=ok#font-decrease>
    +
   
<https://bisnis.tempo.co/read/1368600/perekonomian-indonesia-terancam-resesi-berikut-5-faktanya/full&view=ok#font-increase>



   -




   -

   <https://statik.tempo.co/data/2020/03/20/id_924616/924616_720.jpg>*Menko
   Perekonomian Airlangga Hartarto menyimak pertanyaan wartawan saat
   memberikan keterangan terkait peluncuran situs resmi Kartu Prakerja di
   kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat 20 Maret 2020. Pemerintah resmi
   meluncurkan situs Kartu Prakerja yang diharapkan dapat membantu tenaga
   kerja yang terdampak COVID-19 untuk meningkatkan keterampilan melalu
   berbagai jenis pelatihan secara daring yang dapat dipilih sesuai minat
   masing-masing pekerja. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi*

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Indonesia kini menghadapi ancaman
resesi <https://www.tempo.co/tag/resesi> ekonomi, mengikuti jejak Singapura
dan Korea Selatan. Untuk menghindari hal tersebut, pemerintah berjuang
keras agar ekonomi kuartal 2 tahun ini tidak tumbuh negatif, minimal 0
persen.

"Tentu kami harus menjaga agar di kuartal 3 tidak negatif atau bahkan bisa
masuk ke nol," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga
Hartarto dalam webinar bersama Pemuda Muhammadiyah pada Kamis, 23 Juli 2020.

Sejak awal tahun, ekonomi Indonesia sudah menunjukkan pelemahan dan hanya
tumbuh 2,97 persen year-on-year (yoy). Kuartal 2, pemerintah memprediksi
ekonomi akan minus 4,3 persen. Jika kuartal 3 kembali negatif, maka secara
teknis ekonomi Indonesia sudah dinyatakan resesi.


*Tempo* mengumpulkan sejumlah fakta di balik ancaman resesi ini, berikut di
antaranya.


*1. Resesi di Indonesia Diprediksi Tidak Separah Negara Lain*

Airlangga menyebut tidak ada negara yang aman dari ancaman resesi akibat
Covid-19. Dari data yang dihimpun Airlangga, ekonomi Indonesia masih lebih
baik dibandingkan beberapa emerging countries dengan penduduk besar seperti
India dan Brazil.

Namun, negara tetangga seperti Vietnam unggul atas Indonesia. Begitu pun
Cina yang sudah rebound dan tumbuh positif pada kuartal 2.


Rincian untuk realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal 1 dan proyeksi untuk
kuartal 2 yaitu:

Indonesia: 2,97 persen dan -4,3 persen
Malaysia: 0,7 persen dan -8,4 persen
Thailand: -1,8 persen dan -11,1 persen
Vietnam: 3,82 persen dan 0,36 persen (realisasi)
Singapura: -0,3 persen dan -12,6 persen (realisasi)
Brazil: -0,3 persen dan -11,7 persen
India: 3,1 persen dan -20 persen
Cina: -6,8 persen dan 3,2 persen
Turki: 4,5 persen dan -12,5 persen
Meksiko: -1,4 persen dan -16,9 persen

*2. Dampak Resesi Global ke Perekonomian RI Dinilai Kecil*

Meski demikian, ekonom senior Rizal Ramli
<https://www.tempo.co/tag/rizal-ramli> menilai dampak resesi global kecil
terhadap perekonomian Indonesia. Apalagi, kata dia, jika dibandingkan
dengan negara tetangga seperti Singapura dan Thailand.

Dampak global dari resesi dunia itu lebih kecil terhadap Indonesia," kata
Rizal dalam diskusi virtual, Kamis, 23 Juli 2020.

Hal itu terjadi, karena Produk Domestik Bruto atau PDB Indonesia 60 persen
berasal dari konsumsi dalam negeri. Sedangkan, ekspor hanya kurang dari 20
persen.

*3. Antisipasi Resesi dengan Genjot Konsumsi via Belanja Negara dan Bansos*

Meski demikian, konsumsi masyarakat yang selama ini menopang ekonomi
Indonesia sudah terdampak akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Kondisi ini bahkan sudah terjadi sejak kuartal 1, di mana konsumsi rumah
tangga langsung jeblok ke posisi 2,84 persen yoy pada kuartal I 2020, dari
posisi 4,97 persen yoy pada kuartal IV 2019 menjadi

Sehingga, Airlangga menyebut pemerintah kini mengandalkan belanja
pemerintah untuk bisa mendongkrak perekonomian. Konsumsi tetap dipacu
dengan program bantuan sosial atau bansos yang sudah disalurkan secara
tunai.


Sejauh ini, pemerintah sudah mengeluarkan anggaran penanganan Covid-19 dan
pemulihan ekonomi sebesar Rp 695,2 triliun. Berbagai komponen bansos ada di
dalamnya, seperti Kartu Sembako Rp 43,6 triliun sampai Program Keluarga
Harapan (PKH) Rp 37,4 triliun.

*4. Pembayaran Gaji ke-13 Diharapkan Turut Dorong Konsumsi *

Selain itu, gaji ke-13 PNS <https://www.tempo.co/tag/gaji-ke-13-pns> juga
akan cair Agustus 2020. Kementerian Keuangan tetap berharap pembayaran gaji
ini akan berdampak cukup baik pada konsumsi. Sebab, saat ini juga
bertepatan dengan momen kenaikan kelas untuk anak sekolahan.

Sehingga, ada kebutuhan untuk perlengkapan belajar dari rumah, untuk
laptop, internet, dan sebagainya. "Jadi marginal prospensity to consume
besar," kata Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Perumusan Kebijakan Fiskal
dan Makroekonomi Masyita Crystalin saat dihubungi.

*5. Harap dan Cemas Jokowi soal Pertumbuhan di Kuartal Tiga*

Di hari yang sama, Presiden Joko Widodo atau Jokowi
<https://www.tempo.co/tag/jokowi> pun berharap pertumbuhan ekonomi
<https://www.tempo.co/tag/pertumbuhan-ekonomi> Indonesia bisa naik di
kuartal tiga mendatang. Tapi kuartal 2 ini, Jokowi meyakini pertumbuhan
ekonomi Indonesia akan jeblok minus 4,3 persen.

"Kita berharap di kuartal ketiga kita sudah harus naik lagi. Kalau enggak,
enggak ngerti lagi saya, akan tetap lebih sulit kita," kata Jokowi saat
membuka acara Penyaluran Dana Bergulir Untuk Koperasi Dalam Rangka
Pemulihan Ekonomi Nasional, Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis, 23 Juli
2020.

Seb
<https://bisnis.tempo.co/read/1368600/perekonomian-indonesia-terancam-resesi-berikut-5-faktanya?page_num=2>

Kirim email ke