Pada Situasi Khusus COVID-19 Kedubes Tiongkok merayakan HUT-93
 Pendirian PLA dengan Cara Khusus

2020-07-30 15:11:47 http://indonesian.cri.cn/20200730/cfd96c58-95ee-5e57-4d82-6c603b06eff5.html

Tanggal 1 Agustus tahun 2020 merupakan HUT-93 Tentara Pembebasan Rakyat Tiongkok (PLA). Dengan situasi khusus penularan COVID-19, Kedubes Tiongkok membuat video bertema "Bergandengan Tangan Dalam Membela Perdamaian dan Menciptakan Masa Depan Yang Lebih Cerah", Senior Kolonel Zhou Jian, Athan Tiongkok mempublikasikan artikel tentang perkembangan PLA, misi penjagaan perdamaian dunia dan hubungan militer antara Tiongkok dan Indonesia. Seniman militer dari Tiongkok membuat karya seni dan video lukisan pasir yang bertema " Takdir Bersama" untuk menampilkan ceritanya PLA dalam melawan COVID-19.

Pada Situasi Khusus COVID-19 Kedubes Tiongkok merayakan HUT-93 Pendirian PLA dengan Cara Khusus

video bertema "Bergandengan Tangan Dalam Membela Perdamaian dan Menciptakan Masa Depan Yang Lebih Cerah" <https://www.facebook.com/1575478812582390/posts/2025560374240896/?sfnsn=wiwspmo&extid=onpzeyAWSMo992gO&d=n&vh=e>

Pada Situasi Khusus COVID-19 Kedubes Tiongkok merayakan HUT-93 Pendirian PLA dengan Cara Khusus

Pada Situasi Khusus COVID-19 Kedubes Tiongkok merayakan HUT-93 Pendirian PLA dengan Cara Khusus

video lukisan pasir yang bertema " Takdir Bersama" <https://www.facebook.com/1575478812582390/posts/2025580737572193/?sfnsn=wiwspmo&extid=XFHj1uY2xXrGcLiK&d=n&vh=e>

Pada Situasi Khusus COVID-19 Kedubes Tiongkok merayakan HUT-93 Pendirian PLA dengan Cara Khusus

senior Kolonel Zhou Jian, Athan Tiongkok mempublikasikan artikel tentang perkembangan PLA <http://www.guojiribao.com/shtml/gjrb/20200728/1549124.shtml>



 Sejumlah Politikus yang Curiga Tanpa Alasan Itu Adalah Bajingan Politik

http://indonesian.cri.cn/20200730/bfd34665-8526-cdea-8356-7eb8d728ad25.html
2020-07-30 10:44:04

Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, Direktur Biro Investigasi Federal (FBI) AS Christopher Wray, Penasihat Keamanan Nasional Presiden AS Robert O’Brien dan politikus lainnya dalam pidato anti-Tiongkok tanpa beralasan memfitnah Tiongkok mencuri Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) AS, menuduh pelajar dan karyawan Tiongkok yang pergi ke AS memiliki niat lain. Pihak AS baru-baru ini bahkan menutup Konsulat Jenderal Tiongkok di Houston dengan alasan tersebut, dan telah merusak parah hubungan Tiongkok-AS.

Ironisnya, justru politikus AS termasuk Mike Pompeo yang amat gugup itu pernah dengan sombong memuji keterampilannya sendiri dalam “berbohong, menipu dan mencuri”, mereka pernah dengan kalap melakukan kegiatan mata-mata untuk mencuri informasi rahasia di seluruh dunia, dengan seribu satu daya mencegat perkembangan iptek negara lain, perbuatan jahatnya sudah sangat jelas. Sekarang, mereka berpura-pura menjadi orang yang dirugikan dan berbalik menyerang, benar-benar sebuah lelucon terbesar di dunia. Justru seperti yang dikatakan tokoh terkait, politikus AS seperti Mike Pompeo sama sekali tidak tahu garis batas, benar-benar adalah seorang bajingan politik.

Sebenarnya, pernyataan politikus AS yang menggembar-gemborkan bahwa “Tiongkok mencuri HaKI” dan “mata-mata Tiongkok menyusup ke masyarakat AS” sudah bukan hal yang baru. Ketika AS melancarkan perang dagang dengan Tiongkok, pihaknya mengeluarkan perkataan serupa demi kepentingan ekonominya. Sekarang, dalam kegiatan anti-Tiongkok putaran ini, politikus seperti Mike Pompeo mengulangi perkataan itu, memfitnah di mana-mana, sengaja “mempolitisasi” dan “mengideologisasi” masalah perlindungan HaKI, bahkan mengaitkannya dengan serangan jahat terhadap partai berkuasa di Tiongkok, melakukan persiapan demi mengeskalasi seluruh kebijakannya yang anti-Tiongkok.

Namun, mereka yang sembarangan melakukan “pemerasan di bidang politik”, tak pernah mengeluarkan bukti nyata, sehingga dipertanyakan dan dikritik oleh tokoh-tokoh berwawasan.

Meninjau kembali sejarah, keterbukaan, solidaritas dan inklusi adalah dasar kemajuan peradaban manusia, juga merupakan jalur kesuksesan AS. Akan tetapi, Mike Pompeo dan sekutunya ternyata telah keluar dari jalur tepat, menjauhi sejarah dengan sikap curiga tanpa berdasar, sehingga mendorong AS dan dirinya sendiri ke tempat yang berbahaya.

Kirim email ke